Categories
KETIK

Berbekal Rasa Malu dan Ingin Tahu

Jadi saya sudah berada di ketik delapan dengan mengumpulkan niat selama satu bulan lebih. Jujur, alasan saya mengerjakan ini yang paling utama adalah malu. Malu karena belum bisa melanjutkan ketik padahal member baru yang lain sudah bisa sampai di tahap ini. Segala sesuatu kalau tidak diniatkan memang susah, apalagi kalo hanya di angan-angan saja, maka dari itu dengan segala kerendahan dan keridhoan saya, saya bertekad melanjutkan ketik delapan dengan berbekal rasa malu dan ingin tahu.

Baiklah, di sini saya akan mencoba jadi bajak laut yang menjelajah Samudra Ikatan Kata, dengan mampir di pulau-pulau kecil milik teman-teman yang memiliki suguhan beranekaragam isi dan ceritanya.

  1. Saya pernah membaca atau juga mendengar beberapa orang yang mengatakan bahwa anjing adalah peliharaan yang paling setia, seperti dalam cerita Pengabdi Tuan milik Segigitabaru // “mungkin, itulah kenapa ada yang bilang kalau misalnya anjing adalah peliharaan yang paling setia kepada Tuannya. jadi meski sudah dibuang tetep saja masih menunggu tuannya mengambil si anjing itu lagi.”
  2. Yang indah dari sebuah puisi adalah ketika kamu bisa menciptakan persepsi berbeda dari pembaca untuk tulisan yang kamu buat, serupa puisi Diksi yang Tak Lagi Kutemukan milik Kampung Manisku // “yang saya pahami di sini bahwa, diksi yang dimaksud adalah hal-hal yang dulu sering dilakukan tapi sekarang sudah jarang lagi terjadi. apa begitu kiranya, Mas Narno. ini hanya tebakan saja.”
  3. Jadi pos ibu-ibu yang satu ini seru sekali, semacam menceritakan kekurangannya sendiri tapi dalam bentuk yang diam-diam bisa menjadi pelajaran untuk yang lain juga, siapa lagi kalau bukan Mommy Sondang Saringgih dalam cerita manisnya Tidak Tahu Arah // “saya senyum senyum sendiri membaca postingan ini, mom. mungkin karena seru saja dan tidak sadar kalo sudah sampai akhir cerita. hihii noted banget untuk yang “cuma jadi penumpang.” karena resikonya juga ada kalo kalo seperti ini yaa, mom. haha.”
  4. Tidak harus menjadi orang luar biasa untuk menjadi istimewa, karena dengan apa adanya dirimu, kamu sudah menjadi sangat istimewa. Saya memberi apresiasi untuk tulisan Tak Mengapa Jadi Orang Biasa menginspirasi sekali Mas Tasim // “mas, saya pernah mendengar kata-kata marry riana, “Tuhan memberikanmu hidup, bukan kamu yang membutuhkannya. tapi ada orang lain yang membutuhkanmu.” mungkin kata-kata itu juga cocok untuk tulisan mas tasim ini. ohh … terima kasih sudah menginspirasi anak kecil seperti saya yang belum banyak menelan asam garam kehidupan, mas.”
  5. Perempuan dan gosip adalah pasangan yang tepat, apa saja bisa jadi bahan cerita yang penting asyik seperti tulisan dengan judul Obrolan di Jam Makan Siang, Ssst… Bicarain Dana Korupsi hasil pergibahan mbak cantik satu ini Hai Fiska // “makan siang memang ajang seru berkumpul dan bergibah ya, mbak. apa saja bisa jadi cerita kalau lagi makan siang. yaudah deh kita sama di sisi yang ini. wkwkw.”
  6. Untuk menulis sebuah puisi atau prosa tentunya setiap kita harus memengenali siapa diri kita dan apa yang ingin kita sampaikan, seperti puisi. Saya membaca puisi Muhamad Seno Rahman yang berjudul Tentangmu, Dariku yang Berbeda Untukmu // “hay, seno. saran saya bebaskan dirimu untuk lebih mengeksplore apa yang kamu rasa dan kamu ingin sampaikan. jangan halangi dirimu untuk berkarya karena puisi memiliki kebebasan. semangat!!”
  7. Saya juga sering minder sama tulisan saya sendiri, merasa kurang pantas, kurang ini dan kurang itu. Tapi, untuk saya. Nulis ya nulis saja, nulis itu hobi tidak usah dipaksa untuk selalu sempurna, yang penting tidak lupa letak titik dan koma. Semangat nulis ya Mbak Coffe Lady tulisan dengan judul Tulisan Ini Tidak Untuk Dibaca tetap saya baca karena penasaran dengan isinya // “harus selalu berpositif thinking untuk bisa menajadi apa yang dimau, bukan soal yang mudah ya mbak untuk meyakinkan diri sendiri tapi di sini kita diajarkan untuk memahami kekurngan dan ketidaksempurnaan, namun tetap tidak boleh menyerah. sippp dah mbak kopi.”
  8. Tentang hidup memang tidak selalu manis, lika liku itu pasti ada tinggal bagaimana kita hari ini berdiri dan menatap kesedihan itu sebagai sebuah jalan yang harus kita lewati. Hari ini boleh menangis, boleh merasa tersakiti. Tapi besok, ketika mentari fajar sudah hadir kamu harus kembali tertawa dan ingat bahwa kamu masih baik baik saja. Seperti tulisan Reinamare yang berjudul Tak Terucap tapi tertulis // “lekas pulih dan lekas membaik hati yang sedang terluka mbak, semoga esok lebih baik karena jalan masih panjang. cintai dirimu sendiri:)”
