Berkelana

Aku memang pengelana kata. Maka kali ini kusempatkan untuk mengelana ke teman-teman pengikat kata. Menelisik apa yang telah digoreskan, siapa tahu ada ilmu yang bisa dibawa pulang. Ada manfaat yang bisa dikembangkan. Pengelanaan dilakukan secara acak, tidak ada pengaturan secara khusus. Khawatir kalau diatur secara khusus justru merepotkan diri sendiri.

Read More Berkelana

Nyanyi Sunyi Kerinduan

Di pintu gerbang perkampungan Pada rindu yang selalu kita titipkan Semilir angin tentu telah menyampaikan Suka duka anak-anak perantauan Tak mungkin lupa kampung halaman Tempat menuju kepulangan Membincangkan kenangan Merekatkan kembali ingatan Kampung halaman Tegalan coklat bebatuan Ladang yang kita tinggalkan Gembalaan yang kita tanggalkan Siapakah yang meneruskan Kabarnya tegalan tak lagi menghasilkan Singkong tak […]

Read More Nyanyi Sunyi Kerinduan

Aku Gagal Bertandang

Hujan yang tiba-tiba dicurahkan. Depan rumah penuh genangan. Meluap melahap jalan aspal. Lalu lalang kendaraan, gelapan. Ada yang gagal melanjutkan perjalanan. Rupanya got kekenyangan. Terlena lama tak ada kunjungan hujan. Keberatan menghantarkan serasah. Bukan hanya sampah dedaunan. Plastik berbagai macam wadah tumpah ruah. Masih juga sisa rumputan liar. Menghambat laju gelontoran. Jas hujan lupa dimana […]

Read More Aku Gagal Bertandang

Selalu Kuingat

selalu kuingat perjumpaan dalam diam di perpustakaan di sudut rak buku yang tak banyak dituju pada sunyi yang kutemu tapi, berisik gemuruh di sekujur tubuh pada kalimat padat kupastikan sempat banyak halaman kulumat kisah yang berlipat-lipat selalu ada semangat bersimpuh luruh pada kalimat teduh diksi yang kadang keruh sampai aku berpeluh tak ada sekelumit keluh […]

Read More Selalu Kuingat

Mozaik Kemiripan Nama

Rupanya tugas itu berlanjut. Mumpung hari jumat liburan di rumah, kuusahakan mengunyah ingatan masa lalu. Kudapati beberapa nama yang mirip-mirip yang pernah berinteraksi denganku. Tugas Ketik#7 kali ini kami semua diminta mendeskripsikan 7 orang terdekat dengan minimal kata 50 kata per orang. Mohon maaf terdekat di hati ya, karena secara geografi tak ada satupun yang […]

Read More Mozaik Kemiripan Nama

Belajar Puisi

Tantangan #Ketik6 tentang preposisi, kali ini saya terlambat. Meskipun terlambat kuusahakan secara cepat dengan imajinasi yang tak tentu arahnya. Ada yang bertanya padaku bagaimana puisi dibuat. Ya, kukatakan saja maka cukup dituliskan di selembar kertas atau diketikkan di komputer. Kalau menyimpannya di hati, tidak akan jadi puisi. Kepada siapa pun yang ragu bahwa membuat puisi […]

Read More Belajar Puisi

Seperti Baru Kemaren

Seperti baru kemaren aku bermain lumpur Menemani ayah ke sawah membawa cangkul Menanam ubi jalar menyambut kemarau Setelah sisa jerami ditumpuk menggunung Kapan-kapan nanti bisa dibawa ke kampung andalan utama bagi sapi saat kemarau seperti baru kemaren aku dituntun ayah ke makam pojok kampung untuk berziarah berhenti di bawah kamboja berbunga merah tak seperti biasa […]

Read More Seperti Baru Kemaren

Seseorang Melirik Sajakku

Siapakah itu diam membisu di tepi waktu Mengeja pelan-pelan aksara yang belum tertata Mengorek berita tanpa terucap sepatah kata Menunggu dan hanya mau menunggu Sajakku yang belum juga ketemu di sudut kota sajak apa yang bisa kudapatkan tentang temaram? Keremangan? Atau hingar bingar? Buntu. Dengus nafasku sendiri memburu Tak ada secuil endapan rasa untuk menjadi […]

Read More Seseorang Melirik Sajakku

Mbah Lurah Pahlawan Kami

Kami biasa memanggilnya mbah lurah. Entah siapa yang memulai. Kami hanyalah generasi akhir yang memanggilnya demikian. Ngikut saja kakak-kakak kami mengucapkan. Secara formal pun kami tidak tahu, karena penggantinya tak mau dipanggil pak lurah, maunya disebut bapak kepala desa.

Read More Mbah Lurah Pahlawan Kami

Kecemasan Senja

daun sirih menyalakan perbincangan dalam perjalanan kecemasan senja bekal malam mengarungi sepi sesap demi sesap menguar menjaga rasa lapar tidak menyasar menghindari hingar bingar pertunjukan menuju kantuk yang terangguk-angguk di antara pepohonan angin berbalik ke bukit menjemput bayang-bayang ketakutan kemaren suntuk diperdebatkan diambil paksa atau dibiarkan pulang arah mata angin yang dipertentangkan tak juga tercantum […]

Read More Kecemasan Senja