Categories
KETIK pahlawan

Pahlawan di Balik Superhero

Photo by Joel Muniz/Unsplash

Menulis dengan tema pahlawan adalah hal yang menantang bagi saya. Berkali-kali mencari ide cerita dan selalu saja kebingungan mau nulis apa. Ketika lagi asyik menjelajahi film-film superhero. Tiba-tiba saya kepikiran kenapa tidak menulis tentang film superhero saja.

Categories
KETIK

Tujuh Teman Terindah

In My Life

There are places I remember

All my life, though some have changed

Some forever, not for better

Some have gone and some remain

All these places had their moments

with lovers and friends, I still can recall

Some are dead and some are living

In my life, I’ve loved them all

-The Beatles-

Salah satu lagu The Beatles yang berkesan dalam hidup saya adalah In My Life. Lagu ini bercerita tentang tempat dan teman yang tersimpan dalam hati kita walaupun kita telah berpisah dengan semua itu. Seperti disebut dalam liriknya, di antara banyak tempat dan teman, tentu ada satu dua yang istimewa. Saya tidak hendak membedakan teman yang satu dengan yang lain. Namun, perjalanan hidup ini mengajarkan saya bahwa ada chemistry yang bermain dalam suatu hubungan pertemanan.

Saya punya seorang teman, sebut saja namanya Juli. Kami bersekolah di sekolah yang sama sejak TK sampai universitas. Bahkan rumah kami bertetangga. Namun, entah mengapa, saya dan Juli tidak pernah berbagi cerita dari hati ke hati. Di sisi lain, ketika baru jadi mahasiswa, saya bertemu teman baru yang sampai saat ini jadi teman asik dalam suka dan duka. Pastinya ini tidak terlepas dari sunnatullah, bukankah Allah yang menjadikan kita berpasang-pasangan? Nah, dalam Ketik7 ini saya akan mencoba menggambarkan tujuh teman tempat saya berbagi suka dan duka.

 Teman kuliah yang saya sebut di atas tadi punya sifat cuek, apa adanya. Tidak ragu dalam mengemukakan pendapat, dia menjadi sparing partner saya dalam berdiskusi macam-macam topik. Salah satu kesukaannya adalah traveling, membuat kami sering sama-sama menjelajah kampus, gunung, dan laut. Jelajah kami yang paling anyar adalah ke Taman Nasional Baluran tahun lalu. Sudah lama kami hanya bersua lewat media daring. Dia masih apa adanya, pekerja keras, selalu optimis, dan ceria.

Teman berikutnya yang ingin saya perkenalkan adalah Ibu Atria. Saya pernah menulis tentang dia di blog pribadi saya. Pembawaan supel dan ramah melengkapi wajah manisnya. Ibu Atria ini tempat curahan hati dan meminta tolong orang “sekampung” karena sulit mengatakan tidak. Sifatnya ini lama kelamaan luntur karena sering saya kritik, hehehe. Sekarang, dia sudah dapat berpikir dulu sebelum mengatakan iya. Berteman dengan ibu yang satu ini membuat saya belajar cara berempati dan menanggapi kesusahan orang lain secara humanis. Dia suka mengajak saya ke tempat-tempat makan berkelas, sebaliknya saya suka mengajak dia jajan di pinggiran. Langit dan bumi bertemu dalam persahabatan kami.

Teman baik saya tidak melulu cewek, ada juga yang cowok. Persahabatan kami terbentuk secara perlahan, dibangun oleh banyak peristiwa yang saya sendiri tidak menyadari. Awalnya, karena terlibat dalam organisasi kemahasiswaan, kami sering berbagi strategi dan solusi. Teman saya ini betawi tulen. Sepertinya orang Betawi kalau bicara selalu nyablak (ini yang saya tangkap sewaktu menonton Si Doel Anak Betawi). Tetapi teman saya ini bicaranya selalu hati-hati. Dia rada-rada idealis, bersedia kerja di lapangan asal sesuai dengan passion nya. Dia juga sangat pemurah. Saya selalu dapat mengandalkan dia bila ada teman yang perlu bantuan, terutama bantuan keuangan.

