LUPAKAN

Tak pernah kuantarkan Secuil janji tentang sebuah ikatan Tiba-tiba engkau tagihkan Lewat pesan singkat kau lesatkan Lupakan saja   Kampungmanis, 17 Januari 2021 Tiba-tiba saja ingin berpuisi 5 larik (Gogyoshi)

Read More LUPAKAN

Tetaplah Tinggal di Rumah Ingatan

Inspirasi satu kata yang kuambil kali ini adalah rumah. Aku teringat pernah menuliskan puisi dengan judul Tetaplah Tinggal di Rumah Ingatan yang sekaligus kujadikan judul antologi puisi. Bagiku puisi adalah rumah, puisi adalah ingatan. Mengingat rumah berarti juga mengingat puisi, mengingat puisi juga mengingat rumah. Tetaplah tinggal di tempat yang paling nyaman yaitu di rumah. […]

Read More Tetaplah Tinggal di Rumah Ingatan

Aku Menulis Karena

Aku menulis karena apa? Mengapa aku menulis? Itulah pertanyaan yang sesekali muncul dalam benakku. Pertanyaan sederhana namun belum tentu sederhana pula jawabannya. Setidaknya perlu menanyakan pada kejernihan hati. Menelisik kembali perjalanan panjang yang mengalami pasang surut dalam kepenulisan. Ada masa-masa kekosongan tanpa ada tulisan yang dihasilkan. Secara sederhana bisa saja kukatakan aku menulis karena ingin […]

Read More Aku Menulis Karena

Aku dan Bledeg

Setiap kepulangan Bledeg selalu saja ada sesak di dadaku. Celotehannya yang berkepanjangan harusnya bisa menghibur kita semua. Cerita-ceritanya senantiasa segar dibalut keceriaan. Selalu ada hal yang baru terutama bagi diriku yang tak pernah beranjak dari rumah ini. Paling jauh hanyalah seputaran pekarangan. Tidak bagi Bledeg, hampir setiap kesempatan perjalanan Tuan selalu dia yang jadi pilihan. […]

Read More Aku dan Bledeg

Dulu Banyak Kita

dulu banyak kita perbincangkan tentang gemah ripah tanah tumpah darah begitu mudah tumbuh sembarang tanaman kemakmuran yang banyak diharapkan juga seringkali digaungkan tentang swasembada pangan sekaligus tantangan masa depan   dulu banyak kita diskusikan sembari menunggu perkuliahan ketimpangan yang mulai kelihatan mungkin otak kita semakin berkembang mungkin jiwa kita sedang berjuang mengenal apa itu sejatinya […]

Read More Dulu Banyak Kita

Inginnya Tak Dikenang

Ini kejadian yang hampir selalu terulang. Pelajaran yang sama, setiap bagian praktek. Inginnya tak ada yang perlu dikenang, apalagi ini kepahitan. Bagi orang lain mungkin pelajaran yang paling sepele, begitu mudah diikuti tak perlu susah payah mengingat-ingat rumus atau formula. Tinggal ikuti iramanya maka akan berhasil mengikutinya.

Read More Inginnya Tak Dikenang

Penantian

Di sudut ruangan dalam penantian. Pada belasan tahun silam. Jarum jam serasa berdetak begitu pelan. Di luar hanya kesiur angin kemarau menerpa pohon bambu. Mengingatkan September tahun enam lima yang sering diceritakan simbok. Saat kakakku dilahirkan. Mondar mandir tak karuan. Hanya mengitari ruangan tak seberapa di ruang tunggu sebuah klinik. Dulu ibuku belum kenal yang […]

Read More Penantian

Akibat Pemahaman Tak Utuh

Ada rasa yang meluap-luap ketika beberapa waktu yang lalu ramai diperbincangkan di medsos sebuah pencabutan peraturan. Itulah yang kutangkap lewat obrolan di beberapa group whatshap. Ada yang melontarkan kata-kata yang tak semestinya tentang pembuat kebijakan. Padahal, ah padahal tak seharusnya demikian.

Read More Akibat Pemahaman Tak Utuh

Menanti Kedatangan Matahari

pada sebuah jamuan pagi menikmati sajian sajak-sajak usang saat sunyi menanti kedatangan matahari yang pelan mengangsurkan pecah embun selaput cahaya menelusuri celah genting membelai amben, menghangatkan pikiran secobek sambal belum tuntas digilas sebagai teman memeriahkan sajak usang jelaga hitam mengumpul di atas para-para menemani segepok jagung dalam gantungan perapian mengabarkan kematangan pembicaraan dalam seruput hangat […]

Read More Menanti Kedatangan Matahari