Engkau di Mana

sekarang kau di mana aku sendirian merayakan penderitaan berulang irisan angin malam memerihkan bagaimana aku harus menambal luka yang tak teraba sangat terasa setiap malam hanyalah hampa kukira kita akan bersama dalam jalan-jalan irama lampu kota bercanda di alun-alun menikmati mendoan juga lalu lalang para pejalan, sayang itu tak pernah kulakukan kuhabiskan saja dalam kerumunan […]

Read More Engkau di Mana

Engkau Pesonaku

udara mampat menyesakiku deraan yang tak kutahu sebenarnya tak kupahami begitu saja tiba-tiba menguasai tempat merebut segenap udara jadilah mampat di sana kata-kata menjelma adukan keraguan memipihkan apa yang seharusnya kuucapkan hilanglah hilang barisan kata-kata menguap begitu saja sedangkan degup ini seperti menggelombang pantai selatan merebut gemuruh tiada putus-putus pada relung jiwaku inginnya kuungkapan padamu […]

Read More Engkau Pesonaku

Sebenarnya aku saja

kita hanya diam tidak, sebenarnya aku saja di setiap jumpa tak ada kata yang bisa membuat perbedaharaan mengembangkan kebetahan padahal ada keinginan ada harapan hanya saja terlalu terpendam terhalang keterkuncian berkepanjangan bukan jual mahal pada harapan di depan rumah tanaman kulebarkan semakin melebat saja seperti awal musim hujan tetap saja hanya demikian tak ada yang […]

Read More Sebenarnya aku saja

Kutuliskan Sajak Ini

kutuliskan sajak ini saat genangan kenangan mengambang dalam lambaian telah lama terkubur begitu dalam tak ada secuil pun keinginan kembali sekedar seanggukan menghadirkan sebagaimana kita pernah sehadapan di ruang senja kau pilihkan ah bukan, aku tak ada keyakinan demikian ini hanya soal pekerjaan kutuliskan sajak ini saat bayanganmu mengembang ah, bukan. Ini bukan bayangan hanyalah […]

Read More Kutuliskan Sajak Ini

Perjuangan dalam Kenangan

Kukira dulu sesuatu yang sangat menyeramkan sebagaimana yang diperankan dalam film-film. Jauh dari pergaulan, banyak yang ketakutan. Sedikit berduit diasingkan dalam ruangan khusus, hanya para medis yang bebas keluar masuk. Para kerabat, sahabat hanya boleh melihat dari kejauhan. Bagi yang tak berpunya hanyalah  kisah menunda lepasnya nyawa. Itu dulu. Dulu sekali, sebelum aku mengenalnya lebih […]

Read More Perjuangan dalam Kenangan

Perjalanan Cinta

catatan perjalanan terserak dalam lembaran-lembaran usang daun-daun kering melambai menanti turunnya hujan mengumpul setia membusuk membentuk bunga tanah potongan-potongan perjalanan terserak di sembarang tempat juga sembarang waktu terekam dalam memori sebagian membaca lembaran perjalanan helai demi helai yang terlewati menelisik kembali ayunan langkah perjalanan kehidupan demi satu kata cinta ya, hanya karena cinta perjalanan diayunkan […]

Read More Perjalanan Cinta

Memukat Kata

bagaimana aku memukat kata tak lagi kuingat seberapa dalam kulemparkan seberapa jauh kubentangkan pada senja yang semburat tembaga mengantarkan layang-layang pulang sebelum hujan benar-benar menggelandang perjalanan sungai-sungai meluapkan pada tangan-tangan kerinduan yang mungkin lupa harus menyimak siapa bagaimana cara memanggil pertemuan pada janji yang tak juga diucapkan bahkan tak juga dijanjikan tapi pernah sesekali ditagihkan […]

Read More Memukat Kata

Orang-orang Proyek

Suara kepala sekolah: Kalau kami melihat buku tamu di sekolah-sekolah penerima DAK, disitu berderet panjang nama-nama tamu yang tak diundang yang tentu saja membuat stress para kepsek. Ini merupakan gejala bola panas (Radar Cirebon hal. 19, 27 Nopember 2008). Sebuah bangunan sekolah belum genap satu tahun dibangun telah roboh bagian atapnya. Kalau itu karena bencana alam […]

Read More Orang-orang Proyek

Sang Profesor

Profesor yang satu ini memang ada kesan tersendiri bagiku. Bagi teman-teman adalah adanya kemiripan nama yang tak jarang memanggilku dengan nama beliau. Untung tidak ada yang berani memanggil beliau dengan namaku. Ketika itupun aku enjoy saja, tidak protes tapi juga tidak secara langsung mengiyakan. Biarlah berjalan alamiah saja. Aku memang dekat dengan profesor. Bukan karena […]

Read More Sang Profesor

LUPAKAN

Tak pernah kuantarkan Secuil janji tentang sebuah ikatan Tiba-tiba engkau tagihkan Lewat pesan singkat kau lesatkan Lupakan saja   Kampungmanis, 17 Januari 2021 Tiba-tiba saja ingin berpuisi 5 larik (Gogyoshi)

Read More LUPAKAN