Teman yang berikut adalah kolega saya. Umurnya lebih tua empat tahun. Namanya Andi. Orang kadang tertukar menyebut nama kami karena bunyinya mirip. Andi dan Dian, kalau diulang-ulang memang jadi tertukar. LOL. Kolega saya ini orangnya tegas, bahkan terkesan galak. Saya dan kolega lain pun, yang sudah lama berteman, masih suka kaget kalau menerima kata-katanya yang tidak dapat ditawar. Andi keturunan Bugis, tapi lahir dan besar di Jambi. Karena suami saya juga Bugis dan kota kelahirannya bertetangga dengan keluarga Andi, sejak awal dia sudah curiga bahwa kami bersaudara. Teka-teki itu terjawab ketika kami mengikuti seminar di Brunei Darussalam dan bertemu dengan keluarga kakak Andi yang sudah beberapa tahun bekerja dan menetap di sana. Percakapan pertama suami saya dengan kakak ipar Andi langsung membuka simpul kekerabatan kami. Lucunya, saya dan Andi langsung berpelukan dan berseru, “Ternyata benar, kita keluarga!” Siapa sangka, saya malah menemukan keluarga baru di negeri orang. Sungguh, hanya Allah yang mampu menyambung tali silaturahmi kita. Omong-omong, Andi ini perempuan, ya.

Rasanya tidak benar bila saya tidak memasukkan suami saya di sini. Hanya, saya tidak perlu menulis panjang-panjang tentang dia. Orang bilang wajahnya ganteng. Orang bilang dia bisa diandalkan. Yang jelas sampai saat ini dialah yang mau menerima semua kekurangan saya dan mencoba mengerti. Saya selalu merasa bahwa saya adalah orang yang sederhana, tidak banyak menuntut. Tetapi, tentu saja itu SALAH BESAR. Ah, andaikan suami saya tidak mengasihi saya pastilah dia tunjukkan daftar tuntutan saya melebihi tinggi Tugu Monas.

Orang yang menjadi pamungkas pos ini adalah Ibu saya. Ibu adalah ibu dan teman sejati saya. Ibu saya tipe ibu rumah tangga dengan spesialisasi perawat gigi. Keahliannya sebagai ibu rumah tangga segudang: memasak, menjahit, mengatur keuangan, membacakan cerita pengantar tidur siang, menjaga rumah tetap apik, dan masih banyak lagi. Sewaktu berganti profesi menjadi asisten dokter gigi dia terampil membersihkan karang gigi, termasuk menambal gigi yang bolong. Dengan segudang pengalaman, ibu saya adalah teman yang sangat berharga yang tidak ada duanya.

Categories
KETIK

Janji kepada Mamak

Foto : dokumen pribadi

Mamak akan mengizinkan kau pergi, Bujang. Meski itu sama saja dengan merobek separuh hati Mamak. Pergilah anakku, temukan masa depanmu. Sungguh, besok lusa kau akan pulang. Jika tidak ke pangkuan Mamak, kau akan pulang pada hakikat sejati yang ada di dalam dirimu. Pulang…”

Categories
KETIK

Blogwalking dengan Perasaan Canggung

Kok judulnya seperti itu?

Iya, karena disesuaikan dengan perasaan saya saat hendak dan sedang melakukan blogwalking kepada sesama member Ikatan Kata. Jujur, tugas Ketik8 ini sedikit menantang, menakutkan dan juga menarik bagi saya.

Kok menakutkan? Pasti yang membaca tambah heran. Baik, saya jelaskan. Jadi, ketika saya sedang melakukan blogwalking ini, saya merasa kurang percaya diri, terutama kepada member yang kebanyakan belum terlalu akrab dengan saya.

Saya baca satu persatu pos mereka, memberikan like, lalu mengetik komentar. Nah, di bagian memberi komentar ini adalah yang agak sulit menurut saya, karena terhalang perasaan kurang percaya diri. Alhasil, komentar saya jadi seadanya. Sekedar menyapa, sedikit melayangkan komentar tentang pos mereka, dan mengucapkan ucapan salam kenal.

