Puisi Satu Kata| Rumah

kembalilah ke rumah, Sayang obati lelahmu dengan  secangkir teh hangat dan koran baru yang selalu menemanimu di beranda di pagi hari yang merekah ingatlah, Sayang! tentang mimpi kita dulu saat tinggal di rumah sewa yang setiap hari dijatah airnya sejak itu kamu rajin melukis rumah kita di atas awan dengan perabotan dan taman yang kita […]

Read More Puisi Satu Kata| Rumah

Kidung Untuk Benur

Orang-orang pesisir berdendang suka ria Menyambut kelahiranku di bawah bulan purnama Layar-layar dikembangkan sauh diangkat Mereka pergi menengokku buat memberi berkat Sambil menitipkan impian-impian Dalam kidung sederhana penuh pujian Kidung orang-orang pesisir Adalah alunan ombak yang membawa remah-remah makananku Adalah desir angin yang mengusir para pemakanku Adalah setiap cangkang yang terkelupas dari tubuhku Adalah kesabaran […]

Read More Kidung Untuk Benur

Mangut Kepala Manyung

Semarang, si kota lama Di mana empat budaya berbaur Dari pesisir utara yang menggema Raden Pandanarang yang menjadi figur Semarang, si kota tua Di mana kisah kita bergita Engkau yang berani berbagi rasa Dengan tampilan yang sangat jelita Mangut kepala manyung Nama yang terdengar ambigu Namun rasamu begitu terlalu Sajian endemik dari port of Java […]

Read More Mangut Kepala Manyung

Puisiku

Foto : Dokumen Pribadi Bersabar Oleh : Rahmadina Tiada hidup tanpa duka Tiada tahun tanpa lara Tangis menghampiri seiring nestapa Menguji keimanan seorang hamba Cobaan demi cobaan datang menerpa Dari pagi buta hingga senja tiba Bertubi menimpa penghuni dunia Tanpa pandang kasta dan tahta Terkadang membuat putus asa Terkadang membuat sakit jiwa raga Namun, ingatlah […]

Read More Puisiku

WAKTU

Nyatanya, dia pergi seperti Januari ke Februari mereka juga pergi dan berlalu namun, hari ini, dia kembali dalam mimpiku, mimpi yang sembunyi pada kisi-kisi putus asa semalam dan harapan esok hari ia kembali menjelma April ini, dalam mimpi setelah bersepatu dan merajah tanah dengan jejak sejarah Dari beranda, ada hari-hari dari Maretku; Maret kita bagai […]

Read More WAKTU

d o a

Aduuuh ya amplop. Jika saya bilang saya enggak bisa bikin puisi, itu betul. Tepatnya, saya bisa bikin puisi, tetapi biasanya ngasal. Hahahahahaha. Dari awal lihat daftar ketik, rasanya sudah deg-deg ser menanti KETIK 12 tiba. Dan ini pertama kalinya saya bikin ketik dalam balutan rasa tidak percaya diri.

Read More d o a

Distikon

Puisi bagi saya adalah satu di antara banyak wadah untuk menuangkan hasil olah fikiran yang sulit terungkap oleh lisan. Puisi akan mengantarkan kita pada kepuasan tersendiri, setelah menggoreskan pena pada selembar kertas apalagi menuliskan tentang kenangan yang sudah lama tak pernah bisa terlupakan ehh, ehh baper lagi. Kali ini saya akan menuliskan satu di antara […]

Read More Distikon