Suatu ketika

suatu ketika aku ucapkan padamu:selamat tinggal kata-katayang aku sendiri tak tahu mengapa harus kuucapkan kalimat itu mungkin aku lelahatau sedang jatuh cinta padadunia yang lainyang lebih memberi arti dari pada kata-kata yang terurai:semu suatu ketika aku bergegas melupakandunia yang pernah aku singgahiaksara yang pernah kurajut bersama mimpihingga suatu hari aku bertanya padamukamukah jalan itu?dan aku […]

Read More Suatu ketika

Menulis Puisi Saja, Boleh Kan?

Ada kata demi kata yang harus kutulis sempurna.. Bumbu-bumbu cinta menyatu dengan alurnya.. Dan sekarang aku tak tahu harus mulai dari mana? Dari kata apa atau dari kata siapa? . Mereka tahu menulis bukan sekedar menulis saja, kan? Hehehe.. Banyak yang bilang seperti itu di panggungnya.. Dan ketika kehabisan tinta, aku harap ada ilham yang […]

Read More Menulis Puisi Saja, Boleh Kan?

Bagaimana Akan Berlanjut?

Kian waktu kian menyusutMau tidak mau menghadirkan kecutSeolah tak ada asa berkuasa melecutGamang ternyata walau bukan karena pengecutKetika eforia semakin pudar bahkan surutTimbul tanya, bagaimana pesta akan berlanjut?Gassmom, 20 Oktober 2021

Read More Bagaimana Akan Berlanjut?

Kemana Anak-anak Itu

Mei yang panas dan jarang hujan Batang-batang payar menengadah ke langit Berujung bulu-bulu lembut abu-abu Anak-anak memetiknya untuk bermain perang-perangan dan raja-rajaan Klorenkim basah-masnis Disusun Mempersiapkan Oktober panen raya Para petani berduyun Menebang batang-batang tebu merah Siap diangkut dengan truk-truk ke pabrik Di Bulan Oktober Tanah dialiri air diesel Segar, basah, menyejukkan Tanah dibalik bergantian […]

Read More Kemana Anak-anak Itu

Puisi Cerpen: Sunyi

Ini sebuah puisi bernapas cerpen. Kalau di sekolah dulu diajarkan tentang prosa liris ya. Ya semacam itu. Apapun namanya, yang penting ada yang kutulis di Ikatan kata, wadah menulis yang sudah hampir tiga bulan tak kusambangi. Semoga teman-teman berkenan. 😊🙏 SUNYI Sunyi adalah sahabatku. Sudah lama aku mengenalnya.  Dia tak terlihat oleh mata, namun terasa […]

Read More Puisi Cerpen: Sunyi

Tanpa Makna

Menanti dan menundamemupuk asa untuk meraih sempurnaberkhayal berlimpah anugerah dari semestatanpa ada usahatak sadar sia-sia belakasebatas ilusi tak kasat matawaktu pun terbuang percumaakhirnya menuadan tiadatanpa makna Pematangsiantar, 27/ 05/2021 -Gassmom-

Read More Tanpa Makna

Pelangi dalam Aksara

Puisi adalah energiEnergi dari saripati kehidupanLarut dan luruh dalam tulisanAksara bermakna, berjiwaNyalakan renjana dalam sukmaGaungkan ragam rasa laksana pelangiIntuisi, afeksi, emosi merupakan inti Dunia terikat dan terkait kata-kataAbadikan suka nan citaLantas mengapa mesti murung meranaAksara bernyawa, berceritaMenulislah, berkisahlah, berbagilah Aral dan ujian saling berkelindanKompetisi antara rival tak terelakkanSemangat hidup adalah bahan bakarAndalkan usaha, syukur serta […]

Read More Pelangi dalam Aksara

Puisi yang Kau Minta: Senja Sewarna Rindu

Saya mencari inspirasi untuk mengerjakan KETIK12 ini dengan membaca bait-bait puisi yang berceceran di timeline Twitter. Cukup lama. Namun usaha itu ternyata tak kunjung memberikan apa yang saya inginkan jua. Saya mulai berpikir untuk— bagaimana jika saya menyalin-tempel salah satu lirik lagu Rhoma Irama saja agar cepat selesai? Yah, itu ide buruk dan tidak kreatif. […]

Read More Puisi yang Kau Minta: Senja Sewarna Rindu