Tetapi, ada hal yang menarik saat saya melakukan tugas blogwalking ini. Apa itu? Tampilan blog dan isi blog para member yang sangat keren luar biasa. Bahkan saya sempat merasa iri pada beberapa di antara mereka. Saya kagum dengan tulisan mereka yang jempolan.

Dan untuk kakak-kakak member Ikatan Kata, mohon maaf sekali saya berkomentar pendek-pendek seperti tidak niat, hehe. Habisnya kurang percaya diri. Dan ini adalah hasil blogwalking saya kepada sesama member IK :

Foto : via Ikatan Kata

1.Ishfah Seven// Mad Dog // “Hallo kang, ini saya lagi blogwalking. Tokoh di blog saya kurang kenal kang, tapi agak seram yaa. Wuiih.”

2. PenaHP// Aku Tak Ingin // “Aku dilahirkan dari rahim ibu berdarah Jawa. Siapa yang nanya? Gitu banget? Nice tulisan kak.”

3. Mas Tasim// Tak Punya Teman // “Ngomongin di belakang.”

4. Tulisan Kucca// Sedang Tidak Baik-baik saja // “Salam kenal kak.”

5. reina febryana// Tak Terucap // “Ikhlas adalah kuncinya. Salam kenal kak.”

6. Kampung Manisku// Mengunyah Kata-kata // “Salam kenal kak. Nice post.”

7. Nuna Baper// We! Yuk Belajar Makna Sastra Bekerja Serta Berumah Tangga! // “Tulisannya keren kak, salam kenal.”

8. Rufindhi// Halo, Apa Kabar? // “Halo kak Rifi, tulisanmu bikin lapar.”

9. Coffee Lady// Aku Kecewa // “Tetap semangat kak.”

10. Sondang Saragih// Bidadari // “Yang kemarin diikutkan challenge IK ya? Nice mba.”

11. Hai Fiska// Begini Sampai Kapan? // “Kereen kakak.”

12. Gerry Septiano// Bumbu Ayam // “Halo kak. Tulisanmu bikin laperr.”

13. Hanson Tjung// Kelakuan Menyebalkan // “Nice post kak.”

14. atthecorner// Si Cantik Yang Tersisih// “Pecinta Flora Fauna.”

15. sahmadus// Manfaat Olahraga Sepeda Yang Perlu Kamu Ketahui // “Saya gak bisa naik sepeda. Nice post kak, salam kenal.”

16. Agil Wijaya// Panduan Pen Tab Untuk Pelajar dan Mahasiswa // “Salam kenal kak. Keren, bahasnya teknologi”

17. manshurzikri// Peta Majas Media // “Nice informasi kak.”

18. senorahmanto// Kamu Insecure? // “Dulu sering kayak gini, insecure. Tapi sekarang alhamdulillah nggak”

19. renafitrianirf// 2S // “Kirain BTS Korea, kak. Salam kenal.”

20. Deyo1011// Tips Perawatan Kulit ala Deyo // “Nice tips kak. Salam kenal ya.”

21. Desy Agr// Nasib Berdiri Sendiri // “Cerpennya menyentuh hati”

22. rulodyta// Review Suncreen Wardah SPF 50 // “Nice post kak.”

23. Eigarin48// Ketika Belajar Sejarah Lewat Meme // “Zaman sekarang semakin banyak, kak.”

24. imasjamil// Skill Yang Diperlukan Pada Abad 21 // “Halo kak Imas, salam kenal ya. Tulisanmu bagus.”

25. Maria Frani Ayu// Tenaga Kesehatan Pandemi dan Bonus Demografi // “Dan mirisnya banyak masyarakat yang bandel, menganggap wabah ini hanya mitos. Bikin nyesek para tenaga medis, berjuang tapi masyarakat tidak semuanya menghargai.”

26. Hani Septiana// Belajar Online -Tata Nama Senyawa Kimia-X mia 1 // “Suka sama Mapel Kimia, tapi waktu itu mau masuk jurusan IPA gak bisa. Karena sekolahnya SMK bukan SMA. Salam kenal ya kak.”

