Sahabat Weekend

Dipinjam dari Claudia Wolf

Selamat malam semuanya, cemana kabar kalian? Baek?. Semogalah nasib kita semua baek ya.

sekarang aku sedang berhadapan dengan tantangan ke-7 dari blog Ikatan kata yang menuntut untuk mendeskripsikan orang terdekat. Kalau disuruh menuliskan orang terdekat, waaaaaahhh banyak kali yang mau diceritakan. Gak cukup hanya ditulis, ceritanya bisa panjang.

Okelah, nggak apa-apa. Pelan-pelan aku tuliskan deskripsi nama orang terdekat yang menurutku punya sifat baik, humoris, biadab, banyak tingkah, lebay, dan lain-lain.

Kalau weekend, biasanya tawaran untuk mengisi acara di weeding organizer membludak. Sabtu dan minggu biasanya menjadi ajang untuk ‘melelang’ kemampuan. Kami selalu bekerja professional, walaupun terkadang rekan dalam tim event organizernya kurang ajar, hahahaha.

Oke aku mulai,

Saka, dia kawanku waktu kuliah di jurusan seni musik dulu. Karena pekerjaan, terkadang kami sering jumpa di atas panggung. Orangnya lumayan ganteng kalau dilihat dari postur tubuh dan potongan wajahnya. Sifatnya kadang menyenangkan ketika di atas panggung, terkadang juga sifatnya kurang ajar. Kekurangajarannya adalah, dia selalu berani bersaing harga termurah ketika tawaran manggung sepi, seperti di bulan ramadhan, alhasil dia selalu menjadi pemain yang laris-manis dengan harga yang di bawah rata-rata, ini bocah perusak pasaran rejeki orang.

Om yon, dia merupakan seorang player kawakan, alias udah tua. Pengalamannya mungkin udah banyak. Saat artis ibu kota turun gunung, pasti nama dia selalu dipanggil oleh event organizer. karena masalah usia dan jam terbang, tak jarang om satu ini terlalu mengatur dalam urusan perform. Komplein sama om satu ini memang sulit, orangnya gak bisa di becandain dan kalau on stage merasa paling Te, O, Pe, padahal umurnya udah tua, ini menurutku.

Rido, malaikat dalam sebuah tim. Sesuai namanya, Ridho Ilahi hahahaha. Mungkin dia adalah salah satu rekan yang paling baik diantara rekan yang lainnya. Dia orang paling pembersih, paling perfect kalau mau ngebahas songlist, taat kepada agama. mungkin diantara kami cuma dia yang berhati mulia sering bawa makanan kalau lagi break. Orangnya juga nggak banyak cakap dan ibadahnya juga ontime. Tutur katanya juga sopan, senyumnya menawan. Cuman kekurangannya sering telat kalau acara mau dimulai.

Om Boy, situkang ngatur. Beliau usianya 65 tahun dan masih bekerja sebagai MC senior. Istrinya berjumlah tiga orang, hahaha. Beliau memang lihai dalam menggaet para janda dan itu wajar kalau menurutku, karena penghasilannya perbulan sebagai leader kami sudah cukup untuk menghidupi ke tiga istrinya. Bisnis om boy dalam bidang management weeding juga ada di berbagai wilayah. Tampilan yang parlente mungkin mendukung dengan banyaknya jumlah istri. Satu yang aku suka dari beliau, gajian selalu tepat waktu. Sebelum turun panggung, dana sudah cair ke rekening masing-masing.


Riski, si gendut yang sering badmood. Anak sebijik ini memang selalu bikin urusan bertambah parah. Dia anggota termuda dalam management kami, anak paling terakhir dikeluarganya. Dia juga cukup lihai dalam mencari uang. Dibalik tubuhnya yang gendut, dia juga cukup rakus kalau lagi makan, bahkan dengan cepat dia badmood seketika ketika di becandain prihal cara dia makan. Tak jarang diantara kami memang selalu ada yang kurang nyaman kalau di tempatkan oleh om boy dalam satu tim bersama si gendut ini, dengan kata lain, sifatnya ‘malu-maluin’.


