Categories
KETIK

Teman Terbaik

pexels-holiho-1105860

Kata orang, semakin bertambahnya usia maka akan semakin berkurang teman yang kita miliki. Sepertinya hal itu juga terjadi kepadaku, tapi sesungguhnya sejak dulu pun aku tidak punya banyak teman, apalagi teman dekat. Karena itu, tugas Ketik 7 ini lumayan sulit untuk dikerjakan. Setelah memikirkannya sekian lama, mungkin ini beberapa orang yang bisa kusebut sebagai teman baik, dulu maupun sekarang, yaitu :

Categories
KETIK

Tujuh Orang yang Paling Berarti

Saya tak punya kemewahan yang orang biasa sebut dengan teman. Entah karena saya yang begitu introvert ataukah di tempat baru ini, teman memang susah dicari. Tentang ini, saya pernah membahasnya di blog pribadi. Sebuah tulisan berjudul Tak Punya Teman, yang menceritakan kondisi pertemanan di usia paruh baya yang tak lagi sesederhana pertemanan ketika kita kecil dulu.

Nah, di Ketik ketujuh ini saya diminta menyebutkan sekaligus menggambarkan tujuh orang terdekat yang berada dalam lingkaran kehidupan saya sehari-hari. Jujur, persoalan ini cukup sulit buat saya. Sebenarnya bisa mudah, tapi menjadi sulit karena saya ingin terlihat normal, ingin terlihat seperti kebanyakan orang.

Categories
KETIK

Tujuh Teman Terindah

In My Life

There are places I remember

All my life, though some have changed

Some forever, not for better

Some have gone and some remain

All these places had their moments

with lovers and friends, I still can recall

Some are dead and some are living

In my life, I’ve loved them all

-The Beatles-

Salah satu lagu The Beatles yang berkesan dalam hidup saya adalah In My Life. Lagu ini bercerita tentang tempat dan teman yang tersimpan dalam hati kita walaupun kita telah berpisah dengan semua itu. Seperti disebut dalam liriknya, di antara banyak tempat dan teman, tentu ada satu dua yang istimewa. Saya tidak hendak membedakan teman yang satu dengan yang lain. Namun, perjalanan hidup ini mengajarkan saya bahwa ada chemistry yang bermain dalam suatu hubungan pertemanan.

Saya punya seorang teman, sebut saja namanya Juli. Kami bersekolah di sekolah yang sama sejak TK sampai universitas. Bahkan rumah kami bertetangga. Namun, entah mengapa, saya dan Juli tidak pernah berbagi cerita dari hati ke hati. Di sisi lain, ketika baru jadi mahasiswa, saya bertemu teman baru yang sampai saat ini jadi teman asik dalam suka dan duka. Pastinya ini tidak terlepas dari sunnatullah, bukankah Allah yang menjadikan kita berpasang-pasangan? Nah, dalam Ketik7 ini saya akan mencoba menggambarkan tujuh teman tempat saya berbagi suka dan duka.

 Teman kuliah yang saya sebut di atas tadi punya sifat cuek, apa adanya. Tidak ragu dalam mengemukakan pendapat, dia menjadi sparing partner saya dalam berdiskusi macam-macam topik. Salah satu kesukaannya adalah traveling, membuat kami sering sama-sama menjelajah kampus, gunung, dan laut. Jelajah kami yang paling anyar adalah ke Taman Nasional Baluran tahun lalu. Sudah lama kami hanya bersua lewat media daring. Dia masih apa adanya, pekerja keras, selalu optimis, dan ceria.

Teman berikutnya yang ingin saya perkenalkan adalah Ibu Atria. Saya pernah menulis tentang dia di blog pribadi saya. Pembawaan supel dan ramah melengkapi wajah manisnya. Ibu Atria ini tempat curahan hati dan meminta tolong orang “sekampung” karena sulit mengatakan tidak. Sifatnya ini lama kelamaan luntur karena sering saya kritik, hehehe. Sekarang, dia sudah dapat berpikir dulu sebelum mengatakan iya. Berteman dengan ibu yang satu ini membuat saya belajar cara berempati dan menanggapi kesusahan orang lain secara humanis. Dia suka mengajak saya ke tempat-tempat makan berkelas, sebaliknya saya suka mengajak dia jajan di pinggiran. Langit dan bumi bertemu dalam persahabatan kami.