  9. Jika kalian membaca tulisan ini tolong yang ini dikasih semangat agar segera menjadi seorang sarjana bukan mahasiwa terus. Hahaha. IamNufa di curhatannya yang ini SUKA DUKA SKRIPSIAN #1 : Gegara Corona // “tatap muka saja sudah susah, apalagi masih online yaa, mbak. ekeke. hajar saja, mbak. jangan kasih kendor yaa. hehe.”
  10. Seharusnya, perkembangan teknologi yang semakin maju. Juga didukung manusianya yang ikut maju juga pemikirannya jadi bisa selaras. Tapi nyatanya tidak, manusia malah seakan bangga ketika teknologi semakin menindas mereka. Saya pernah membaca buku yang serupa ini, judulnya ORIGIN dengan penulis DAN BROWN. Tapi tulisan ini Privasi dari Agil Wijaya ini coba dibaca terlebih dahulu. //”menurut saya pergeseran adab juga sekarang, mas. jadi manusia kadang “ora ndue isen” kalo orang jawa bilang. jadi sudah pd saja dengan apa yang dia lakukan di medsos terlepas itu sebenrnya baik atau tidak.”
  11. Masker adalah kewajiban yang hari ini tidak bisa ditinggalkan, semua orang memakai dan membutuhkan. Adaptasi kebiasaan baru itu susah, seperti yang dikatakan oleh Mas Hanson Tjung dalam tulisannya Perjuangan Pakai Masker Pakai masker harus berjuang juga, ya? // “kadang memang manusia perlu dipaksa untuk hal-hal yang baru, saya juga engap sebenarnya menggunakan masker tiap hari, tapi selain memenuhi protokol kesehatan menggunakan masker juga demi kebaikan diri kita sendiri di masa pandemi seperti ini, mas. semoga tidak capek menggunakan masker, hahaha.”
  12. Sebenernya mencontek itu engga dosa sih, kan hanya menyalin tulisan. Dosanya di mana? Hahaha. Tapi di tulisan ini saya baru tahu kalau mencontek itu levelnya beda-beda. Ya maklum, saya dulu sekolah tidak pernah mencontek separah itu, paling intip dikit aja punya temen.  Nah … bagi temen temen yang mau belajar nyontek silakan baca tulisan Bad Genius milik Gerry Septiano, kalau misalkan mau tips dan trik juga boleh. // “baru tahu kalau mencontek ada level-levelnya, hahaha.”
  13. Kenapa laki-laki juga harus bisa mengerjakan pekerjaan rumahan? Coba deh disimak tulisan dari Rahmadina tentang Tugas Rumah Adalah Tugas Bersama, Bukan Hanya Untuk Perempuan. Karena di sini kita akan dibawa kepemikiran orang kekinian yang tidak selalu berpikir bahwa perempuanlah yang selalu mengerjakan pekerjaan rumahan. // “tulisan ini mengandung sedikit emosi di dalamnya, hahah. benar juga mbak, mindseet orang lama akan seperti ini. “pekerjaan rumah adalah pekerjaan perempuan.” padahal menurut saya engga juga, selagi sama-sama bisa kenapa ga saling bahu membahu? atau kenapa tidak anak laki-laki belajar mengerjakan pekerjaan rumah? toh nanti mereka juga akan berumah tangga.”
  14. Tulisan ini mungkin sengaja dibuat sebagai sentilan bagi saya atau kamu atau mereka yang masih suka abai ketika diajak ngobrol dengan orang lain tapi malah memperhatikan layar handphone. Makanya terkadang ketika kumpul atau lagi sama teman-teman hp akan dikumpulkan atau dimatikan, karena kebersamaan terkadang susah sekali didapatkan. Mungkin tulisan Jangan Main HP Kalau Diajak Ngobrol dari Reisha cocok untuk dinikmati juga untuk merenung, bagaimana sikap kita selama ini menanggapi orang bercerita. // “noted sekali ini untuk saya dan orang lain, yang masih suka memperhatikan hp ketika diajak ngobrol. suka geram sendiri sebenernya dengan orang yang seperti ini, tapi kadang saya sendiri tidak sadar melakukannya.”
  15. Saya membaca tulisan ini ketika saya sendiri sedang mendengar lagu Blackpink dengan judul You Never Know. Yang sedikit saya ketahui artinya menceritakan tentang perjuangan si anggota Blackpink ini. Dan ketika saya membaca tulisan Waktu untuk Melihat Kembali ke Belakang oleh Mbak Ayu Frani dibagian-bagian akhir secara refleks saya tersenyum, “kenapa bisa kebetulan?” tapi menarik tulisannya. Membuat saya sendiri terus merenung, “Benar juga.” // “semoga selalu diberikan kesehatan dan keberkahan mbak frani dalam setiap langkahnya, juga menghormati diri sendiri dengan memberinya waktu luang untuk beristirahat, “i’m not robot.” pekerjaan akan selesai jika tubuh kita baik-baik saja pula.”
