Setahun Berjalan Bersama Ikatan Kata

Pagi itu, ketika demam tidak lagi merajai tubuh rapuh ini, saya memikirkan tentang aktivitas menulis. Pada saat-saat seperti itu, entah kenapa rasanya saya sangat ingin mengambil laptop, membukanya dan mulai menuangkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan. Tapi, keinginan hanya tinggal keinginan, tubuh saya terlalu lemah untuk duduk, apalagi untuk menuliskan sesuatu. Kepala saya masih sakit, dan pusing membuat keadaan semakin buruk saja.

Menulis, adalah aktivitas yang paling sering muncul dalam pikiran saya akhir-akhir ini. Terutama ketika bayangan akan kematian serasa terbang berputar-putar di sekitar saya sejak akhir tahun lalu.

Menulis, mungkin adalah satu-satunya jalan yang bisa saya usahakan sendiri, dan juga cepat untuk meninggalkan pesan bahwa saya ‘ada’ di dunia ini. Saya pernah ada, dan saya pun menyumbangkan sesuatu yang berharga.

Kesadaran ini saya peroleh sejak beberapa tahun yang lalu, terutama ketika saya harus berhadapan dan berperang melawan kematian orang lain. Memang, ketika berperang melawan kematian orang lain, saya tidak sempat memikirkan tentang kematian saya sendiri. Tapi, ketika kematian itu nampak menyadari kehadiran saya, lalu mulai memburu saya, saya merasakan kegelisan yang tiada putus-putusnya. Saya tidak mengira, besarnya keinginan saya untuk tetap hidup, tapi juga pasrah ketika memang sudah saatnya.

Menulis, saya temukan sebagai jalan untuk mengatakan apa yang harus saya katakan tanpa harus diinterupsi oleh orang lain. Menulis juga adalah jalan pembebasan, dan jalan untuk menjadi diri saya sendiri. Mungkin karena alasan ini, saya sangat ingin meninggalkan jejak saya di dunia ini dalam bentuk tulisan dan mengakali kematian.

Awal bergabung dengan Ikatan Kata, saya tidak menyangka akan bertahan cukup lama dengan komunitas ini. Komunitas ini aktif, dan sangat aktif karena dipandu dan dimotori oleh Kak Fahmi. Masalahnya hanya pada saya, saya yang terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk berdiam diri dan mengikuti setiap kegiatan dan aktifitas di komunitas ini. Saya menyalahkan kemampuan saya untuk mengatur energi harian yang saya miliki, karena setiap kali ide menulis itu muncul, tubuh saya mulai merengek minta untuk beristirahat. Saya merasa tidak berdaya, dan harus merelakan ide menulis itu pergi dan menunggu ‘nanti’. Tapi, ‘nanti’ itu tidak pernah datang.

Ketika saya terbaring tidak berdaya, pada saat itu saya menyadari pentingnya kegiatan menulis, dan bagaimana pentingnya komunitas untuk menggerakkan otot-otot menulis agar tetap dapat terasah dengan baik. Sakit saya saat itu, membuka pintu kesadaran ini dalam diri saya.

Setelah satu tahun bergabung dengan Ikatan kata, saya belajar banyak hal. Tidak hanya keuntungan untuk mendapatkan banyak teman baru yang memiliki kesukaan dan kegemaran yang sama, tapi juga belajar untuk dapat menulis dengan baik, menemukan gaya menulis yang khas dan yang terpenting mengasah kemampuan menulis yang bisa diterima banyak orang (terstandar). Saya bahkan banyak mendapatkan ide menulis dari tulisan-tulisan yang diterbitkan oleh anggota Ikatan kata (atau dikenal sebagai Pengikat kata). Saya senang mendapatkan suntikan ide yang fresh dan original, dan itu lahir dan menjadi ciri khas dari setiap pengikat kata. Saya merasa sangat terhormat menjadi bagian dari komunitas yang luar biasa ini, apalagi menyadari bahwa saya adalah salah satu anggota yang ikut serta dalam komunitas ini sejak awal berdirinya.