Teman baik saya tidak melulu cewek, ada juga yang cowok. Persahabatan kami terbentuk secara perlahan, dibangun oleh banyak peristiwa yang saya sendiri tidak menyadari. Awalnya, karena terlibat dalam organisasi kemahasiswaan, kami sering berbagi strategi dan solusi. Teman saya ini betawi tulen. Sepertinya orang Betawi kalau bicara selalu nyablak (ini yang saya tangkap sewaktu menonton Si Doel Anak Betawi). Tetapi teman saya ini bicaranya selalu hati-hati. Dia rada-rada idealis, bersedia kerja di lapangan asal sesuai dengan passion nya. Dia juga sangat pemurah. Saya selalu dapat mengandalkan dia bila ada teman yang perlu bantuan, terutama bantuan keuangan.

Teman yang berikut adalah kolega saya. Umurnya lebih tua empat tahun. Namanya Andi. Orang kadang tertukar menyebut nama kami karena bunyinya mirip. Andi dan Dian, kalau diulang-ulang memang jadi tertukar. LOL. Kolega saya ini orangnya tegas, bahkan terkesan galak. Saya dan kolega lain pun, yang sudah lama berteman, masih suka kaget kalau menerima kata-katanya yang tidak dapat ditawar. Andi keturunan Bugis, tapi lahir dan besar di Jambi. Karena suami saya juga Bugis dan kota kelahirannya bertetangga dengan keluarga Andi, sejak awal dia sudah curiga bahwa kami bersaudara. Teka-teki itu terjawab ketika kami mengikuti seminar di Brunei Darussalam dan bertemu dengan keluarga kakak Andi yang sudah beberapa tahun bekerja dan menetap di sana. Percakapan pertama suami saya dengan kakak ipar Andi langsung membuka simpul kekerabatan kami. Lucunya, saya dan Andi langsung berpelukan dan berseru, “Ternyata benar, kita keluarga!” Siapa sangka, saya malah menemukan keluarga baru di negeri orang. Sungguh, hanya Allah yang mampu menyambung tali silaturahmi kita. Omong-omong, Andi ini perempuan, ya.

Rasanya tidak benar bila saya tidak memasukkan suami saya di sini. Hanya, saya tidak perlu menulis panjang-panjang tentang dia. Orang bilang wajahnya ganteng. Orang bilang dia bisa diandalkan. Yang jelas sampai saat ini dialah yang mau menerima semua kekurangan saya dan mencoba mengerti. Saya selalu merasa bahwa saya adalah orang yang sederhana, tidak banyak menuntut. Tetapi, tentu saja itu SALAH BESAR. Ah, andaikan suami saya tidak mengasihi saya pastilah dia tunjukkan daftar tuntutan saya melebihi tinggi Tugu Monas.

Orang yang menjadi pamungkas pos ini adalah Ibu saya. Ibu adalah ibu dan teman sejati saya. Ibu saya tipe ibu rumah tangga dengan spesialisasi perawat gigi. Keahliannya sebagai ibu rumah tangga segudang: memasak, menjahit, mengatur keuangan, membacakan cerita pengantar tidur siang, menjaga rumah tetap apik, dan masih banyak lagi. Sewaktu berganti profesi menjadi asisten dokter gigi dia terampil membersihkan karang gigi, termasuk menambal gigi yang bolong. Dengan segudang pengalaman, ibu saya adalah teman yang sangat berharga yang tidak ada duanya.

