Categories
Uneg-uneg

Jangan Takut Bermimpi

pic: koinworks.com

Kesuksesan selalu berawal dari mimpi.

Bill Gates pernah bermimpi, setiap rumah penduduk bumi memiliki PC (personal computer).Β  Jack Ma pernah bermimpi mengalahkan raksasa ekonomi Amerika melalui bisnis ritel berbasis internet. Joanne Rowling atau yang sering kita kenal dengan nama pena J.K. Rowling sebelum sukses dengan Harry Potternya juga demikian. Sejak kecil Rowling mengaku telah menjadi seorang pemimpi. Bahkan, dia telah mulai menulis cerita sejak usia enam tahun. Warrent Buffet dan Mark Zackerberg dengan facebooknya pun pastinya punya mimpi yang sama.

Mereka semua menyimpan mimpi besar sekian lama. Mereka terus dan terus bermimpi sampai terwujud cita-citanya, meski untuk itu harus menerima ejekan dan cemoohan teman-temannya seperti yang dialami Jack Ma. Tetapi, Jack Ma akhirnya berhasil mendirikan perusahaan Alibaba yang kini menjadi kenyataan, menguasai pasar e-commerce dunia.

Maka dari itu, janganlah kalian surut mewujudkan mimpi besarmu.

Ingat, sukses selalu berawal dari mimpi. Mimpi berawal dari tidur. Setelah satu bulan ini kita lebih banyak tidur dan bermimpi dalam rangka mengikuti program stay at home atau tagar #dirumahajadulu, yakinlah satu bulan lagi akan banyak orang-orang sukses bermunculan. Paling tidak sukses menaikkan berat badan.

Salam dari masHP
Smile and the world smile with you.

πŸ˜€

Categories
belajar

Sambal Matah Ala Chef Heri

pic: bahan-bahan sambal matah

“Ma, mana sambalnya?” tanya Hani putri sulungku pada mamanya saat mau makan siang. Usai kuliah online siang hari ini ia langsung ke meja makan. Lapar berat.

“Itu di meja, kan ada sambal matah.”

“Mana? Gak ada.”

“Oh, habis, ya?. Ya sudah nanti mama bikinin.”

Melihat anakku sudah keburu mengambil nasi danΒ  ekspresinya kecewa banget saat kehabisan sambal, aku tak bisa tinggal diam. Sebab makan tanpa sambel ibarat mengarang cerita tanpa konflik. Halah, ngapusi! πŸ˜… Ditambah lagi perut ayahnya juga berontak. Usus-usus di dalam sini langsung bereaksi saat mendengar sambal matah buatan mama. Tapi melihat mamanya anak-anak sibuk dengan setrikaan, terbersit di pikiranku untuk mengambil alih peran sang juru masak keluarga.

“Tenang, ma. Ayah saja yang bikin. Kasih tahu resepnya aja.”

Mama setuju. Dan aku siap jadi muridnya.

Kursus kilat pun dimulai. Aku buka kulkas sambil bertanya bahan-bahannya apa aja.

Mamanya anak-anak meneriakkan resepnya dari ruang setrikaan.

“Cabe rawit 20, bawang putih 2 siung, sereh 1 batang: ambil batang dalemnya yang warna putih. Daun jeruk 3 lembar jangan lupa.”

“Lalu?”

“Potong kecil-kecil atau iris tipis semua bahan-bahannya, masukkan semua irisan ke dalam mangkuk. Tambahkan garam dan gula pasir secukupnya.”

Bahan-bahan dipotong atau diiris tipis-tipis

“And then?” tanyaku lagi pakai bahasa Hollywood.

“Panaskan 3 sendok makan minyak goreng. Tunggu sampai mendidih lalu tuangkan ke dalam mangkuk yang sudah berisi irisan bahan-bahan sambal matah. Aduk-aduk sampai yakin semua tercampur merata. “

“Gitu aja?”

“Ya, gitu ajaa.”

Ah gampang banget ternyata, batinku.

Akhirnya kalian lihat sendiri, hasilnya. Sambal matah ala Chef Heri. Haha. Mudah bukan?

pic: asli, bukan nyomot

Dan, sambal matah pun siap dihidangkan dengan nasi panas dan lauk apa saja. Karena sambal ini akan menyempurnakan kenikmatan menu apapun di meja kalian.

Ini hanyalah resep sederhana ala Chef Heri, hasil kursus kilat di hari pertama Work From Home. Kalian boleh mencoba dan berkreasi dengan bahan lain sesuai keinginan. Misalnya, bawang putih bisa diganti bawang merah atau ditambahkan perasan air jeruk nipis.

Hmmm… sedap.

Tulisan ini sebenarnya bukan untuk pamer memasak. Aku hanya ingin mengatakan seperti apa yang dikatakan Mira di artikelnya, bahwa ide menulis itu sangat melimpah. Seperti melimpahnya bahan-bahan di dapur yang bisa dikreasikan menjadi berbagai macam resep masakan.

