Saya Tidak Ingin Menikah

Saya tidak menduga, pada usia seperti ini, saya harus mengumumkan rahasia ini pada dunia. Saya tidak ingin menikah. Yeap, kamu tidak salah mendengarnya, saya tidak ingin menikah. Ide untuk duduk di pelaminan, menggenakan pakaian pengantin dan seterusnya bukanlah sesuatu yang saya inginkan. Saya bahkan sangat tidak menyukai ide tentang menikah. Bagi saya, menikah itu bukanlah […]

Read More Saya Tidak Ingin Menikah

Melarikan Diri

Saya menulis karena,… Melanjutkan kalimat di atas cukup rumit. Selama ini, setiap kali ditanya mengenai alasan mengapa saya menulis, jawaban saya selalu ini, “menulis adalah untuk terapi”. Titik. Namun, semakin ke sini, saya melihat bahwa alasan saya untuk menulis pun berubah. Saya tidak merasa bahwa terapi adalah alasan mengapa saya menulis dan memublikasikan tulisan. Saya […]

Read More Melarikan Diri

Ular yang Memeluk Tubuhnya Sendiri

Ular bertubuh hitam pekat itu menghabiskan waktu dengan memeluk tubuhnya sendiri. Musim hujan pada saat ini membuatnya tidak berniat untuk merentangkan tubuhnya lurus. Tumbuhan di sekitarnya tidak cukup memberikannya sumber rasa hangat. Berkumpul bersama sesama kerabatnya pun bukan pilihan, pikiran tentang menindih satu dan lainnya membuatnya jijik. Ia tidak tahu pasti apakah mereka berasal dari […]

Read More Ular yang Memeluk Tubuhnya Sendiri

Setahun Berjalan Bersama Ikatan Kata

Pagi itu, ketika demam tidak lagi merajai tubuh rapuh ini, saya memikirkan tentang aktivitas menulis. Pada saat-saat seperti itu, entah kenapa rasanya saya sangat ingin mengambil laptop, membukanya dan mulai menuangkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan. Tapi, keinginan hanya tinggal keinginan, tubuh saya terlalu lemah untuk duduk, apalagi untuk menuliskan sesuatu. Kepala saya masih sakit, […]

Read More Setahun Berjalan Bersama Ikatan Kata

Rona Merah Jambu

Setiap hari, sudah menjadi kebiasaanku untuk mencarimu di nurse station. Sangat mudah untuk melihatmu dari pintu tempat bekerjaku, yang memang tidak jauh dari tempatmu berada. Aku semakin terbiasa untuk melihat matamu yang sembab, tanda kurang tidur. Bahkan, ketika kau menguap, lucu rasanya. Mengingat pandangan orang-orang tentang dirimu yang jauh dari kata “kelelahan”. Kau selalu penuh […]

Read More Rona Merah Jambu

Kilat yang Menyambar dari Balik Wajahnya

Melihatnya terpaku di sana, mungkin adalah pemandangan yang tidak nyaman untuk dilihat saat ini. Ia bukan diam seperti batu, tapi seperti singa betina yang siap menyerang siapapun yang mengganggu sarangnya. Mengalir deras banyak pertanyaan untuknya. “Mengapa Ia bisa menjadi seperti ini? “ “Pengalaman apa yang menyebabkannya menjadi seperti ini?” “Siapa orang-orang yang menyakitinya, yang membuat […]

Read More Kilat yang Menyambar dari Balik Wajahnya

Mengintip Pikiran Mereka yang Terbakar Api Neraka

Ia berjalan dengan tangan terkepal, mata yang tajam memandang ke depan. Tidak menentu. Nafasnya naik turun, isi pikirannya terpancar dari wajahnya yang mengerut, mengeluarkan segala sesuatu yang sangat tidak ingin diketahui orang lain. Pikirannya busuk, busuk! Ia melihat wajah orang-orang yang dilewatinya, penuh kebencian dan memuakkan. Ada di antara mereka yang bertanya, tapi sangat jelas […]

Read More Mengintip Pikiran Mereka yang Terbakar Api Neraka

Melukis Malam

Keputusan untuk memilih singgah di kedai kopi setelah shift sore selesai adalah keputusan yang sangat tepat untuk hari ini. Mengambil tempat nongkrong yang paling tidak kelihatan pengunjung lain, memberi saya kenyamanan yang sangat saya perlukan sekarang. Saya mengambil laptop yang selanjutnya saya letakkan begitu saja di atas meja. Lalu, mengambil handphone dan headset, siap untuk […]

Read More Melukis Malam

Sepuluh Tahun dari Sekarang

Dear Ayu, Tidak terasa sudah sepuluh tahun berlalu. Sepuluh tahun setelah tahun-tahun penuh perjuangan. Tahun-tahun yang penuh dengan waktu kurang tidur, kerja keras, dan air mata. Setelah sapuluh tahun berlalu, aku berharap ketika kau membaca lagi tulisan ini, kau berada dalam keadaan yang bahagia, sejahtera dan masih bersemangat seperti pada saat aku menulis surat ini. […]

Read More Sepuluh Tahun dari Sekarang