Categories
KETIK

My Circle

Sumber foto : Fimela.com

My circle? Lingkaran saya maksudnya? Yah, pastinya hanya sedikit. Karena saya orang yang cukup pendiam, tidak supel, jadi tidak terlalu banyak juga lingkaran pertemanannya ataupun orang-orang yang dekat dengan saya, bisa sampai hitungan jari saja.

Karena hanya sedikit, saya akan mendeskripsikan mereka yang cukup dekat. Sebenarnya tidak terlalu dekat juga, sih.

Categories
KETIK

Perspektif Rasa dari Seorang Sahabat

Bicara tentang orang terdekatku sekarang ini, aku bakal cerita mengenai mereka yang kuanggap sahabat.  Aku urutkan dari yang paling lama kukenal.

Diurutan pertama ada kawan LDR-an, namanya Sarita. Kenal sudah dari zaman SD, cuma dekatnya baru sejak SMA. Sarita ini memiliki rambut hitam lurus mirip bintang iklan sampo dan badannya berisi tapi tidak tinggi.

Dia cewek yang ceria, cendrung heboh, pintar, dan tipe yang senang berpetualang. Lengket banget sama dia sewatu jaman putih-abu. Kemana-mana selalu bersama, baik main dan juga mengerjakan tugas sekolah.

Berteman dengan dia sangat seru. Aku sering diajak melakukan kegiatan anti-mainstream. Seperti  mengintai orang yang dia suka, nekad bertamu ke rumah cowok itu demi bertemu ibunya, dan menjaring ikan di kolam milik cowok itu. Luar biasa perjuangan dia buat dapat perhatian dari orang yang disukainya.

Selanjutnya adalah kawan satu kosan, namanya Ella. Dia tipe perempuan tomboy. Rambutnya selalu pendek dan berwarna coklat muda. Kelihatan galak dari luarnya, karena fisiknya yang tinggi besar, tapi orangnya asik banget kalau dah nyambung sama dia.

Kawan dia kebanyakan cowok, makanya mentalnya itu beda sama cewek kebanyakan. Lebih sangar dan tidak suka diatur. Tipe yang langsung berontak saat ada hal yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Kadang juga suka bikin aku emosi, lantaran wataknya yang keras kepala dan agak egois. Ella juga tipe yang ambisius mendapatkan apa pun yang dia mau.

Lalu, aku bakal ceritain kawan-kawan yang mengisi hari-hariku di kampus.

Ada dua sohib yang seringnya aku ajak ngopi bareng. Mereka adalah Tira dan Isa. Mereka ini banyak miripnya. Dari umur mereka yang seumuran, setahun lebih tua dariku dan sifat-sifat mereka juga lumayan mirip. Mereka sangat sederhana, tidak suka keribetan dan juga kalem. Yang membedakan adalah Tira ini bertubuh mungil sedangkan Isa berbadan jangkung.

Saat bersama mereka aku malah mirip sales yang lagi menawarkan produk, lebih berapi-api dan terlalu heboh bercerita, sedangkan reaksi mereka tetap tenang. Aku bisa sangat terbuka dengan mereka berdua, tidak sungkan mau curhat apa saja kepada mereka. Itulah akan selalu menyenangkan menghabiskan waktu bertiga.

Kemudian ada si Dwi yang juga teman sekelas dan kawan ngopi. Dwi yang paling sering main ke kosanku, malahan suka sampai menginap. Aku dan Dwi tingginya sama, hanya saja postur badannya lebih berisi dibandingkan diriku. Dimanapun dia selalu menggunakan rok. Katanya sudah kebiasaan dari kecil.

Sifatnya agak sedikit manja. Makanya dia ingin selalu ada temannya ke mana-mana. Paling penakut juga, jadi hal-hal yang bersinggungan dengan dosen selalu minta saran lebih dulu ke kami. Namun, dialah yang paling rajin dari kami berempat. Seringnya, tugas kuliah dia selesaikan duluan tapi lucunya tetap saja masih menunggu kami juga untuk mengumpulkannya.