Depok, 23 Maret 2020

Categories
KETIK

Surat Untuk Diriku Di Tahun 2030

ilustrasi: pixabay.com

Sebelumnya tak pernah terpikir olehku, aku akan menyuratimu. Terdengar aneh rasanya mengirim surat pada diri sendiri, ditambah lagi untuk kamu baca pada sepuluh tahun yang akan datang? Membayangkanmu masih bisa makan enak di tahun depan saja tak pernah kulakukan.

Tapi baiklah, karena ini hanya sebuah challenge menulis tak ada salahnya aku mencoba.

Wahai diriku di masa depan,
Aku merasa tak perlu ikut merisaukan seperti apa keadaanmu sepuluh tahun yang akan datang. Sebab aku tak tahu, akan sampaikah masa itu? Aku hanya berharap keadaanmu lebih baik dari saat ini. Kamu boleh menjadi apa saja, tak hendak aku menerka-nerka apalagi hendak merancang nasibmu. Bagaimana keadaanmu nanti aku ingin dirimu tetap menjadi misteri, karena itu akan menantang adrenalinku untuk tetap memelihara harapan dan bekerja dengan baik di hari ini. Biarlah tabir gelap itu tetap menyelimuti masa depan, agar aku bisa menjalani detik demi detik tanpa beban.

Betapa banyak orang memiliki rencana sempurna, tetapi hasil berkata lain. Dan betapa banyak orang meraih pencapaian yang tinggi tanpa pernah diduga dan direncanakan. Itu artinya setinggi apapun pencapaianmu di sepuluh tahun mendatang, itu bukan melulu hasil usahamu, melainkan berkat campur tangan Tuhan. Jika kamu menyadarinya, hal itu tak akan membuatmu bersikap sombong. Dan bila usahamu tak sesuai harapan, kamu akan mudah menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada.

Walau demikian, aku tetap menyiapkan rencana. Rencana dan harapan yang sederhana, rencana sebatas ikhtiar manusia yang tidak sampai menyita segenap hati dan pikiran. Apalagi membuatku tak bisa tidur nyenyak karena mengkhawatirkanmu. Yang lebih penting aku akan berusaha agar tetap bisa menjadi manusia seperti yang dikehendaki Tuhan. Semoga diriku bersabar menjalaninya, karena dalam prakteknya aku perlu terus belajar dan menghadapi ujian seumur hidup.

Apa yang terjadi pada dirimu saat itu tak akan lepas dari skenario Tuhan yang menggenggam jiwamu. Aku yakin, Ia punya rencana yang baik untukmu meski belum tentu menyenangkanmu. Dan sebaik apapun rencanaku tak akan bisa mengubah apa yang telah tertulis di alam azali. Aku hanya berharap, kamu tetap kuat, tetap bahagia apapun adanya dirimu saat itu.

Anggap saja ini sekedar perbincangan ringan yang ditemani secangkir kopi pengusir dingin dan sepi di malam hari. Penetralisir isu yang meneror hampir seluruh penduduk bumi sebulan terakhir ini. Kamu tahu, betapa takutnya manusia modern saat ini dengan makhluk kecil tak kasat mata bernama: virus Corona. Virus di mana kelak kamu akan menyebutnya sebagai virus yang sangat menggemparkan di satu dasawarsa yang lalu. Entah apa rencana Tuhan dengan semua ini. Barangkali Tuhan ingin menunjukkan betapa makhluk sepertimu teramat lemah. Lemah, di tengah obsesi sebagian manusia yang ingin menyaingi Tuhan atau mempertuhankan yang lain sehingga melupakan kuasa-Nya.

Kuharap kelak dirimu semakin mampu memahami peristiwa-peristiwa di masa saat kamu menuliskan surat ini.

Awalnya aku ingin merisaukan keadaanmu. Mempersiapkan mimpi-mimpi untukmu dan anak-anakmu. Tetapi aku teringat petuah, bahwa yang perlu lebih dijaga dan dikhawatirkan adalah asset berharga yang sudah ada dalam genggamanmu, yaitu HARI INI. Ya, hari ini adalah satu-satunya harta yang sudah pasti kamu miliki. Itu yang perlu kamu gunakan dengan sebaik-baiknya, sesempurna-sempurnanya. Sebab masa lalu tak kan bisa diputar kembali, dan masa depan masih menjadi rahasia Illahi.

Kiranya itu saja pesanku. Semoga Allah senantiasa bersamamu.

Jika Allah menghendaki kamu akan sempat membaca surat ini di bulan Maret 2030.

Salam,
Dirimu sepuluh tahun yang lalu

Depok, 4 Maret 2020

****

Categories
KETIK

KERIS

keris
ilustrasi: omahnara.blogspot.com

Satu minggu telah berlalu sejak Raden Mas Iqbal Hadiwijaya meninggal dunia. Masa berkabung sudah mulai surut. Simbok Fiska, istrinya, mulai merapikan barang-barang peninggalan almarhum. Ada pakaian, sarung, peci, sepatu, cincin, tasbih, dan berbagai aksesori tertata di ruang tamu. Simbok berharap barang-barang itu masih bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang membutuhkan. Banyak yang mau mengambil barang-barang itu, tetapi banyak pula yang enggan. Takut dibayang-bayangi sosok almarhum yang dipercaya memiliki kesaktian.