Andre, manusia paling kerdil pemikirannya. Aku kenal andre sudah lumayan lama, sekitar 7 bulanan hahahahah. Anaknya lumayan pede, tapi satu kekurangannya yaitu nggak bisa menerima masukan orang lain. Bahkan candaan dengan makhluk satu ini memang butuh ekstra hati-hati, karena dia tidak bisa membedakan mana candaan dan mana yang seriusan. Dalam management kami, posisi pekerjaannya adalah sebagai soundman.


Om heri, om botak usia 55 tahun. Beliau tidak perokok, beliau baik hati, beliau lumayan smart, beliau pelit…… yah memang inilah kekurangan om yang satu ini. Dalam tim kami, om heri berfungsi sebagai tukang mencet-mencet keyboard. Beliau yang paling paham kalau untuk urusan lagu-lagu lawas, kalau yang request makhluk yang udah bauk tanah, biasanya beliau paham betul selera orang-orang tua. Satu yang aku sayangkan, om ini peliiiit, bahkan untuk urusan rokok sebatangpun menjadi perhitungan oleh beliau.

Yahhh, begitulah teman-teman di sekelilingku yang jumpanya hanya dua kali dalam seminggu. Untung saja mereka nggak jumpa tiap hari.

Mungkin aku rasa nulisnya udah cukup, ngantuk. Hoaaaaaaaaaam,

BMW 4 – Cetak Huruf

Kita juga membutuhkan pencetakan huruf menjadi tebal. miring, atau garis bawah. Semua tergantung dari kebutuhan tulisan. Pada kaidah bahasa Indonesia terdapat penjelasan khusus mengenai penggunaan cetak huruf ini. Misal kata dari bahasa asing ditulis miring. Tentang hal ini nanti akan dibahas lebih lanjut. Continue reading “BMW 4 – Cetak Huruf”

Ketik#7: Tujuh orang terdekat dan menyoal definisi orang ‘terdekat’

Tantangan Ketik#7 dari Ikatan Kata yang meminta para pengikat kata untuk mendeskripsikan orang -orang terdekat adalah satu tantangan yang cukup rumit untuk saya pribadi. Ketika saya membaca tantangan ini, saya langsung dihadapkan pada dua pertanyaan, “Siapakah orang-orang terdekat saya?” dan, “Seberapa jauh saya mengenal mereka sampai saya mampu mendeskripsikan siapa mereka?”.

Bagi saya dua pertanyaan ini berat!.

Continue reading “Ketik#7: Tujuh orang terdekat dan menyoal definisi orang ‘terdekat’”

Aku Gagal Bertandang

blur cars dew drops
Photo by Kaique Rocha on Pexels.com

Hujan yang tiba-tiba dicurahkan. Depan rumah penuh
genangan. Meluap melahap jalan aspal. Lalu lalang
kendaraan, gelapan. Ada yang gagal melanjutkan
perjalanan.

Rupanya got kekenyangan. Terlena lama tak ada
kunjungan hujan. Keberatan menghantarkan serasah.
Bukan hanya sampah dedaunan. Plastik berbagai macam
wadah tumpah ruah. Masih juga sisa rumputan liar.
Menghambat laju gelontoran.

Jas hujan lupa dimana ditanggalkan. Aku gagal
bertandang. Meskipun hari masih siang.

Pos Pertama

Bismillah,

Alhamdulillah berkesempatan menjadi keluarga besar dari Ikatan Kata. Sebenarnya sudah lama mau menulis untuk ketik4, Qadarallah banyak aja yang menghalangi alias males buka laptop kemudian nyambungin dengan wifi kemudian baru online dan seterusnya (butuh sekian joule untuk melakukan itu).

SubhannAllooh dari IkatanKata, kami bisa membuka pintu untuk memasuki dunia baru, dari ikatankata pula kami belajar memaknai setiap hal yang berlalu dalam hidup kami. Yaa di sini kami menggunakan “Kami” karena memang penulis dari duniarachda adalah dua hambaNya yang sedang berupaya menjadi makhluk yang bermanfaat bagi semesta.

Setiap kehidupan kita terdiri dari jutaan kata yang terjalin begitu indah menjadi sebuah cerita, in syaa Allooh semuanya ada hikmah dan nilai dari setiap peristiwa. Seperti pertemuan kami dengan ikatankata, sangat dadakan sekaligus menawan.