Berikutnya ada Erly, sang pemecah telor karena dia ini baru saja menikah. Aku turut bahagia mendengarnya, walau sedikit kecewa karena keadaan sekarang tidak memungkinkan untuk hadir di acaranya. Erly ini mirip putri salju, lantaran kulitnya putih banget, aku sering minder sendiri jalan di sebelahnya.

Dia anak sulung sama sepertiku, jadi kami cocok mengeluhkan tanggung jawab anak sulung bersama. Dia juga yang paling responsif dari yang lainnya, lebih mudah bertanya hal mendesak padanya dan juga untuk curhat kepadanya lebih nyaman, karena dia ini begitu pengertian.

Satu lagi ada cewek cantik dan lembut, aku memanggilnya Mbak Mut. Usianya terpaut dua tahun lebih tua dariku, tapi wajahnya sangat irit, masih imut-imut kayak anak SMP. Kulinya juga putih tidak beda jauh sama Erly. Pokoknya kalau lihat parasnya itu buat adem.

Pembawaan Mb Mut yang mengayomi dan suka membantu menjadikan dia mudah disayangi. Kurasa Mbak Mut ini adalah orang yang paling sering aku repotin. Eh, bukan aku saja, tapi yang lainnya juga. Kami merasa seperti punya kakak yang dapat diandalkan saat situasi genting dan kepepet. Sangat lembut dan baik luar dalam sih orangnya.

Terakhir, ada si ceriwis, namanya Oyik. Dia punya kulit sawo mateng dan paras yang sangat ayu. Sebenarnya, kami ini setipe. Tipe anak manis yang bawel dan heboh.

Kami berdua layaknya sepasang pembuat rusuh. Bisa dipastikan ribut deh kalau sudah bertemu. Ributnya bukan kayak cekcok atau berdebat gitu, hanya saja kami ini agak kelewatan lebay kalau menanggapi sesuatu, dan terlalu bersemangat saat bercerita.

Sifat identik lainnya adalah sama-sama pemalas. Sifat yang terakhir itu menjiplak, sangat serupa kadarnya. Kami berdua sering sekali menjadi makhluk yang paling terakhir mengerjakan tugas. Paling-paling buntunya cuma menyalin tugas punya Mbak Mut.

Aku rasa cukup sudah mendeskripsikan sosok mereka dari sudut pandangku. Mereka tetap punya peran dan warna sendiri dalam hidupku. Keberadaan mereka pun kuakui begitu berarti mengisi hari-hariku. Di sudut hatiku terdalam aku tahu benar bahwa aku sangat senang memiliki mereka sebagai sahabat-sahabatku.

Categories
KETIK

Tujuh Orang Pilihan Di Antara Sekian Banyak Pilihan

Setiap orang pasti punya orang-orang terdekat yang selalu membuat hidup mereka lebih berarti. Dengan adanya orang terdekat setiap kita akan merasa dicintai dan dihargai juga diharapkan untuk terus ada dan merasa dibutuhkan. Tentu saja hal itu serupa dengan aku, berikut akan aku sebutkan orang-orang terdekat yang selama ini sudah benar-benar menjadi bagian di hidup aku.

1. Ibu
Ibuku yang cantik itu, adalah perempuan hebat yang tidak pernah lelah untuk menjadi yang terbaik untuk anaknya. Dengan segala upaya dan usahanya beliau selalu memberikan yang terbaik untuk aku juga keluarga. Ibu adalah sosok yang paling berpengaruh untuk hidupku yang sudah diusia seperempat abad ini, beliau jugalah yang mendukung untuk semua usaha dan pekerjaanku.

2. Bapak
Tidak ada kata yang lebih manis untuk pria yang selalu membuat aku tenang ketika disampingnya. Bapak adalah orang yang mencinati keluarga juga aku, anak terakhirnya yang bandel. Beliau suka sekali mengajak aku pergi untuk sekadar makan atau mencari udara segar demi menuntaskan sedikit penat sehabis bekerja. Beliau yang selalu menuruti mauku dan tidak pernah mengeluh sedikit pun untuk setiap hal yang terkadang susah beliau kabulkan.