27. Rifkipedia// Tolong, Jangan Mendaki Gunung // “Banyak para perusak alam di negara kita, kak.”

28. Perempuan Aksara// Teruntuk // “Ibu kah?”

29. ratihrullyani// Pemberi Tanpa Nama // “Penggemar rahasia.”

30. Segigitabaru// 9:43 // “Tinggi banget bahasanya. Sastra banget kak.”

31. iamnufa// Entah Apa Yang Merasukiku? Ketika “BERKEBUN” Jadi Hobi Baru // “Liat judul kayak lirik lagu. Hobi baru, semangat baru.”

32. Anything Frida// Pada Malam Minggu Kudengar Cinta Bercerita // “Hallo kak. Bersin gak jadi itu gak enak banget lho, kesel. Obrolannya jenaka.”

33. Kedai Reisha// Gabut Ga Bisa Tidur // “Salam kenal kak. Hebat ya udah bisa buka usaha. Semangat kak.”

34. Cerita Dianpur// Rentang Kisah // ” terkadang mencari passion butuh perjuangan.”

35. sosisproject// 5 Alasanku Mengagumi Susi Pudji Astuti // “Nyentrik namun luar biasa. Salam kenal kak.”

36. deihat.com// Diary Of Jamillah // “Cerita yang bagus. Salam kenal ya, kak.”

Categories
KETIK

My Circle

Sumber foto : Fimela.com

My circle? Lingkaran saya maksudnya? Yah, pastinya hanya sedikit. Karena saya orang yang cukup pendiam, tidak supel, jadi tidak terlalu banyak juga lingkaran pertemanannya ataupun orang-orang yang dekat dengan saya, bisa sampai hitungan jari saja.

Karena hanya sedikit, saya akan mendeskripsikan mereka yang cukup dekat. Sebenarnya tidak terlalu dekat juga, sih.

Categories
KETIK

Kumpulan Kalimat Preposisi

Bismillah, mulai mengerjakan tugas Ketik6. Awalnya, tugas ini saya rasa rada hese alias agak sulit, namun setelah membaca milik member lain, lumayan ngarti. Tentang preposisi, saya akan mencoba membuatnya, sebisanya. Dan kalau nanti ada typo, bisa dikoreksi sama Kang Fahmi. Hihi…

Kumpulan kalimat preposisi :

1. di (kata kerja)

. Aku tidak mau tahu apa pun yang dipikirkannya saat ini, karena aku tidak akan peduli padanya lagi

. Jangan kau percaya apapun janji yang dikatakannya, karena dia seorang penipu yang sangat licik

. Kukira dia bersedih karena apa, ternyata karena dikeluarkan dari universitas akibat kelakuan konyolnya itu.

2. di (untuk arah dan tempat)

. Aku mengurungkan niat untuk pergi ke Jepang hari ini, karena sekarang dia malah menangis tersedu di sampingku

. Apa yang kau lakukan? Kenapa kau duduk di atas tempat tidurku?

. Kau pikir aku tidak ingat, tentang kelakuanmu di hari minggu lalu?

3. ke (kata kerja)

. Ada apa ini? Kembalikan buku ceritaku!

. Dian, kenapa kau keluarkan semua pakaianku dari lemari?

. Akibat keasyikan bermain game, Nathan sampai lupa makan

4. ke (untuk arah dan tempat)

. Aku heran, kenapa dia menatap ke arahku terus-menerus? Apa yang salah denganku?

. Pandangannya selalu terarah ke jendela, saat dia berada di kamar

. Tom sangat berbeda sekarang, dia pergi ke rumah Louis hampir setiap hari

5. ke (untuk nomor urut)

. Aku tidak ingat, kalau sekarang hari ulang tahun Hanna yang ke-27

. Dave sangat tidak suka dengan nomor absen siswanya yang berada di urutan ke-2

. Dia bahkan tidak tahu bahwa aku tinggal di lantai ke-3 apartemen ini

6. pun (untuk penegasan)

. Jangan bersikap seperti itu, bagaimanapun dia adalah adikmu

. Aku berjanji padamu, siapapun yang menyakitimu, dia harus berhadapan denganku!