Setahun itu berjalan tidak terasa, dan entah bagaimana terlalu cepat. Melihat kebelakang, setidaknya lebih dari sepuluh tulisan yang berhasil saya terbitkan di blog Ikatan Kata. Sangat sedikit memang kalau dilihat dari jumlah, tapi saya cukup senang karena dalam tulisan-tulisan yang saya terbitkan ini, ada campur tangan orang-orang hebat yang ikut serta membangun tulisan. Saya senang dengan aktifitas belajar, dan ‘mengomentari’ tulisan yang digagas oleh Pengikat Kata. Saya tidak hanya menulis dan melemparkan ide saya ke dunia, tapi juga secara hati-hati menjaga agar ide tersebut tidak salah ditangkap oleh pembaca, dan juga mengurangi rasa tidak nyaman ketika membacanya.

Saya mensyukuri setahun penuh pembelajaran ini. Meskipun tahun ini nampak seperti tahun kekalahan (lagi) untuk saya, tapi saya bisa bersyukur karena anugerah keberhasilan kecil yang sangat patut saya banggakan melalui komunitas Ikatan Kata.

Setahun Ikatan Kata itu, memberikan saya catatan sendiri. Pertama, sebagai komunitas blogger dengan jumlah yang tidak sedikit, komunitas ini belum memiliki jadwal kegiatan yang disepakati Bersama. Sebagai contoh adalah aktivitas menulis untuk memperingati hari lahirnya komunitas ini. Saya sendiri kaget ketika membuka group WA komunitas dan menyadari ada tantangan menulis di sana. Salah saya memang tidak ‘memantengi’ group dengan rajin, tapi saya rasa akan lebih baik jika jadwal kegiatan disusun bersama, disepakati bersama dan selanjutnya dieksekusi bersama-sama. Kedua, seluruh aktifitas dan kegiatan masih terpusat pada satu orang, Kak Fahmi sebagai pendiri awal komunitas ini. Saya perhatikan bahwa Kak Fahmi bekerja seorang diri untuk menggerakkan komunitas ini, seluruh perintah untuk mengerjakan kegiatan menulis nampaknya lahir dari dirinya sendiri. Bagi saya, ini kurang adil dan kasihan. Bagaimana kalau seandainya Kak Fahmi tiba-tiba saja vakum dan menghilang, lalu matilah komunitas menulis ini. Hal seperti ini, semoga saja tidak terjadi. Akan menjadi lebih baik kalau tugas Kak Fahmi dapat dibagi kepada teman-teman pengikat kata lain. Mungkin, Ikatan Kata dapat mulai membentuk organisasi yang solid, mulai memilih siapa bagian koordinator anggota, sekretaris, atau bagian humas.

Demikian sedikit catatan saya untuk Komunitas Ikatan Kata. Saya sangat berharap komunitas ini bisa tumbuh besar, dan menjadi wadah belajar bagi para blogger yang ingin mengasah kemampuan menulisnya, menemukan komunitas yang mendukung kegiatan menulis dan menjadi role model komunitas blogger di tanah air.

Setahun adalah usia yang sangat muda, tapi sudah banyak capaian yang ditorehkan oleh Ikatan Kata dalam dunia tulis menulis, dunia blogger. Selamat!

Terakhir, selamat berulang tahun Ikatan Kata. Terima kasih atas setahun yang berharga ini, tumbuh semakin kuat dan mengakar untuk tahun-tahun selanjutnya. Semoga apapun yang dilahirkan oleh Ikatan Kata dapat memberikan sumbangsih yang baik untuk dunia tulis menulis di tanah air.

Tidak lupa, terima kasih karena sudah secara giat membangkitkan semangat menulis anggotanya, dan mengingatkan bahwa menulis adalah sebuah warisan yang berharga untuk dunia. Terima kasih.

Salam.

9 thoughts on “Setahun Berjalan Bersama Ikatan Kata

    1. Sudah lama tidak menerbitkan tulisan di Ikatan Kata. Semoga tahun yang baru ini, bisa lebih bijaksana mengatur waktu.

      Selamat tahun baru, Ikatan Kata.

      Like

Comments are closed.