Kata orang, anak perempuan akan sangat dekat dengan bapaknya dari pada ibunya. Bagiku sama, beliau tidak pernah bisa dipisahkan satu sama lain dalam hidupku.

3. Novia Eka Ambarwati
Seorang perempuan yang usianya sama seperti aku, dia suka sekali makan kepala ikan nila bakar. Novia adalah sahabat yang sudah hampir tujuh tahun ini melengkapi hidupku. Sahabat yang menurut aku mau dan tidak sungkan nurutin apa yang aku minta dan pengen. Tapi dia sekarang sudah punya anak, meski begitu persahabatan kami tidak pernah berhenti.

4. Fatimah Putri Chandra Dewi
Dia teman dekatku juga, aku, dia dan Novia Eka adalah teman sepermainan. Fatimah atau yang sering dipanggili Imeh ini punya tai lalat yang sama seperti aku di atas bibir, tempatnya pun sama. Kadang kalau foto ada yang tanya, “Apakah saudara?” Hanya mirip tai lalatnya saja sebenarnya. Dia orang yang iseng banget, humoris dan bisa buat temen-temennya ketawa dengan cara dia yang unik.

5. Azakia Moza Pangesti
Perempuan dari Jawa Barat yang suka sekali makan cokelat, dia adekku. Sekarang umurnya dua puluh tahun. Dia suka sekali masakan seblak dan jajan. Suka habisin uang kakaknya hanya untuk jajan aja. Azakia ponakan yang ngeselin tapi kalau tidak ada dia rasanya kurang greget hidup aku karena tidak ada yang ajakin jajan.

6. Novi Anggoro Wati
Sudah hampir dua tahun ini dia merantau, karena virus covid-19 ini juga, jadi dia tidak bisa balik ke kampung. Dia temen yang rumahnya tidak jauh dari rumahku. Seorang perempuan yang menurutku nekat dan punya keinginan keras untuk mencapai suatu hal. Tapi jangan pernah mengajak dia untuk bernyanyi karena nada yang dia hasilkan akan jauh jalurnya dari yang biasa didengarkan.

7. Novi Pratamawati
Kontak di gawaiku memang dominan dengan nama Novi. Ada sekitar empat orang yang bernama sama, termasuk perempuan yang satu ini. Dia sama seperti Novi Anggoro, rumahnya dekat denganku. Dia kerja di rumah sakit dan karena Covid-19 juga jadi kami jarang bertemu. Alasannya tentu karena dia kerja di rumah sakit jadi mau tidak mau kami harus jaga jarak dan saling menjaga. Biasanya kami bertiga yang suka ke sana ke mari dan jajan, tapi karena satu atau dua hal jadi kebersamaan kita harus tergadai oleh keadaan. Meskipun demikian, komunikasi kita tetep lancar.

Demikian yang bisa aku ceritakan dan tujuh orang terdekatku, mungkin masih ada beberapa. Tapi aku rasa cukup. Terima kasih-

– perempuan aksara.

Categories
KETIK

My Circle

Pada post kali ini, saya ditantang untuk menulis latihan ketik 7 mengenai my circle dengan syarat no typo. Menurut saya, ini merupakan tantangan yang sulit bagi penulis pemula seperti saya. Namun, lebih baik dicoba dari pada terus bertanya apakah saya bisa? gagal atau berhasil itu relatif. Jadi, berikut ini adalah 7 circle manusia paling dekat dengan diri saya di muka bumi ini.

