Aku dan Bledeg

Setiap kepulangan Bledeg selalu saja ada sesak di dadaku. Celotehannya yang berkepanjangan harusnya bisa menghibur kita semua. Cerita-ceritanya senantiasa segar dibalut keceriaan. Selalu ada hal yang baru terutama bagi diriku yang tak pernah beranjak dari rumah ini. Paling jauh hanyalah seputaran pekarangan. Tidak bagi Bledeg, hampir setiap kesempatan perjalanan Tuan selalu dia yang jadi pilihan. […]

Read More Aku dan Bledeg

Dulu Banyak Kita

dulu banyak kita perbincangkan tentang gemah ripah tanah tumpah darah begitu mudah tumbuh sembarang tanaman kemakmuran yang banyak diharapkan juga seringkali digaungkan tentang swasembada pangan sekaligus tantangan masa depan   dulu banyak kita diskusikan sembari menunggu perkuliahan ketimpangan yang mulai kelihatan mungkin otak kita semakin berkembang mungkin jiwa kita sedang berjuang mengenal apa itu sejatinya […]

Read More Dulu Banyak Kita

Inginnya Tak Dikenang

Ini kejadian yang hampir selalu terulang. Pelajaran yang sama, setiap bagian praktek. Inginnya tak ada yang perlu dikenang, apalagi ini kepahitan. Bagi orang lain mungkin pelajaran yang paling sepele, begitu mudah diikuti tak perlu susah payah mengingat-ingat rumus atau formula. Tinggal ikuti iramanya maka akan berhasil mengikutinya.

Read More Inginnya Tak Dikenang

Penantian

Di sudut ruangan dalam penantian. Pada belasan tahun silam. Jarum jam serasa berdetak begitu pelan. Di luar hanya kesiur angin kemarau menerpa pohon bambu. Mengingatkan September tahun enam lima yang sering diceritakan simbok. Saat kakakku dilahirkan. Mondar mandir tak karuan. Hanya mengitari ruangan tak seberapa di ruang tunggu sebuah klinik. Dulu ibuku belum kenal yang […]

Read More Penantian

Akibat Pemahaman Tak Utuh

Ada rasa yang meluap-luap ketika beberapa waktu yang lalu ramai diperbincangkan di medsos sebuah pencabutan peraturan. Itulah yang kutangkap lewat obrolan di beberapa group whatshap. Ada yang melontarkan kata-kata yang tak semestinya tentang pembuat kebijakan. Padahal, ah padahal tak seharusnya demikian.

Read More Akibat Pemahaman Tak Utuh

Menanti Kedatangan Matahari

pada sebuah jamuan pagi menikmati sajian sajak-sajak usang saat sunyi menanti kedatangan matahari yang pelan mengangsurkan pecah embun selaput cahaya menelusuri celah genting membelai amben, menghangatkan pikiran secobek sambal belum tuntas digilas sebagai teman memeriahkan sajak usang jelaga hitam mengumpul di atas para-para menemani segepok jagung dalam gantungan perapian mengabarkan kematangan pembicaraan dalam seruput hangat […]

Read More Menanti Kedatangan Matahari

Kisah Akhir Masa Mahasiswa

Pic ini mengingatkanku pada suatu masa yang menyebabkan ruangan penuh oleh orang-orang yang penasaran. Diawali nekad seorang diri mengisikan di form kartu rencana studi tanpa bertanya adakah teman yang akan bersama-sama. Toh sebelumnya aku juga pernah sendirian, Ornitologi nama mata kuliahnya. Dosen menugaskanku membuat paper perihal burung, jika tidak mau mundur.

Read More Kisah Akhir Masa Mahasiswa

Ayat-ayat Memadat

Adakah yang kau rindu menunggui malam selepas menelusuri jejak senja yang tembaga. Di sepanjang tepi mimpi bercabang-cabang memilih keinginan. Tengadahkan tangan sepilihan doa di tengah arus air mata yang mengingatkan luka. Pemakaman puluhan tahun silam kembali terkenang. Ayat-ayat memadat dalam komat-kamit mulut mungil mengalir melandai. Lebah kalah bersamaan mengepakkan dengung. Jelang malam di kampungmanis, 26 […]

Read More Ayat-ayat Memadat

C Sembilan Belas

Seperti namanya bermahkota Tak punya sayap Di mana-mana hinggap Kecil ukurannya Menggemparkan sedunia Meremukkan yang jumawa Porandakan pariwisata Paling dicari beritanya Belum pernah sebegini Saling asing dengan teman sendiri Jaga jarak saling berjauhan Hati kebat-kebit salah atau benar Jauh lebih takut penularan Bisa tertular mungkin menularkan Hujan, luruhkan pengembaraan Benamkan bersama basuhan Jaga wudlu tak […]

Read More C Sembilan Belas