My Circle

Sumber foto : Fimela.com

My circle? Lingkaran saya maksudnya? Yah, pastinya hanya sedikit. Karena saya orang yang cukup pendiam, tidak supel, jadi tidak terlalu banyak juga lingkaran pertemanannya ataupun orang-orang yang dekat dengan saya, bisa sampai hitungan jari saja.

Karena hanya sedikit, saya akan mendeskripsikan mereka yang cukup dekat. Sebenarnya tidak terlalu dekat juga, sih.

Yang pertama, ada Yani. Dia adalah adik kandung saya yang ke-1, jelas, dia cukup dekat dengan saya, meskipun untuk beberapa hal pribadi terkadang kami tidak saling menceritakan. Tapi, untuk beberapa lainnya, ya, kami saling berbagi.

Sifatnya sedikit mirip dengan saya. Agak pemalu, namun ramah dan lebih supel daripada saya. Lingkaran pertemanan dia jelas lebih luas dibandingkan saya. Yang saya sukai dari dia adalah sikapnya yang cukup hangat, karena dia adalah teman bercanda dan bercerita saya yang paling dekat.

Sikap yang tidak saya suka dari dia adalah terlalu sungkan dan tidak enakan, sekalipun kepada orang terdekatnya sendiri, termasuk kepada saya. Misalnya ketika saya tahu dia sedang butuh sesuatu, tetapi dia tidak bilang ataupun meminta tolong kecuali ketika sudah sangat terpaksa. Jadi, saya harus menawarkan bantuan kepadanya, bahkan terkadang dengan sedikit memaksa. Itu karena sifat pemalu dan tidak enakannya tadi.

Penampilan fisik Yani adalah : rambutnya lurus-cokelat alami, kulitnya sedikit kecokelatan, alis melengkung namun cenderung lurus, matanya mirip dengan mata saya, dan orang bilang kami seperti kembar, padahal kami tidak merasa begitu. Mungkin, mirip di wajah saja.

Yang kedua, Bapak. Jelas sekali, beliau adalah orang yang membesarkan saya, sejak saya masih belum mulai bersekolah hingga saat ini.

Hal yang saya kagumi dari beliau adalah pekerja keras, apalagi di saat beliau berjuang menghidupi saya, terutama dalam hal pendidikan. Walaupun tidak ada, diusahakan harus ada olehnya, begitu kira-kira hal yang dilakukannya untuk saya.

Beliau ini orangnya cukup ramah, jarang membentak kepada anak-anaknya, bahkan hampir tidak pernah. Kecuali, jika anak-anaknya sudah benar-benar kelewatan, barulah beliau marah besar.

Yang ketiga, adalah Teh Wulan. Saya biasanya memanggilnya Teh Ulan, atau Kak Ulan dalam bahasa Indonesianya. Dia adalah anak dari kakaknya bapak saya, yang usianya jauh lebih tua dari saya. Sifatnya religius, sabar, supel, rendah hati, dan merupakan anak sulung seperti saya.

Selain itu, dia juga seorang pekerja keras. Jujur, saya kagum padanya. Karena selain mengurus anak-anaknya seorang diri, dia juga mengurus keluarga seperti ayah dan adik-adiknya. Dia adalah single parent dan sudah tidak memiliki ibu, selain itu dia juga harus mencari nafkah sendiri untuk kehidupan diri dan anak-anak.

Luar biasa, dia adalah sosok pejuang bagi saya, karena beban di pundaknya cukup berat, menanggung keluarga dan anak. Dia seperti teman bagi saya, kami sering berbagi cerita, terutama berkeluh-kesah dan tukar pikiran.

Untuk ciri fisik, dia memiliki perawakan khas orang Asia Timur, mata sipit, hidung kecil, kulit kuning langsat, rambut sangat lurus, bentuk wajah oval, bahkan raut wajahnya benar-benar seperti masyarakat oriental. Padahal, dia sama sekali tidak memiliki keturunan Asia Timur.

Yang keempat adalah Rizky. Saya biasa memanggilnya dengan sebutan termanis, yaitu Iki. Dia adalah…orang spesial saya, hahaha. Pasti semua bisa tebak dia siapa-nya saya, yakin.