  • Ibu saya, dia memiliki fisik yang lucu, kecil dan mungil. Matanya sipit dengan rambut yang sudah banyak dihiasi putih-putih. Ia suka menonton televisi dengan saluran televisi kesukaanya yaitu indosiar. Di sisi lain, saya sangat suka memakan masakan dia karena dia lihai sekali dalam memainkan alat masak serta memadukan rasa.
  • Ayah saya, dia seorang yang bisa cukup tinggi. Seseorang yang anti dengan hari libur serta identik dengan asap rokok dan kopi hitam. Mungkin keduanya merupakan kombinasi terbaik baginya.
  • Kakak perempuan saya, tinggal di daerah pinggiran utara kota Jakarta. Seorang yang pandai bergaul, ramah, dan dia baik suka memberikan saya jajanan kecil sewaktu belum menikah kalo sekarang saya suka minta dimasakin makanan. Dulu kami sering bercanda dan pastinya bertengkar, namun seiring waktu dan bertumbuh dewasa yang namanya bertengkar sudah berkurang atau mungkin sudah tidak pernah terjadi lagi. Mungkin hubungan adik kakak tidak lengkap kalau tidak adanya pertengkaran. Haha…
  • Maman, merupakan seorang yang jago dengan kata-kata plesetan. Terlahir menjadi anak bontot sama seperti saya membuat kita menjadi satu frekuensi. Dia tidak terlalu tinggi, lebih tua satu tahun dari saya. Memiliki seorang kakak perempuan yang memiliki paras rupawan hingga sekarang. Kalau ketemu dia, saya selalu menanyakan kabar kakak perempuannya bukan dia. Haha… Tapi, menurut saya dia orang yang baik untuk dijadikan teman, kenapa? ada beberapa hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
  • Michael, dengan wajah polos, kulit kuning langsat dan dengan nama pasaran tersebar di berbagai penjuru bumi. Dia merupakan teman baik semasa SMP. Penyuka lagu-lagu klasik zaman dulu dan dia merupakan teman deket pertama saya yang menikah paling awal di umur yang masih sangat muda sekali. Sekarang dia sudah memiliki dua orang anak, saya kalah dong!
  • Timmy, kalau ini merupakan sang legenda contek menyontek di sekolah saya. Dia merupakan partner seperjuangan ketika kelas 8 ( 2 SMP ) untuk kongkalikong dalam menyontek demi naik kelas. Berbagai trik contek mencontek sudah kami terapkan dan uniknya kami tidak pernah ketawan oleh guru padahal kita berdua duduk di depan. Tertarik untuk ilmu contek menconteknya?
  • Tom, kenal sama dia belum lama tapi untuk intensitas dalam pertemanan melalui digital cukup dekat. Memiliki tinggi tubuh ideal 180 cm, penampilan trendy dan kehidupan sosialita selalu berdampingan dengan dirinya. Bertemu dengan dia pertama kali ketika sedang masa probation kerja di salah satu perusahaan di Indonesia. Sekilas tentang dia, dia itu mirip dengan penyanyi dari negeri Tiongkok yang terkenal dengan lagu “Ni Hao Bu Hao”.

Sekilas mengenai circle saya dalam kehidupan ini, semoga dengan adanya circle yang baik dapat membuat kehidupan kalian membaik juga. Karena ada yang bilang kalau lingkungan perteman itu mempengaruhi diri kalian juga. Harapan saya latihan ketik 7 saya tidak ada kesalahan typo dalam penulisan, namun apabila ada mohon maaf karena saya masih manusia biasa. Terima kasih.

Gerry

Categories
KETIK

Lingkaran Saya

Kenalan pertama saya adalah ayah saya. Dia lebih pendek dari saya tapi tampangnya awet muda. Badannya ya seperti badan bapak-bapak tapi yang tidak terlalu obesitas. Dia mengenakan kacamata dan selalu rapi saat keluar dari rumah, sangat berbeda dengan saya yang cuek. Orangnya tertutup tapi sensitif. Dia tidak banyak bicara dan jarang marah. Tapi kalau sudah marah, siap-siap saja bumi terbelah dua haha.

Yang kedua adalah ibu saya. Dulu badannya gemuk! Tapi karena rajin ke dokter dan diet, akhirnya bis aturun banyak. Ibu saya ini adalah orang yang paling tidka bisa diam sejagad raya. Di saat pandemi yang memaksa dia tidak bisa keluar rumah, selalu ada yang dia buat. Sekarang dia lagi suka buat kue-kue. jadi kalau soal memasak, tidak usah diragukan lagi ibu satu ini.

