Seseorang Melirik Sajakku

abstract black and white blur book
Photo by Pixabay on Pexels.com

Siapakah itu diam membisu di tepi waktu
Mengeja pelan-pelan aksara yang belum tertata
Mengorek berita tanpa terucap sepatah kata
Menunggu dan hanya mau menunggu
Sajakku yang belum juga ketemu

di sudut kota sajak apa yang bisa kudapatkan
tentang temaram? Keremangan? Atau hingar bingar?
Buntu. Dengus nafasku sendiri memburu
Tak ada secuil endapan rasa untuk menjadi citra
Lampu-lampu padam di kotaku sudah biasa

Di pasar tradisional kutemukan senja
Sayuran layu menghuni sudut gelap
Saling sahut tak tahu apa yang disebut
Kuda mendengus menunggu giliran
Berebut dengan tukang ojek cari boncengan
Penaku kaku tak mendapatkan goresan kenangan

Di sekolah, anak-anak belajar sejarah
Mengapa musti ada kata penjajahan
Kabarnya datang membebaskan
Disuruh yang dalam membuat lubang
Ternyata mengeruk hasil alam
Bagaimana harus kuketik kisah pertentangan

Seseorang yang tetap diam
Melirik sajakku yang gagal kutuliskan

6/11/19 saat suntuk menunggu kantuk

Advertisement

6 thoughts on “Seseorang Melirik Sajakku

Comments are closed.