. Aku tidak akan menyerah, sekalipun harus berkorban nyawa

7. pun (untuk juga atau saja)

. Aku tahu, dia pun menyadari betapa hal itu sangat menyakitkan

. Sadarlah, jangan kau lupakan bahwa kita pun sama seperti dia!

. Aku pun demikian, merasa kehilangan atas dirinya yang telah tiada

8. nya (untuk kepemilikan atau menunjukkan sesuatu)

. Apa yang kau lakukan padanya? Hingga dia begitu marah?

. Jika memang kau menginginkannya, silahkan ambil

. Bolehkah aku memilikinya? Walau hanya sekali saja?

9. Nya (untuk menyatakan kepemilikan Tuhan)

. Dalam hidup ini, semua kuserahkan hanya kepada-Nya

. Percayalah, semua yang dikehendaki-Nya, pasti nyata dan terjadi

. Aku berdoa, semoga engkau selalu berada dalam lindungan-Nya

Categories
KETIK

Preposisi Berbau Ilmiah

Sejujurnya, bingung juga menulis artikel preposisi ini. Sudah banyak member IK yang menulis topik ini dan semuanya oke banget. Tulisan teman-teman menampilkan berbagai macam preposisi, dilengkapi dengan contoh-contoh kalimat yang super kreatif, ditulis dengan metode komparatif untuk membandingkan preposisi yang harus ditulis terpisah atau disambung dengan kata yang mengikutinya. Saya mulai menggigiti ujung pensil. Ups! Ini gaya menulis jadul untuk menggambarkan rasa frustasi, tetapi kan tidak mungkin saya ganti dengan “Saya mulai menjilati keyboard.” Duh!

Sambil mencari ide untuk tulisan Preposisi, saya mengerjakan tulisan lain yang lebih berbau ilmiah. Tulisan berbau ilmiah ini memang jadi sumber utama pengisi kuota gadget saya yang kebutuhannya semakin meroket, lebih-lebih di masa jaga jarak sekarang ini. Lalu, datanglah ide itu. Bagaimana bila saya menulis preposisi dalam narasi ilmiah? Semakin dipikirkan, ide ini semakin menarik. Menarik atau berbahaya? Tulisan saya Si Cantik saja sudah membuat Kang Gerry pusing dan Om Hanson menuding saya guru biologi. Apalagi yang dituduhkan pada saya bila artikel preposisi ini berupa narasi ilmiah. Edan!

Well, ternyata model pos saya tentang preposisi tidak pas dengan instruksi yang diberikan untuk Ketik6. Saya tulis kembali pos ini dengan tetap mempertahankan contoh-contoh kalimat preposisinya, ya. Maklumlah, sudah terlanjur pingin menulis tentang Wallace yang cinta hutan Indonesia.

Foto: Alfred Russel Wallace dan Darwin (Sumber: The Alfred Russel Wallace website)

Preposisi, atau kata depan, di yang menunjukkan tempat atau posisi harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Bedakan dengan di sebagai kata kerja pasif. Contoh:

  • Alfred Russel Wallace menghabiskan delapan tahun hidupnya (1854-1862) di hutan-hutan Indonesia yang di masa itu dikenal dengan nama Hindia Belanda.
  • Ia mengamati bahwa keragaman fauna di wilayah Barat Indonesia berbeda dengan di wilayah Timur dan pengamatan ini ditulisnya dalam sebuah artikel.
  • Hewan-hewan berkantung, berang-berang, platypus, kalkun, dan kakaktua ditemukan di wilayah Indonesia Timur, tetapi tidak di wilayah Barat.

Kata depan ke yang menunjukkan arah atau tujuan harus dipisah dari kata yang mengikutinya. Contoh:

  • Bila kau pergi ke Ternate, kau akan menemukan rumah tempat Wallace dulu tinggal.
  • Pada tahun 1862 Wallace kembali ke kampung halamannya di Inggris.
  • Ke mana Wallace mengirimkan awetan-awetan burung, serangga, reptil, dan berbagai jenis hewan yang ditemukannya di hutan?