Ketiga adalah kakak saya. Orangnya lebih cuek dari saya tapi sangat setia dengan teman-temannya. Tampangnya mirip dengan saya (kata orang-orang). Seringkali saya disangka seperti kakak saya. Padahal jauh lebih tampan saya. Saat ini dia lagi senang-senangnya bersepda. Dulu dia suka main bola tapi karena sempat cedera jadi tidak diijinkan lagi oleh istrinya.

Categories
KETIK

Tujuh Sahabat Yang Berpengaruh Dalam Hidup

Ketika aku harus mengangkat sebuah tema dari ikatan kata bagaimana aku bisa menceritakan tujuh sahabat yang berpengaruh dalam hidupku. Sejujurnya hal yang mendorong semangat hidupku yang pertama adalah jelas datangnya dari keluarga. Keluarga menjadi sesuatu yang memiliki nilai khusus dalam mencapai semangat hidup.  Hal itu sudah tidak terherankan, karena bukan hanya aku satu-satunya yang berpikir demikian.

Keluarga itu sudah seperti harta yang berharga. Selalu ada dalam suka maupun duka. Orang terdekat dalam lingkaran kehidupan kita. Walaupun di dalamnya tak selalu sempurna, tapi merekalah yang paling utama.

Tapi lain daripada itu tujuanku di sini adalah ingin mengenalkan tujuh sekawan yang juga memiliki nilai penting dalam hidupku. Orang-orang yang selalu berada dalam lingkaran proses hidupku menuju perubahan dan perkembangan. Setiap diantaranya tentu memiliki pesan dan kesan yang berbeda-beda. Baiklah, ini dia urutannya.

Categories
KETIK

Tujuh Kawan Dekat

Cukup sulit bagi saya dalam menyusun materi tulisan ini. Bagaimana caranya mendeskripsikan tujuh kawan terdekat, bila tidak sebanyak itu yang rasanya dapat dianggap dekat.

Meskipun ada, bisa jadi yang bersangkutan malah merasakan hal yang berbeda. Jadi, mohon maaf bila ada perbedaan atau juga kekeliruan persepsi dalam tulisan saya ini.

Lalu siapa saja tujuh kawan terdekat di sepanjang hidup saya?

  • Pak Kur

Saya merasa sangat beruntung karena sempat mengenal pria ini. Berkat dia, saya jadi dapat belajar tentang etos kerja, cara mengatur keuangan, bahkan cara menimbang segala sesuatu sebelum memutuskan sebuah tindakan.

Pak Kur merupakan atasan pertama saya, saat masih bekerja sebagai pramuniaga di toko elektroniknya. Walau kami berbeda ras, tapi ia menganggap semua karyawan seperti adiknya sendiri. Bahkan sampai sekarang ini.

Penampilan Pak Kur hampir serupa dengan profil seorang engkoh-engkoh yang sering ditampilkan di layar kaca. Lengkap dengan kacamata dan gaya tertawanya yang sangat unik.

Sudah hampir setengah tahun saya tidak mendengar kabar dari beliau. Mungkin setelah ini, saya akan coba untuk menghubunginya.

  • Binggo

Tubuhnya tegap, ototnya kekar dan gongongannya menyeramkan. Iya, Binggo bukan seorang manusia. Ia adalah seekor anjing dengan jenis doberman.

Binggo mulai tinggal di rumah saat saya masih berseragam putih dan merah. Ia tidak mengenal apa itu yang namanya kandang dan terbiasa tidur di bawah tempat tidur saya.

Sebenarnya, Binggo lebih tepat disebut sebagai sahabat dari ayah saya. Karena dua bulan setelah ayah saya dipanggil Tuhan, Binggo bersikeras untuk menyusul ke sana.