  16. Diajarkan kita beragama agar tidak lupa bahwa manusia memiliki Tuhan, diajarkan kita membaca agar manusia lebih berpengetahuan. Dan diajarkan kita belajar agar manusia bisa mempelajari semua sisi baik setiap keyakinan tanpa saling menjatuhkan. Dari tulisan AA Sagung Diah Permanasari yang berjudul We! Mai Yuk Belajar Makna Sastra Bekerja serta Berumah Tangga! saya sedikit banyak belajar mengenai makna penting tentang ajaran setiap agama dan sisi positif apa yang bisa diambil. // “menarik membaca tulisan mbak diah yang satu ini. banyak pelajaran yang bisa diambil dan direnungkan kembali. terima kasih untuk karyanya yang manis, mbak.”
  17. Kenapa harus memiliki rasa takut? Mungkin pertanyaan semacam itu akan terjawab ketika kalian membaca tulisan yang berjudul Berdamai dengan Rasa Takut oleh Imas Tuti. // “takut itu penting agar kita tahu diri ya, mbak? hihihi. semoga ketakutan yang kita miliki bisa mengarahkan kita kepada kebaikan.”
  18. Untuk kalian yang suka dan mencintai kopi mungkin Bu Dian Hendrayanti ini adalah teman yang tepat untuk diajak ngopi bersama sambil bersantai-santai dan bercerita tentang kucing tetangga yang namanya Totol. Bisa direkomendasikan juga nanti rasa kopinya seperti apa kalau mau berkunjung ke Paris seperti dalam tulisannya yang berjudul Kenangan Manis Kopi Tidak Pakai Pahit. // ” saya bukan tipe penikmat kopi, bu. tapi dengan tulisan ini saya menyadari betapa pentingnya kopi untuk pecandu yang sudah sangat bergantung kepadanya. semoga kebiasaan ngopinya tidak membuat sakit di perut.
  19. Ngomong-ngomong, saya juga pernah vakum beberapa bulan dari blog. Kalau waktu itu alasan saya karena sakit hati setelah tiga tulisan saya diplagiat oleh seseorang. Dari situ saya mulai malas nulis di blog, tapi setelah dipikir-pikir sayang juga kalau blog terus jadi korban kebencian saya, padahal ibaratnya ini adalah rumah saya menemukan semua yang saya inginkan. Akhirnya, karena rindu juga lama tidak menulis, saya sedikit demi sedikit mulai kembali menulis. Sama seperti tulisan Penyebab Aku Jarang Nulis oleh Allya Putri, mungkin salah satu peyebabnya juga ada yang sama seperti saya. // “berhenti dulu gapapa, kumpul niat nanti kalau sudah kangen balik lagi juga masih diterima kok, al. yang penting masih inget cara masuknya aja. Haha.”
  20. Puisi adalah jalan-jalan panjang juga kisah seribu tawa yang terbahak mencari diksi yang melata. Saya menemukan tulisan manis yang berjudul Tentang Samar yang Menerabas milik Mas Manshur, aromanya lawas tapi masih tercium bau detergen dan pewangi yang baru. // “karya lama yang terbit kembali ya, mas? terima kasih untuk tulisannya yang manis ini, mas. salam sastra, salam pemuisi. [tabik]”
  21. Kenapa manajemen pengendalian diri itu penting? Karena emosi dan rasa jengkel tidak tahu tempat. Mungkin itu yang dimaksud dalam tulisan Mas Fahmi Ishfah tentang Berhati-Hati dengan Kejengkelan Hati. Sebenarnya saya sendiri juga susah mengendalikan emosi, apalagi kalau sudah terpancing. Haha. // “penyakit hati itu kadang muncul tidak tahu waktu, mas. dan kalau sudah seperti itu susah sekali mengendalikan diri karena mungkin memang sudah terpancing emosi terlebih dahulu. tapi lepas dari situ, pengendalian diri sangat penting agar emosi tidak lebih parah dan meluap-luap, karena kalau sudah seperti itu tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi orang lain juga.”
  22. Saya membaca tulisan dengan judul Kradse yang ditulis oleh Mintpapers ini pada pukul tiga belas kurang sepuluh menit. Rasa ngeri tiba-tiba melintas di benak saya, mengingat saya adalah tipe orang penakut. Tapi demi sebuah tulisan saya rela memanggil dengan lirih nama “Jedd” seperti yang wanita itu ucapkan sembari membayangkan tangan dengan kuku runcing. // “mantapp ini tulisannya mbak, bikin dag dig dug deeeerrrr.”
  23. Tuhan memberikan kekurangan dan kelebihan kepada manusia agar mereka tidak lupa bersyukur, karena Tuhan sudah memberikan ketetapannya yang terbaik dan sebagai manusia hendaknya kita mensyukuri juga berusaha memperbaiki jika masih mampu. Saya membaca tulisan Desy Agr dengan judul Good Enough lalu berpikir tentang apa yang kurang di diri saya. // “lebih dan kurang berjalan beriringan, desy. tanpa adanya kurang kita akan merasa selalu sempurna dan sombong juga kalau merasa selalu ada kekurangan hidup akan terasa serba salah. makanya Tuhan berikan kelebihan dan kekurangan agar kita sadar diri dan legowo.”