Sebagai orang terdekat, apalagi di hati, dia adalah teman curhat saya yang ke-3. Tempat saya berkeluh-kesah, sedikit bermanja. Walaupun kami kadang berselisih dan bertengkar.

Dia tidak tinggal satu kota dengan saya, jadi kami menjalin hubungan jarak jauh. Dan dari segi ras pun dia tidak sama dengan saya, dia adalah orang dengan ras campuran, ayahnya Tionghoa dan ibunya keturunan Jawa. Bagi saya, menjalin hubungan dengan orang berbeda suku adalah hal yang menarik, meskipun dengan orang sesama suku juga sama saja. Yang membedakan adalah saya bisa bertanya tentang budaya sukunya lebih banyak.

Untuk ciri fisik, dia memiliki tinggi tubuh sekitar seratus tujuh puluh senti meter lebih, badan yang agak berisi, kulit kuning, mata sipit, dan dia juga memakai kacamata persegi.

Yang saya kagumi dari dia adalah sifatnya yang kalem, pemalu, jarang marah dan ketika saya marah, dia tidak menanggapi dengan balik marah, melainkan lebih memilih diam. Dia akan berbicara lagi ketika saya sudah reda dari marah itu.

Yang kelima adalah Yusuf. Dia adalah sepupu saya yang usianya seumuran. Yusuf ini, punya sifat sangat kalem dan pemalu, bahkan melebihi Rizky. Namun, saya tekankan dia sangatlah baik, saya sangat mengenalnya.

Dia berbicara dengan saya pun hanya tentang hal-hal penting atau sekadar bercanda. Gaya bicaranya pun tidak ada nada-nada kejahatan ataupun sinis, sekalipun ketika pada orang yang membuatnya sakit hati. Benar-benar tipe good people.

Yang keenam adalah Teh Lina, adik dari Teh Wulan. Rumahnya hanya beberapa langkah saja dari rumah saya.

Kami sering menghabiskan waktu bersama seperti untuk bebicara berjam-jam, berkumpul, bergosip, jalan-jalan, atau sekadar makan bersama. Dia tipe tidak banyak bicara juga, namun cukup menyenangkan bagi saya yang sudah dekat dengannya.

Dan sekarang dia sudah memiliki dua orang anak yang lucu-lucu, yang salah satunya cukup dekat dengan saya. Tidak banyak saya mendeskripsikan dia, karena kami hanya orang dekat saja, bukan dekat. Mungkin, barangkali karena saya yang terlalu menjaga privasi, jadi saya tidak banyak terbuka padanya.

Dan yang terakhir adalah Ratna, teman saya sejak masih di sekolah dasar, meskipun akhir-akhir ini kami tidak terlalu dekat juga, karena dia sudah menikah.

Sifatnya baik dan saya bilang dia adalah salah satu teman yang paling baik, karena saya tahu dia seperti apa.

Supel, ramah, peduli dan jarang marah juga berselisih, itu adalah karakter yang dia miliki. Jujur, saya cukup iri dengan sikap supelnya, karena memiliki banyak teman. Itu bisa terlihat ketika di acara hari pernikahannya, teman-temannya datang dalam jumlah sangat banyak. Dia cukup terbuka kepada saya, seperti baru kemarin mencurahkan sedikit kisah rumah tangganya. Sedangkan saya? Tidak. Saya selalu menjaga privasi kepada siapapun, termasuk keluarga sendiri.

4 thoughts on “My Circle

  1. Sifatnya sedikit mirip dengan, saya (Sifatnya sedikit mirip dengan saya)
    adalah, terlalu (adalah terlalu)
    supel-nya (supelnya) // kata ‘supel’ tidak perlu dicetak miring dan tanda sambung dengan ‘nya’ tidak perlu
    6. Yang keenam (Kalau sudah ada numbering, sebaiknya tidak perlu menuliskan lagi keterangan ‘yang keenam’. Hal yang sama terjadi untuk seluruh nomor)

    Liked by 2 people

Comments are closed.