Belajar Puisi

Kita mulai hal ini dengan mengubah mindset.

Sebenarnya, syair yang aku buat tidak selayaknya di publish. You know. Manusia punya rasa kurang puas dan rasa menghargai diri yang rendah. Apresiasi terhadap suatu karyanya sendiri pun harus di kubur dalam-dalam karena rasa tersebut. Kata kerennya overthinking. Yap, betul.

Lalu, haruskah aku menyudahi perjalanan menulisku? Tentu tidak.

Kita layak berkarya dan berekspresi untuk mengungkapkan reaksi kita terhadap suatu hal yang kita senangi bukan? Dengan dalih tersebut, aku memilih melanjutkan belajar menulis mulai dari ikut event menulis, lomba cerpen, lomba puisi, ikut grup kepenulisan, kelas menulis online dan lain-lain.

Menulislah maka kamu akan bahagia, membacalah maka kamu mengenal dirimu sendiri.

Seno Rahmanto

Berkarya adalah suatu hal yang mengasyikkan. Tidak ada batas berekspresi dalam berkarya. Batas karya adalah norma-norma agama dan masyarakat serta negara. Jika tidak melanggar hal tersebut kita sah-sah saja berkarya. Dan jangan plagiat!

Ketika aku sudah punya beberapa karya, sudah sepatutnya aku publish. Dan kita tetap terus berkarya sampai tua nanti. Untuk memberikan jejak baik kepada anak cucu kita kelak.

Dan hari ini aku dikirimi hasil belajar dari kekasihku, dia ingin bisa menulis. Dia mendukungku. Dia sama sepertiku dan sepertinya antusias untuk belajar lebih baik dariku. It’s great!

Malam Kalut

Malam semakin larut..
Diri ini pun semakin kalut..
Hati semakin tak terbentuk sebab rindu telah terbalut ..
Terbalut oleh gelapnya kabut..

Sayangku, 13 Oktober 2022

PR pertamanya adalah menulis puisi bertema malam. Kenapa puisi? Apa menariknya puisi itu? Syair seperti itu tidak layak dijual dan minim pembaca!

Pernyataan di atas ada benarnya dan ada salahnya. Aku tidak akan membahas itu dan yang terpenting adalah berkarya. Berkaryalah dari yang paling mudah. Sesuaikan dengan tingkat pengetahuanmu.

Menurutku berpuisi itu adalah suatu cara mendiskripsikan suatu hal dengan cara yang paling indah dituliskan dan dibacakan. Berpuisi adalah refleksi diri untuk mengungkapkan hal yang kita rasa, unik dan menarik. Tanpa batas ruang dan waktu.

Seno Rahmanto

Hal ini yang membuatku merasa rileks dan mudah untuk berekspresi. Dengan sentuhan kecil, suatu karya akan mendapatkan tempat yang baik di khalayak umum.

Aku sangat berterimakasih kepada kekasihku yang telah support demi kelanjutan Hal yang Kita Sukai.

Artikel ini sudah publish di sini.

Advertisement

2 thoughts on “Belajar Puisi

  1. Sen, aku sudah baca pos terbarumu. Semangat menulisnya terasa sekali.

    Namun, ada beberapa hal yang bisa kamu perbaiki:
    1. Merubah (mengubah)
    2. Mensupport (mendukung atau tulis saja support -dengan cetak miring-)
    3. Publish (tulis cetak miring)
    4. Overthingking (Overthinking)
    5. Tanda titik cukup 1, tidak perlu banyak. Kecuali elipsis, itu pun untuk tujuan tertentu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s