  24. Di blog yang saya kunjungi kali ini, milik Rifina Dwiseptia Hanafi. Salah satu pemilik akurat buah mangga yang tidak mau bagi-bagi. Ohh … dia menanyakan kabar kalian coba disapa dalam tulisannya yang berjudul Halo, Apa Kabar? // “jadi ini mau bisnis permanggaan atau bisnis makanan kecil-kecilan, mbak? hahaha. semoga dilancarkan semua usaha dan keinginannya ya, mbak. juga diberikan kesehatan dan kebaikan. sukses selalu.”
  25. Saya membaca tulisan  Mas Heri Purnomo yang berjudul Mencumbuimu di awal pagi yang masih seperti ini. Saya sempat mengatakan di tulisan Alya, “kembalilah jika rindu.” Dan ditulisan Mas Heri ini juga semacam itu. Rindu untuk kembali menulis juga bercumbu dengan tulisan, benar begitu Mas HP? // “dari judulnya tercium aroma kerinduan tapi belum bisa tersalurkan. semoga rindunya semakin mengetuk-kutuk perasaan agar segera saling mempertemukan.”
  26. Ada yang menanyakan tentang bulan November kalian nih, coba intip tulisan Chaud Zumzumi yang berjudul Akhir November. Di sana manis sekali awal November perempuan itu, hanya saling tatap menatap dengan seseorang, saya jadi iri. Ahh … semoga akhir November ini saya juga bisa saling bersitatap dengan mata seseorang. // ” bukan November lagi namanya, tapi LOVEMBER ya. hahah.”
  27. Jadi gimana rasanya kalau setiap pagi ada yang meletakkan bunga di meja kerjamu tapi kamu tidak tahu itu dari siapa? Seperti pengalaman Rallya dalam tulisan yang berjudul Pemberi Tanpa Nama. Tulisan itu sudah dari bulan September, mungkin untuk sekarang dia sudah tahu siapa yang meletakkan bunga itu. // sekarang, sudah tahu belum siapa peletak bunga di meja kerjamu, mbak? haha.”
  28. Ya … cinta. Apa sih cinta?? Halah … singkong rebus itu hlo, yang dikasaih gula jawa di atasnya. Haha. Obrolan santuynya mantepp untuk disimak dalam tulisan Rahma Frida yang berjudul Pada Malam Minggu Kudengar Cinta Bercerita. Ada juga sedikit kejujuran penulis di sana. // “dari sini saya tahu sedikit banyak cerita percintaan Frida. hahaha. perempuan emang jago ya memendam perasaan. tapi sepertinya tidak dengan perasaan cemburu. bukankah demikian?”
  29. Bagi kalian yang ingin berkunjung ke Korea Selatan, cobalah untuk mengajak MbaK Dian. Dari tulisannya yang berjudul Perjalanan Ke Korea Selatan saja sudah sangat bisa dipahami jika beliau sangat paham tempat-tempatnya juga di mana tempat makan yang baik untuk dikunjungi. Atau kalau yang belum bisa ke sana, mungkin tulisan ini sangat cocok untuk dinikmati sembari membayangkan perjalan tersebut. // “saya membaca ini seperti berjalan-jalan di korsel sesungguhnya, mulai dari foto-fotonnya juga tulisannya yang seperti membawa saya ke korsel itu sendiri. hahah detail sekali, mbak. masih ada keinginan untuk kembali ke sana tidak?”
  30. Mungkin beberapa orang ada yang sipatnya sama dengan Rein, seperti dalam tulisannya yang berjudul Pernah. Saya pernah menemui orang yang seperti itu lalu akhirnya dia berhenti menulis atau berkarya dengan alasan tidak ada yang suka dengan tulisannya. Sebenernya sederhana si, tapi kadang membuat orang berpikir dan bernyali ciut karena dihantui oleh prasangkanya sendiri. // “saya bahkan termasuk di tipikal orang yang cuek. maskud saya untuk tulisan yang saya buat mau disukai atau tidak, itu semua kan tergantung selera pembaca, hehe. yang penting hal tersebut tidak lantas membuat kamu minder rein atau bahkan berhenti. semangat!”
  31. Jadi saya pertama kali melihat blog Restu Lodyta dan mengerti bahwa blog ini terisi dengan review produk kecantikan salah satunya Sunscreen Wardah SPF 50. Saya yang termasuk awam dengan produk-produk kecantikan apalagi soal pelembab, uv protecton atau sunscreen itu untuk apa menjadi paham kalau wardah ada to produk seperti itu. Hahaha // “terima kasih infonya, sangat bermanfaat untuk saya yang tidak tahu produk kecantikan ini.”
  32. Jujur saya sudah membaca tulisan Via, tapi saya tidak bisa berkomentar juga tidak bisa saya follow. Dan sampai sekarang saya frustasi dan memilih untuk tidak berkomentar dan hanya memberikan sedikit pemahaman ke teman-teman jika blog milik Via itu tampilannya menarik, tulisanya juga bermacam-macam. Saya sampai tidak tahu cara berkomentar juga follow bagaimana, mungkin karena sayanya juga yang belum lama menelan asam garam dunia perblog-kan. Dear Via kalau kamu tahu blog saya, tolong follow blog saya dan saya akan follow blog kamu. hehehe