Categories
KETIK

Puisi Mbeling

pic: dictio.id

ROMANTISME

sebuah kerajaan runtuh
di zaman kiwari
usai topeng sang raja terbuka
akibat menjual romantisme
masa lalu

Categories
KETIK

REPORT PROGRESS KETIK

Berikut ini adalah Report Progress Ketik yang dilakukan oleh Para Pengikat Kata. Silakan klik angka 0 (nol) pada tabel untuk melihat isi pos (kecuali KETIK2 atau K2). Untuk melihat profil klik angka 0 (nol) pada KETIK1 atau K1).

NU NM NAMA K1 K2 K3 K4 K5 K6
1 001 Fahmi 0 0 0 0 0 0
2 002 Risna 0 0 0 0 0 0
3 003 Rifina 0 0 0 0 0 0
4 004 Sunarno 0 0 0 0 0 0
5 005 Aby 0 0 0 0 0 1
6 006 Ayu Frani 0 0 0 0 0 0
7 007 Nunu 0 0 0 0 0 0
8 008 Rafy 0 0 0 1 1 1
9 011 Sondang 0 0 0 0 0 0
10 014 Faisal FM 0 0 0 0 0 0
11 016 Fiska 0 0 0 0 0 0
12 017 masHP 0 0 0 0 0 0
13 018 Dina 0 0 1 1 0 1
14 019 Caca 0 0 0 0 0 0
15 020 Si Mulya 0 0 0 0 0 0
16 021 masNdobos 0 0 0 0 0 0
17 022 Sumi 0 0 0 1 1 1
18 024 Zaki 0 0 0 0 0 0
19 025 Frida 0 0 0 0 0 0
20 026 Devi 0 0 0 0 0 0
21 027 Chan 0 0 0 0 0 0
22 028 Ziezie 0 0 0 0 0 0
23 029 Alwi 0 0 1 1 1 1
24 030 Deyo 0 0 0 0 1 1
25 031 Dian P. 0 0 0 0 0 0
26 032 Rhesa K. 0 0 1 1 1 1
27 034 Faris 0 0 0 0 1 1
28 035 Hani 0 0 0 1 1 1
29 036 Iqbal 0 0 0 0 0 0
30 037 Tantri 0 0 0 0 1 1
31 039 Edwin 0 0 0 0 1 1
32 040 Ridwan L. 0 0 1 1 1 1
33 041 Mira 0 0 0 0 0 0
34 042 Ilham 1 0 0 1 0 1
35 043 Gununk 0 1 1 1 1 1
36 044 Alya 0 0 0 0 0 0
37 045 Husna 0 0 1 1 1 1
38 046 Laila 0 1 1 1 1 1
39 047 Melati Alya 0 0 0 0 0 0

Page :[K01-K06]|[K07-K12]|[K13-K18]

Detail KETIK bisa kamu cek di sini.

Categories
KETIK

Gaya Bahasa Dalam Karya Sastra



Yang paling aku ingat saat belajar bahasa Indonesia di masa SMP dulu adalah pelajaran tentang gaya bahasa. Atau biasa juga disebut dengan istilah Majas. Tetapi aku akan menggunakan istilah gaya bahasa saja.

Waktu itu, aku sempat mengenyam pelajaran Bahasa Indonesia dari dua guru Bahasa. Ibu Jumini dan Bapak Hartono nama mereka. Saat itu mereka masih muda-muda, belum menikah dan belum lama lulus dari perguruan tinggi. Karena itu mereka memiliki semangat mengajar yang tinggi. Ditambah lagi mereka ditempatkan di SMP Negeri yang baru dua tahun berdiri. Waktu itu aku termasuk angkatan ke-2.

Categories
KETIK

BCB (Bukan Cinta Biasa)

programmer-cantik
pic: dictio.id

Hari berganti hari, hingga satu tahun berlalu.

Rey tetap gigih mendekati Rahma. Tetapi Rahma tetap Rahma. Tetap bergeming dan dingin seperti batu marmer. Tetap acuh pada setiap pria yang mendekatinya.

Categories
KETIK Uncategorized

Satire Akhir Tahun

ayah-dan-anak
pic: kompasiana.com

Sabari takkan pernah lupa, hujan lebat, September, saat itulah Lena mengambil Zorro darinya. Dua minggu setelah itu ibunya meninggal. November, Marleni hilang. Tetangga melihat kucing itu kabur bersama seekor kucing garong.

Categories
KETIK

Bisa Karena Dipaksa

gajah
pic: pixabay

Tidak selamanya dipaksa itu buruk. Karena sifat manusia itu umumnya malas. Termasuk yang mengetik ini. Mungkin karena itu Tuhan menentukan waktu-waktu sholat sedemikian rupa. Sebab kalau boleh suka-suka, pasti akan banyak yang merapel 5 waktu sholat menjadi satu waktu. Yang menjadi tertuduhnya biasanya makhluk yang bernama : “kesibukan.” Jujur. πŸ˜€