Bedakan penggunaan ke di atas dengan penggunaan ke dalam contoh berikut.

  • Ini adalah contoh kalimat kelima yang saya buat mengenai partikel ke sebagai kata kerja.
  • Saya sudah kesekian kali membaca artikel tentang Wallace, tetapi masih selalu terharu setelah membacanya.
  • Wallace selalu menjadi orang kedua setelah Darwin dalam teori evolusi, tetapi ia sama sekali tidak peduli dengan hal itu.

Partikel pun yang menyatakan penegasan dengan pun yang menyatakan keikutsertaan dapat dilihat pada contoh berikut.

Yang menyatakan penegasan:

  • Walaupun perjalanan menuju ke Hindia Belanda sangat berat, Wallace bersikeras menjalaninya.
  • Siapapun tahu bahwa Darwin tidak menulis kata “evolusi” pada terbitan pertama buku The Origin of Species by Means of Natural Selection.
  • Bagaimanapun Darwin membantah, segelintir orang tetap menuduh ia mencuri ide-ide Wallae mengenai seleksi alam. 

Yang menyatakan juga atau saja:

  • Baik Darwin mau pun Wallace tidak hadir dalam pembacaan artikel mereka di depan Komisi Linnaean Society.
  • Darwin meninggalkan hidup yang mapan untuk mengejar impiannya sebagai seorang naturalis, Wallace pun demikian.
  • Selain kehilangan seorang mentor dan idola, Wallace pun kehilangan seorang sahabat tatkala Darwin menutup mata untuk selamanya.

Partikel nya untuk menyatakan kepemilikan dibedakan dengan NYA untuk kepemilikan Tuhan.

  • Darwin mendampingi penguburan putranya yang berpulang ke haribaanNYA.
  • Etika dan moral Darwin melarangnya menyembunyikan surat Wallace.
  • Allah telah memberikan kekayaan alam yang melimpah di bumi Indonesia, maka marilah kita menjaga karuniaNYA ini.
Categories
KETIK

Percaya pada Tuhan Adalah Solusinya

Tentang hal-hal yang menjadi ketakutan dalam diri, sebenarnya ada beberapa. Bukan hanya satu atau dua, namun lebih dari itu.

Tetapi saya hanya akan membahas satu hal. Tentang salah satu ketakutan terbesar saya dalam hidup ini. Yang sebenarnya, banyak juga dialami oleh orang lain.

Apalagi kalau bukan, tentang masa depan? Yap, masa depan adalah salah satu ketakutan dalam hidup saya. Banyak pula penyebabnya.

Salah satunya, karena kadang jika saya melihat ke belakang, alias ke masa lalu, saya selalu dihantui perasaan kurang enak. Ini jujur.

Masa lalu yang sedikit memilukan, mengecewakan, kerap kali menjadi momok menakutkan bagi saya. Lalu yang kedua adalah, karena mimpi dan harapan yang belum terwujud hingga saat ini.

Saya memiliki beberapa cita-cita dan mimpi dalam hidup ini, sama seperti orang lainnya. Namun, hingga saat ini belum juga terwujud. Dan tentunya masih terus saya kejar dengan penuh semangat, mumpung masih diberikan umur panjang oleh Allah.

Saya berusaha untuk tidak menyalahkan keadaan. Walaupun terkadang saya merasa lelah, ingin menyerah pada semuanya. Namun, bagi saya, hidup haruslah diperjuangkan. Tidak boleh mudah menyerah sebelum berjuang keras.

Saya juga sering introspeksi diri, mengapa cita-cita saya belum terwujud, selain berdoa, mungkin juga usaha saya masih kurang dan sabar saya harus lebih diluaskan lagi. Saya percaya pada diri dan kemampuan saya, juga Tuhan.

Dan untuk mengatasi ketakutan saya, cukup satu hal, yaitu percaya pada Dia. Tuhan akan mengabulkan jika kita bersungguh-sungguh dalam berusaha dan berdoa untuk mewujudkan keinginannya. Semoga.

