Kemana Anak-anak Itu

Mei yang panas dan jarang hujan Batang-batang payar menengadah ke langit Berujung bulu-bulu lembut abu-abu Anak-anak memetiknya untuk bermain perang-perangan dan raja-rajaan Klorenkim basah-masnis Disusun Mempersiapkan Oktober panen raya Para petani berduyun Menebang batang-batang tebu merah Siap diangkut dengan truk-truk ke pabrik Di Bulan Oktober Tanah dialiri air diesel Segar, basah, menyejukkan Tanah dibalik bergantian […]

Read More Kemana Anak-anak Itu

Puisi Cerpen: Sunyi

Ini sebuah puisi bernapas cerpen. Kalau di sekolah dulu diajarkan tentang prosa liris ya. Ya semacam itu. Apapun namanya, yang penting ada yang kutulis di Ikatan kata, wadah menulis yang sudah hampir tiga bulan tak kusambangi. Semoga teman-teman berkenan. 😊🙏 SUNYI Sunyi adalah sahabatku. Sudah lama aku mengenalnya.  Dia tak terlihat oleh mata, namun terasa […]

Read More Puisi Cerpen: Sunyi

Tanpa Makna

Menanti dan menundamemupuk asa untuk meraih sempurnaberkhayal berlimpah anugerah dari semestatanpa ada usahatak sadar sia-sia belakasebatas ilusi tak kasat matawaktu pun terbuang percumaakhirnya menuadan tiadatanpa makna Pematangsiantar, 27/ 05/2021 -Gassmom-

Read More Tanpa Makna

Pelangi dalam Aksara

Puisi adalah energiEnergi dari saripati kehidupanLarut dan luruh dalam tulisanAksara bermakna, berjiwaNyalakan renjana dalam sukmaGaungkan ragam rasa laksana pelangiIntuisi, afeksi, emosi merupakan inti Dunia terikat dan terkait kata-kataAbadikan suka nan citaLantas mengapa mesti murung meranaAksara bernyawa, berceritaMenulislah, berkisahlah, berbagilah Aral dan ujian saling berkelindanKompetisi antara rival tak terelakkanSemangat hidup adalah bahan bakarAndalkan usaha, syukur serta […]

Read More Pelangi dalam Aksara

Puisi yang Kau Minta: Senja Sewarna Rindu

Saya mencari inspirasi untuk mengerjakan KETIK12 ini dengan membaca bait-bait puisi yang berceceran di timeline Twitter. Cukup lama. Namun usaha itu ternyata tak kunjung memberikan apa yang saya inginkan jua. Saya mulai berpikir untuk— bagaimana jika saya menyalin-tempel salah satu lirik lagu Rhoma Irama saja agar cepat selesai? Yah, itu ide buruk dan tidak kreatif. […]

Read More Puisi yang Kau Minta: Senja Sewarna Rindu

Mengingat Daster Ibu

Sibuk mengetuk-ketukdaun pintu, daun rindujuga telapak tangan kekasihyang minta disimpan ke saku.  Aku mengingat-ingat pesan Ibubahwa sibuk adalah kutukanserupa daster yang ia kenakandan ia cuci bersamaan.  Sibuk juga merupa senyum-senyum yang terlepas daribibir Ayah ketika mengingatdaster Ibu yang penuh kesibukan. Kesibukan merupa sibuk yang hariini dikenakan di mana-mana. Di kakiatau di tangan juga di matamu […]

Read More Mengingat Daster Ibu

Puisi Satu Kata| Rumah

kembalilah ke rumah, Sayang obati lelahmu dengan  secangkir teh hangat dan koran baru yang selalu menemanimu di beranda di pagi hari yang merekah ingatlah, Sayang! tentang mimpi kita dulu saat tinggal di rumah sewa yang setiap hari dijatah airnya sejak itu kamu rajin melukis rumah kita di atas awan dengan perabotan dan taman yang kita […]

Read More Puisi Satu Kata| Rumah