Tidak sengaja blogwalking, lupa dengan blog yang mana, hanya saja blog tersebut langsung memanah hati kami dan derrrr kami pun memutuskan untuk ikut menjadi keluarga IkatanKata.

Seperti pertemuan kami berdua yang hingga sekarang bila kami mengingatnya pun seperti geli sendiri, hmmmm dari temen sekantor yang sering bermusuhan (satu divisi tapi sering bentrok karena memang mempunyai tujuan dan tekanan yang berbeda) hingga menjadi sahabat sejati yang seiring sejalan.

Sebenernya kami sudah seneng bikin blog dari jaman kuliah, sekitar tahun 2006, hanya saat itu di sela-sela kesibukan kegiatan kampus jadi membuat blog hanya sebagai pengisi waktu luang. Hingga pertengahan tahun 2019 mulai banyak waktu luang dan berupaya mengisi waktu luang menjadi umur kedua kami. Harapan kami tulisan ini bisa menambah literasi di Indonesia, sehingga keprihatinan kita kan rendahnya minat baca di masyarakat kita segera pudar.

Menyunting dari sebuah halaman milik kominfo.go.id yang menjelaskan tentang parahnya minat baca dari masyarakat kita, UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca! SubhannAllooh PARAAAAH!!

Hadirnya IkatanKata memberikan harapan besar pada kami agar masyarakat kita yang sukanya bercuit-cuit di berbagai medsos bisa menjadi pembaca yang bijak dan budiman, sehingga tidak mudah terprovokasi dengan kabar burung yang bersliweran di medsos. bukankah ayat pertama yang di firmankan pada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam adalah “Bacalah.” bukan tontonlah, hehehe.

Semoga bisa segera menyelesaikan setiap KETIK yang menjadi tantangan untuk tiap anggota Keluarga IkatanKata.

Atas perhatiannya kami ucapkan Jazaakumullah khairan

Gak Duduk Lagi, Waktunya Jalan-jalan

Aneka camilan via pinterest

Ketik#8 akhirnya datang juga. Saya sempat menerka-nerka setelah kemarin kita bicara soal Pak Deskripsi, apa selanjutnya bakal mengundang Bu Narasi? Eeeh ternyata bukan. Ternyata kita hanya diminta jalan-jalan. Keliling dunia bertamasya komentar.

Kalau begini saya gak bisa duduk-duduk lagi dong. Ya sudah. Waktunya merenggangkan otot dan sebar-sebar jejak di blog orang. Silahturahmi maya. Semoga dapat banyak camilan. 😁😁

Continue reading “Gak Duduk Lagi, Waktunya Jalan-jalan”

PREPOSISI

Bismillah, Saya mencoba untuk menulis postingan tentang PREPOSISI. Saya merasa ini bukan tugas ringan tetapi sangat bermanfaat. Postingan ini bermanfaat buat mengasah teknik saya dalam menulis. Apapun tugas yang diberikah harus dikerjakan. Semoga bermanfaat buat kita semua.

………………..

……………….

……………….

Namanya adalah Bambang dan berusia masih 20 tahun. Dia dilahirkan bertepatan gunung merapi meletus tahun 2010. Dia terpaksa putus sekolah karena harus bekerja. Dia bekerja di pabrik Tekstil sebagai buruh harian. Bambang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga.

Bambang adalah anak kedua dari empat bersaudara. Kakak tertua sudah menikah dan hidup bersama suami dan ketiga anaknya. Kedua adiknya masih sekolah di SMP dan SD. Ibunya sudah meninggal dunia. Dia pun harus mencari uang untuk menghidupi adik-adiknya..

Sang ayah meninggal dunia karena ditabrak mobil. Si penabrak pun kabur tidak mau tanggung jawab. Ayahnya dibawa ke rumah sakit setelah tabrakan. Beliau meninggal dunia setelah sampai di UGD Rumah Sakit. Bambang merasa sangat sedih karena ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya ke alam baka.

Kakaknya tidak dapat diharapkan untuk menopang kehidupan Bambang dan kedua adiknya. Karena untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Keluarga sang kakak pun masih serba berkekurangan. Bambang merasa sedih dan hanya bisa pasrah kepada NYA. Apapun yang terjadi, Bambang harus bekerja untuk menghidupi diri sendiri dan adik-adiknya.