Akhirnya tulisan ini selesai juga, dan bagaimana rasanya? Yaa … seru dan seneng bisa menikmati tulisan teman-teman. Ohh … sebenarnya kemarin saya membaca mengenai ketentuan menyelesaikan Ketik#8 ini dengan memberikan komentar ke postingan paling baru, tapi maaf kalau tidak saya lakukan, karena ada beberapa blog yang saya baca random.

Juga terima kasih untuk teman-teman karena tulisnnya menarik dan berkesan. Salam hangat dari saya dan jangan lupa berkunjung ke rumah saya juga, ya.

– perempuan aksara.

By metalovefora

tetap membumi meski dunia membuatmu melambung tinggi

15 replies on “Berbekal Rasa Malu dan Ingin Tahu”

Koreksi :
1. kalo (kalau)
2. presepsi (persepsi)
3. postingan (pos)
4. menajadi (menjadi)
5. tekhnologi (teknologi)
6. kepemikiran (ke pemikiran)
7. peyebabnya (penyebabnya)
8. ditulisan (di tulisan)
9. diksaih (dikasih)
10. bebebrapa (beberapa)
11. si (sih)
.
Selamat sudah selesai mengerjakan KETIK8. Tapi please jangan buru-buru menerbitkan pos sebelum mengecek isinya. Semua kesalahan penulisan segera kamu perbaiki ya.

Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s