Cryptaesthesia

3 bulan kemudian

Walau didominasi dengan interior yang berwarna putih, namun suasana kamar ini terasa sangat gelap. Di sini, ada seorang wanita muda duduk di sebelah ranjang perawatan. Menunggu ibunya yang kembali mendapatkan serangan jantung, yang kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir ini.

Wanita muda tersebut sudah tidak dapat lagi meneteskan air mata. Ia tidak sedih atau juga marah. Ia hanya sangat menyesalkan, mengapa sang penulis cerita kehidupannya ini bisa sedemikian teganya. Ia merasa bahwa lebih baik jika dirinya tidak pernah dilahirkan di dunia.

Tangan kanannya menyentuh lengan ibunda yang masih belum dapat sadarkan diri. Sedang di tangan kirinya terdapat dua pucuk surat dari kedua lelaki yang mencintainya. Yang satu adalah surat cerai yang baru saja ditandatangi oleh Antoni, kemudian yang lain merupakan surat dari Hans yang baru saja dijatuhi vonis hukuman mati kemarin.

Ia tidak akan membuka surat dari Antoni, biar saja pengacara keluarganya yang akan mengurus hal tersebut nanti. Ia lebih memilih untuk memperhatikan amplop surat dari Hans dalam-dalam. Tak disangka-sangka, Rima Dwi Anggara, sang designer muda yang sukses nan rupawan, malah jadi tertawa satir sendiri.

“Jika hidupku ini dijadikan judul sinetron, maka pastinya akan berjudul Aku Mengandung Anak dari Pembunuh Ayahku Sendiri,” ujarnya sambil terus tertawa cekikikan.

Ia merobek amplop itu dengan kasar, lalu mulai membacanya pelan-pelan sekali. Semenjak saat itu juga, ia tidak dapat berhenti tertawa, sampai pada akhirnya, dua tahun kemudian, Rima memutus ajal dengan menenggak obat antidepresan yang berlebihan.

*

Jakarta, 22 November 2020

Untuk Rima, sayangku.

Jika Hemingway dan Dante berada di lini masa yang sama dan terjebak dalam sebuah pusara. Maka mungkin saja, mereka bakal berdebat hebat soal cinta.

Yang satu akan bersabda, bahwa cinta hanyalah soal nikmat dunia. Di mana cinta akan selalu bersanding mesra dengan segelas whiskey, alunan dari classic waltz atau juga tebalnya asap cerutu Kuba.

Sedangkan yang satu lagi, akan menekankan tentang makna dari sebuah pengabdian cinta. Juga tentang rasa, yang konon dapat mengubah semesta. Lengkap dengan daya anarki dalam setiap guratan takdir dari cinta itu sendiri.

Konyol!

Khayalanku ini sungguh konyol!

Hemingway dan Dante tak pernah beruntung kala harus berbenturan dengan cinta. Begitu juga dengan Tesla ataupun Chairil Anwar. Bahkan untuk seorang rupawan seperti Marlon Brando.

Aku tidak peduli. Tidak tahu dan juga tidak mau tahu. Karena toh, aku sendiri pun telah keliru.

Aku Hans.

Aku pamit dari yang fana.

-FIN-

Catatan :

Ditulis oleh Atthecorner | Iamnufa | Mas Tasim | Mintpapers | Rahmadinared | Segigitabaru

4 thoughts on “Cryptaesthesia

  1. Bagus ceritanya, walaupun di halaman Satu cerita berjalan datar tapi mulai berkembang ketika pernikahan Antoni dan Rima menimbulkan percekcokan yang melibatkan Antoni, pacar Rima yang seharusnya menikahinya.

    Konflik terus berlangsung, hingga berakhir pada terbalaskan dendam seorang Hans pada Antoni. Dan pak Hanung si pembunuh bapaknya berhasil dihabisi. Sempurna, meski harus dibayar dg menghuni terali besi.

    Tapi pada adegan Angel dan Antoni yang dijebak, itu kok seperti belum menjadi amunisi untuk memisahkan Antoni dan Rima ya? Seperti terputus begitu saja, walaupun ada efek yang menimbulkan ketidakpercayaan Rima pada Antoni. Apa sebab perubahan sikap Rima yang begitu cepat rasanya bisa ditimbulkan argumennya terkait peristiwa Antoni dan Angel.

    Btw, endingnya cukup greget. Hanya saja sudah nampak dari awal ( paragraf pembuka ) bahwa pada akhirnya pernikahan yang dijodohkan itu akan berakibat buruk. Andaikan sebaliknya, mungkin akan sedikit mengecoh pembaca yang dari awal digiring untuk menganggap wajar pertikaian itu terus terjadi.

    Trus, mungkin ada baiknya judul dikasih keterangan di akhir cerita, utk memudahkan pembaca memahami artinya.

    Aku apresiated utk kerjasama yang kompak ini. Ilustrasinya keren, Juga effortnya yang luar biasa, sdh berhasil merampungkan cerita sepanjang 7 halaman, dan semua punya kontribusi yang hampir merata.

    Itu saja sedikit yang bisa aku sampaikan sebagai pembaca. Selamat untuk karya yang luar biasa. Sumangat! 😀

    Liked by 2 people

    1. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk baca dan meninggalkan kritik dan sarannya hehe, masukannya jadi bahan pelajaran agar kami bisa lebih baik lagi ke depannya 😁

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s