Ibunya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Itu adalah kesedihan pertama bagi Bambang. Dia sudah terbiasa untuk diurus oleh ibunya. Bambang harus mengurus diri sendiri setelah kematian ibunya. Bambang sudah terbiasa hidup mandiri pada akhirnya. Dia sudah terbiasa mengurus rumah setelah kematian ibunya. Dia selalu langsung pulang ke rumah setelah belajar seharian di sekolah. Dia menjalani dengan gembira. Bagaimanapun dia masih memiliki ayah.

Dia mengalami musibah kedua kalinya. Ayah meninggal dunia karena kecelakaan. Bambang hanya bisa menangis kepadaNYA. Dia harus bangkit. Apapun kehidupan harus berlanjut. Dia memutuskan untuk putus sekolah dahulu untuk bekerja. Setelah kondisi normal lagi, dia akan melanjutkan sekolah lagi. Dia berdoa kepadaNYA. Semoga Allah SWT memberi jalan lapang kepadanya.

Nganjang

Nganjang dalam bahasa Sunda berarti berkunjung. Sebagai bloger aktifitas berkunjung ke blog lain disebut blogwalking. Intinya sama seperti berkunjung dalam kehidupan nyata. Selain untuk melihat kondisi ‘rumah’ bloger lain, kita juga bisa saling mendukung dengan memberikan like dan komentar. Tentu saja like dan komentar bukan sesuatu yang wajib. Like diberikan jika kamu memang menyukai sebuah pos. Komentar ditulis karena kita ingin mengungkapkan pendapat tentang pos tersebut. Continue reading “Nganjang”

EMPLOYERS AND BUSINESS OWNER

Malam ini, saya akan mengerjakan tugas ketik yang ke-6 TENTANG PREPOSISI, di dalam artikel ini saya akan berbicara tentang pengalaman dalam mencari pekerjaan, serta visi dan misiku  dalam jangka panjang. HAPPY READING GUYS…..

Saya  diberikan pekerjaan oleh  salah satu saudara saya di kota Bogor, saya berkali-kali mencoba melamar pekerjaan tapi masih saja menggeluti di bidang yang sama yaitu pendidikan, meskipun saya  sudah mencari pekerjaan ke berbagai tempat, tapi hanya dunia pendidikan yang membesarkan namaku.

Berawal dari melamar di Job Fair IPB, Apply ke  halaman lowongan kerja Jobstreet, tapi tak satupun  perusahaan dalam Produksi atau jasa yang menerimaku, aku pun  menyadari walau dipaksakanpun dengan cara KKN (Korupsi, kolusi dan nepotisme), aku pun  takut,  tidak akan professional dalam melaksanakan pekerjaan.

Dunia Pendidikan adalah jiwaku, walaupun menurut Sabda Rasul dikatakan: 9 dari  10 Pintu Rezeki adalah perdagangan, tapi  keluargaku pun tak gentar untuk bergelut dalam bidang pendidikan dan berbisnis ala Rasul, cita-citaku pun  tak terbendung setinggi langit di angkasa,  ingin  memiliki passive income ke seluruh sector bisnis,    ingin ke Tanah Suci bersama seluruh keluarga. aku ingin menjadi owner  dan tidak  ingin lama-lama   dipekerjakan oleh orang lain sebagai karyawan, ingin memiliki waktu yang luang, pergi ke manapun yang disenangi, menjadi investor ke berbagai bidang perusahaan, menuntut ilmu ke berbagai belahan dunia.

salah satu cara untuk merealisasikannya, adalah menerapkan karakter bisnis ala Rosulullah, yaitu: shiddiq, amanah, tabligh, fathonah. harapanku akan segera terwujud, apabila saya berusaha dengan semaksimal mungkin, dan lebih ekstra dari biasanya, dampaknya mungkin tidak akan saya rasakan langsung secara instan, tapi pengaruhnya akan terasa dalam jangka panjang, di dalam syair Arab dikatakan: “Jika Besar Kemauannya, maka akan menemukan jalannya“. kuserahkan segalanya kepada sang khalik, pencipta seluruh manusia dan segala apa yang dimiliki-NYA, kekuasaan-NYA apa yang ada di langit dan di bumi, dan tidak ada seorangpun hewan melata di dunia ini yang tidak dijamin rezeki oleh-NYA