Kilat yang Menyambar dari Balik Wajahnya

Melihatnya terpaku di sana, mungkin adalah pemandangan yang tidak nyaman untuk dilihat saat ini. Ia bukan diam seperti batu, tapi seperti singa betina yang siap menyerang siapapun yang mengganggu sarangnya.

Mengalir deras banyak pertanyaan untuknya.

“Mengapa Ia bisa menjadi seperti ini? “

“Pengalaman apa yang menyebabkannya menjadi seperti ini?”

“Siapa orang-orang yang menyakitinya, yang membuat Ia berlaku demikian? “

Mengapa Ia menetap di sana, dan terus saja menyerang. Ia melumpuhkan mereka yang berusaha untuk menyentuhnya, melempar jauh orang-orang yang ingin memegang kepalanya. Ia membasmi mereka yang tidak sejalan dengannya. Idealnya tinggi, meskipun hatinya menyentuh tanah.

Ia sosok yang penuh tanda tanya, dengan banyak kilat yang menyambar dari balik wajahnya.

Catatan: Tulisan ini tercipta setelah pertemuan dengan seorang pensiunan guru. Banyak sekali warna perasaan saya selepas berjumpa dengan Beliau, ini salah satunya.

4 thoughts on “Kilat yang Menyambar dari Balik Wajahnya

Comments are closed.