Mengingat Daster Ibu

Sibuk mengetuk-ketuk
daun pintu, daun rindu
juga telapak tangan kekasih
yang minta disimpan ke saku. 

Aku mengingat-ingat pesan Ibu
bahwa sibuk adalah kutukan
serupa daster yang ia kenakan
dan ia cuci bersamaan. 

Sibuk juga merupa senyum-
senyum yang terlepas dari
bibir Ayah ketika mengingat
daster Ibu yang penuh kesibukan.

Kesibukan merupa sibuk yang hari
ini dikenakan di mana-mana. Di kaki
atau di tangan juga di matamu yang
terkadang lupa pagi.

Apakah kamu ingat hari ini? Tutuplah
mata dan mulailah mengingat. Daster ibu mana
yang hari ini sibuk mendengar keluh yang
tidak kamu dengarkan?

– perempuan aksara.

by. pinterest.

Jenis puisi di atas merupakan jenis puisi mbeling yang berarti bentuk puisi ini tidak mengikuti aturan.

2 thoughts on “Mengingat Daster Ibu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s