Selama dua bulan nonstop, Binggo tidak doyan makan, lesu, dan selalu berdiam diri pada setiap harinya. Dokter pun tidak dapat menemukan apa penyakitnya. Kemudian seperti yang sudah kami perkirakan, ia melepas nyawa saat sedang dirawat di dokter hewan.

  • Andriani

Agak lucu bila harus bercerita tentang kisah pertemanan yang satu ini. Awalnya, saat SMA memang kami sudah bersahabat cukup lama. Kemudian memutuskan untuk berpacaran, hanya bertahan selama dua minggu, lalu akhirnya bersahabat kembali saja.

Terakhir, saya bertemu dengannya pada bulan februari kemarin. Saat anak pertamanya berulang tahun yang ke-3. Ia jelas-jelas sudah sangat tampak berbeda bila dibandingkan sewaktu SMA dulu.

Untuk deskripsi fisik lebih jelasnya, tidak akan saya tuliskan di sini. Biarlah seorang wanita menjabarkan fisiknya sendiri. Akan panjang urusannya, bila sampai salah mendeskripsikan sahabat saya yang satu ini.

Tapi yang pasti, intensitas frekuensi kebawelannya semakin luar biasa. Baru kemarin lusa, lewat sambungan telepon, saya terkena semprot karena lupa menyampaikan pesannya kepada ibu saya.

  • Cepot dan Rambo

Keduanya merupakan kucing jalanan yang saya pungut dan pelihara saat sedang tinggal lama di perantauan. Tadinya saya kira mereka sama-sama berkelamin jantan, tapi ternyata Rambo adalah seekor betina.

Jadi mau tidak mau, saya harus mensterilkan keduanya. Tentu saja agar tidak beranak pinak di rumah kontrakan. Lalu hasilnya, Cepot dan Rambo semakin bertingkah seperti layaknya bos besar. Makan, tidur, main sebentar di kasur, bongkar rak sepatu, bikin kotor handuk, kemudian makan lalu tidur lagi.

Cepot berwarna hitam dengan ekor yang buntung, mungkin karena kerasnya hidup di jalan. Sedangkan Rambo, berwarna putih dengan corak abu dan lebih galak daripada seekor anjing doberman.

  • Sabatias

Kami bertemu di belakang kelas 1-C pada suatu sore semasa SMP. Ketika itu, kami berdua sama-sama sedang menunggu giliran untuk dirundung oleh beberapa senior. Alhasil, peristiwa tersebut malah membuat persahabatan kami mulai terjalin.

Butuh waktu berbulan-bulan bagi kami berdua, untuk meyakinkan angkatan kami agar mau melawan balik, bila anak-anak kelas dua dan tiga mulai kembali bertingkah. Dan akhirnya terjadi ‘perang saudara’ di sekolah kami.

Dulu tubuhnya sangatlah kurus, tapi sekarang sudah begitu proposional. Yah, bisa dibilang tipikal cowok kosmopolitan khas ibu kota. Walau begitu, Tias dan saya masih merupakan partner in crime yang cukup kompak sampai saat ini.

  • Lucky

Lucky adalah seekor anjing lagi. Tahun lalu, ketika memutuskan untuk kembali pulang ke kota kelahiran, saya merasa ada yang kurang di rumah jika tidak ada hewan peliharaan.

Kebetulan saat itu, lewat sosial media, adik saya menemukan berita tentang seekor anjing yang dibuang oleh pemiliknya. Tidak butuh pikir panjang bagi saya untuk segera mengadopsi anjing tersebut.

Lucky merupakan anjing yang cukup pintar dan baik sebenarnya. Jadi bingung juga, apa alasan pemilik sebelumnya membuangnya di jalan. Tapi apapun alasannya, membuang hewan peliharaan begitu saja di jalan, bukan sesuatu yang pantas untuk dilakukan.

Saya masih belum paham benar, Lucky adalah hasil persilangan dari jenis anjing apa saja. Kemungkinan ada turunan mini pincher, chihuahua dan dachshund. Tapi yang jelas, ia berwarna coklat tua dan tingginya hanya seukuran betis orang dewasa.