Modus Jambret di Angkot

Experience is the best teacher.

Quote di atas aku coba hubungkan dengan pengalaman istri saat handphone merk O**o yang belum lama dibelinya dirampas oleh 2 orang kawanan jambret bermotor.

Kejadiannya sudah lama, kira-kira 3 tahun yang lalu. Seumur-umur baru kali itu salah satu keluargaku mengalami peristiwa penjambretan. Makanya kami anggap itu sebagai sebuah pengalaman (yang tak diinginkan) sebagai guru terbaik. Nyesek memang. Handphone baru tiba-tiba harus diserahkan paksa pada penjahat di jalanan. Mau bagaimana lagi? Penjahatnya beraksi secepat kilat lalu kabur dengan motor.

Begini kronologi peristiwanya berdasarkan cerita istri. Bermula saat istri pulang dari rumah mertua hanya berdua dengan si bungsu. Istri duduk di depan angkot, si bungsu tertidur di pangkuannya. Waktu itu perjalanan sudah hampir sampai. Seperti biasa ia minta dijemput si sulung, Hanifah dengan mengirim whatsapp sebelum sampai di pemberhentian angkot terakhir kalinya.

Di saat istri fokus dengan mengirim pesan whatsapp, tiba-tiba sebuah motor mendekati pintu depan angkot. Lalu, dalam hitungan kurang dari 1 detik, seeetttt…. handphone istri telah berpindah tangan. Istri hanya bisa terbengong-bengong mencoba membangkitkan kesadarannya tentang apa yang sedang terjadi. Tapi, dua orang jambret bermotor itu sudah tancap gas dan begitu cepat menghilang dari pandangan. Sang sopir pun juga tak mengira kejadian itu saking cepatnya jambret beraksi. Ada juga penumpang di belakang yang sempat menyaksikan, tetapi juga tak mampu berbuat apa-apa. Ia hanya berkata setengah berteriak, “Bu, itu jambret…. “. Teriakan yang tak berdaya karena jambret sudah sukses menuntaskan aksinya dengan mulus.

Istri seketika lesu, tetapi tidak berlangsung lama. Ia harus membangunkan si bungsu dan beberapa menit kemudian ia turun, lalu memanggil ojek untuk diantar ke rumah mengingat whatsapp minta dijemput tak sempat terkirim.

Sorenya saat aku sudah di rumah sepulang bekerja, istri nampak biasa saja seolah tak terjadi apa-apa. Ia setengah menyembunyikan kejadian itu, tetapi sejenak kemudian ia mulai bercerita. Mendengar ceritanya aku juga sempat sedih. Tapi akhirnya kami mencoba untuk melupakan dan mengikhlaskan barang itu. Aku bilang ke istri, “Mungkin bukan rejeki kita, Ma. Hanya lain waktu kalau mau pakai handphone hindari tempat-tempat yang berpotensi mengundang orang jahat beraksi.”

Kira-kira begitulah pengalaman dijambret di jalanan yang menimpa keluargaku. Dan hal ini pernah juga dialami seorang teman blogger yang kehilangan handphone di jalanan juga. Modusnya mirip, penjambretnya menggunakan motor tapi temanku itu sedang berdiri di pinggir jalan sambil memainkan handphonenya.

Semoga teman-teman pun berhati-hati juga saat menggunakan handphone di tempat umum, khususnya di jalanan. Karena kejahatan itu bisa terjadi salah satunya ketika ada kesempatan. Waspadalah!

*) Aku menulis artikel ini sebagai pemanasan menulis di saat aktivitas menulisku terjeda lama. Selain itu sekaligus memanfaatkan Kategori 365 ini menjadi inspirasi menulis bebas. Barangkali teman-teman sudah ada yang mencoba, atau bagi yang belum silakan mencoba menulis bebas dengan memilih tema dari inspirasi kata yang sudah banyak terkumpul di kanal 365. 

7 thoughts on “Modus Jambret di Angkot

  1. Aamiin. Ngeri sekali ya Pak kena jambret begitu. Seumur-umur saya belum pernah mengalami (tidak minta) ataupun melihat jambret di jalan. Teringat dulu waktu masih suka naik bis, saya kalo main hape pasti posisi hapenya ada di dalam tas ransel yg saya pangku. Padahal bus trans jogja ituu.

    Liked by 1 person

  2. Siapa sih teman blogermu itu, Mas?
    Koreksi :
    1. Quote (cetak miring)
    2. wa (Whatsapp)
    3. gak mengira (tidak mengira)
    4. handphone (cetak miriing)
    5. Tapi akhirnya kami mencoba untuk melupakan dan mengikhlaskan barang itu tak lagi menjadi milik ( Tapi akhirnya kami mencoba untuk melupakan dan mengikhlaskan barang itu)
    6. blogger (cetak miring)
    7. hp (handphone)
    8. HPnya (handphonenya/ponselnya)
    9. aktifitas (aktivitas)
    10. silahkan (silakan)

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s