Kutuliskan Sajak Ini

kutuliskan sajak ini saat genangan kenangan mengambang dalam lambaian telah lama terkubur begitu dalam tak ada secuil pun keinginan kembali sekedar seanggukan menghadirkan sebagaimana kita pernah sehadapan di ruang senja kau pilihkan ah bukan, aku tak ada keyakinan demikian ini hanya soal pekerjaan kutuliskan sajak ini saat bayanganmu mengembang ah, bukan. Ini bukan bayangan hanyalah […]

Read More Kutuliskan Sajak Ini

Perjuangan dalam Kenangan

Kukira dulu sesuatu yang sangat menyeramkan sebagaimana yang diperankan dalam film-film. Jauh dari pergaulan, banyak yang ketakutan. Sedikit berduit diasingkan dalam ruangan khusus, hanya para medis yang bebas keluar masuk. Para kerabat, sahabat hanya boleh melihat dari kejauhan. Bagi yang tak berpunya hanyalah  kisah menunda lepasnya nyawa. Itu dulu. Dulu sekali, sebelum aku mengenalnya lebih […]

Read More Perjuangan dalam Kenangan

Perjalanan Cinta

catatan perjalanan terserak dalam lembaran-lembaran usang daun-daun kering melambai menanti turunnya hujan mengumpul setia membusuk membentuk bunga tanah potongan-potongan perjalanan terserak di sembarang tempat juga sembarang waktu terekam dalam memori sebagian membaca lembaran perjalanan helai demi helai yang terlewati menelisik kembali ayunan langkah perjalanan kehidupan demi satu kata cinta ya, hanya karena cinta perjalanan diayunkan […]

Read More Perjalanan Cinta

Memukat Kata

bagaimana aku memukat kata tak lagi kuingat seberapa dalam kulemparkan seberapa jauh kubentangkan pada senja yang semburat tembaga mengantarkan layang-layang pulang sebelum hujan benar-benar menggelandang perjalanan sungai-sungai meluapkan pada tangan-tangan kerinduan yang mungkin lupa harus menyimak siapa bagaimana cara memanggil pertemuan pada janji yang tak juga diucapkan bahkan tak juga dijanjikan tapi pernah sesekali ditagihkan […]

Read More Memukat Kata

Orang-orang Proyek

Suara kepala sekolah: Kalau kami melihat buku tamu di sekolah-sekolah penerima DAK, disitu berderet panjang nama-nama tamu yang tak diundang yang tentu saja membuat stress para kepsek. Ini merupakan gejala bola panas (Radar Cirebon hal. 19, 27 Nopember 2008). Sebuah bangunan sekolah belum genap satu tahun dibangun telah roboh bagian atapnya. Kalau itu karena bencana alam […]

Read More Orang-orang Proyek

Sang Profesor

Profesor yang satu ini memang ada kesan tersendiri bagiku. Bagi teman-teman adalah adanya kemiripan nama yang tak jarang memanggilku dengan nama beliau. Untung tidak ada yang berani memanggil beliau dengan namaku. Ketika itupun aku enjoy saja, tidak protes tapi juga tidak secara langsung mengiyakan. Biarlah berjalan alamiah saja. Aku memang dekat dengan profesor. Bukan karena […]

Read More Sang Profesor

LUPAKAN

Tak pernah kuantarkan Secuil janji tentang sebuah ikatan Tiba-tiba engkau tagihkan Lewat pesan singkat kau lesatkan Lupakan saja   Kampungmanis, 17 Januari 2021 Tiba-tiba saja ingin berpuisi 5 larik (Gogyoshi)

Read More LUPAKAN

Tetaplah Tinggal di Rumah Ingatan

Inspirasi satu kata yang kuambil kali ini adalah rumah. Aku teringat pernah menuliskan puisi dengan judul Tetaplah Tinggal di Rumah Ingatan yang sekaligus kujadikan judul antologi puisi. Bagiku puisi adalah rumah, puisi adalah ingatan. Mengingat rumah berarti juga mengingat puisi, mengingat puisi juga mengingat rumah. Tetaplah tinggal di tempat yang paling nyaman yaitu di rumah. […]

Read More Tetaplah Tinggal di Rumah Ingatan

Aku Menulis Karena

Aku menulis karena apa? Mengapa aku menulis? Itulah pertanyaan yang sesekali muncul dalam benakku. Pertanyaan sederhana namun belum tentu sederhana pula jawabannya. Setidaknya perlu menanyakan pada kejernihan hati. Menelisik kembali perjalanan panjang yang mengalami pasang surut dalam kepenulisan. Ada masa-masa kekosongan tanpa ada tulisan yang dihasilkan. Secara sederhana bisa saja kukatakan aku menulis karena ingin […]

Read More Aku Menulis Karena

Aku dan Bledeg

Setiap kepulangan Bledeg selalu saja ada sesak di dadaku. Celotehannya yang berkepanjangan harusnya bisa menghibur kita semua. Cerita-ceritanya senantiasa segar dibalut keceriaan. Selalu ada hal yang baru terutama bagi diriku yang tak pernah beranjak dari rumah ini. Paling jauh hanyalah seputaran pekarangan. Tidak bagi Bledeg, hampir setiap kesempatan perjalanan Tuan selalu dia yang jadi pilihan. […]

Read More Aku dan Bledeg