Puisi yang Kau Minta: Senja Sewarna Rindu

Saya mencari inspirasi untuk mengerjakan KETIK12 ini dengan membaca bait-bait puisi yang berceceran di timeline Twitter. Cukup lama. Namun usaha itu ternyata tak kunjung memberikan apa yang saya inginkan jua. Saya mulai berpikir untuk— bagaimana jika saya menyalin-tempel salah satu lirik lagu Rhoma Irama saja agar cepat selesai? Yah, itu ide buruk dan tidak kreatif. […]

Read More Puisi yang Kau Minta: Senja Sewarna Rindu

Mengingat Daster Ibu

Sibuk mengetuk-ketukdaun pintu, daun rindujuga telapak tangan kekasihyang minta disimpan ke saku.  Aku mengingat-ingat pesan Ibubahwa sibuk adalah kutukanserupa daster yang ia kenakandan ia cuci bersamaan.  Sibuk juga merupa senyum-senyum yang terlepas daribibir Ayah ketika mengingatdaster Ibu yang penuh kesibukan. Kesibukan merupa sibuk yang hariini dikenakan di mana-mana. Di kakiatau di tangan juga di matamu […]

Read More Mengingat Daster Ibu

Kidung Untuk Benur

Orang-orang pesisir berdendang suka ria Menyambut kelahiranku di bawah bulan purnama Layar-layar dikembangkan sauh diangkat Mereka pergi menengokku buat memberi berkat Sambil menitipkan impian-impian Dalam kidung sederhana penuh pujian Kidung orang-orang pesisir Adalah alunan ombak yang membawa remah-remah makananku Adalah desir angin yang mengusir para pemakanku Adalah setiap cangkang yang terkelupas dari tubuhku Adalah kesabaran […]

Read More Kidung Untuk Benur

Mangut Kepala Manyung

Semarang, si kota lama Di mana empat budaya berbaur Dari pesisir utara yang menggema Raden Pandanarang yang menjadi figur Semarang, si kota tua Di mana kisah kita bergita Engkau yang berani berbagi rasa Dengan tampilan yang sangat jelita Mangut kepala manyung Nama yang terdengar ambigu Namun rasamu begitu terlalu Sajian endemik dari port of Java […]

Read More Mangut Kepala Manyung

Puisiku

Foto : Dokumen Pribadi Bersabar Oleh : Rahmadina Tiada hidup tanpa duka Tiada tahun tanpa lara Tangis menghampiri seiring nestapa Menguji keimanan seorang hamba Cobaan demi cobaan datang menerpa Dari pagi buta hingga senja tiba Bertubi menimpa penghuni dunia Tanpa pandang kasta dan tahta Terkadang membuat putus asa Terkadang membuat sakit jiwa raga Namun, ingatlah […]

Read More Puisiku