Categories
KETIK

The Real Superhero

Foto by Google image

Arti Pahlawan menurut saya adalah…

Orang hebat yang berjuang bagi kepentingan banyak orang atau orang yang dicintainya, hingga rela mengorbankan kepentingan dirinya sendiri. semua itu dilakukannya demi manfaat orang banyak dan orang yang dicintainya.

Dan membahas soal pahlawan, sebenarnya ingatan saya didominasi oleh sosok zaman dahulu seperti Ir. Soekarno, Bung Hatta, R.A. Kartini, Cut Nyak Dien…

yah para pahlawan kemerdekaan Indonesia, di mana saya pun belum terlahir saat itu

The real pahlawan bangsa Indonesia. Yang belum pernah satu pun saya bertemu dengan mereka, dan hanya mendengar kisah mereka dari media informasi, buku sekolah, guru-guru. Bukan secara langsung bertemu.

Karena mereka adalah sosok pahlawan yang telah tiada, dengan masing-masing kisah luar biasa, Maka di sini saya akan menulis tentang pahlawan nyata dalam kehidupan saya sendiri.

Yaitu tentang Ayah saya. Pahlawan sejak saya masih kecil.

The real superhero, yang menurut saya lebih hebat dari Spiderman dan kawan-kawan.

Ayah adalah superhero bagi anak-anaknya, dari kecil hingga dewasa mungkin?

Walaupun tidak semuanya. Karena saya juga sering mendengar cerita dan kisah nyata orang-orang yang memiliki pengalaman juga hubungan buruk dengan sang ayah.

Categories
KETIK

Perspektif Rasa dari Seorang Sahabat

Bicara tentang orang terdekatku sekarang ini, aku bakal cerita mengenai mereka yang kuanggap sahabat.  Aku urutkan dari yang paling lama kukenal.

Diurutan pertama ada kawan LDR-an, namanya Sarita. Kenal sudah dari zaman SD, cuma dekatnya baru sejak SMA. Sarita ini memiliki rambut hitam lurus mirip bintang iklan sampo dan badannya berisi tapi tidak tinggi.

Dia cewek yang ceria, cendrung heboh, pintar, dan tipe yang senang berpetualang. Lengket banget sama dia sewatu jaman putih-abu. Kemana-mana selalu bersama, baik main dan juga mengerjakan tugas sekolah.

Berteman dengan dia sangat seru. Aku sering diajak melakukan kegiatan anti-mainstream. Seperti  mengintai orang yang dia suka, nekad bertamu ke rumah cowok itu demi bertemu ibunya, dan menjaring ikan di kolam milik cowok itu. Luar biasa perjuangan dia buat dapat perhatian dari orang yang disukainya.

Selanjutnya adalah kawan satu kosan, namanya Ella. Dia tipe perempuan tomboy. Rambutnya selalu pendek dan berwarna coklat muda. Kelihatan galak dari luarnya, karena fisiknya yang tinggi besar, tapi orangnya asik banget kalau dah nyambung sama dia.

Kawan dia kebanyakan cowok, makanya mentalnya itu beda sama cewek kebanyakan. Lebih sangar dan tidak suka diatur. Tipe yang langsung berontak saat ada hal yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Kadang juga suka bikin aku emosi, lantaran wataknya yang keras kepala dan agak egois. Ella juga tipe yang ambisius mendapatkan apa pun yang dia mau.

Lalu, aku bakal ceritain kawan-kawan yang mengisi hari-hariku di kampus.

Ada dua sohib yang seringnya aku ajak ngopi bareng. Mereka adalah Tira dan Isa. Mereka ini banyak miripnya. Dari umur mereka yang seumuran, setahun lebih tua dariku dan sifat-sifat mereka juga lumayan mirip. Mereka sangat sederhana, tidak suka keribetan dan juga kalem. Yang membedakan adalah Tira ini bertubuh mungil sedangkan Isa berbadan jangkung.

Saat bersama mereka aku malah mirip sales yang lagi menawarkan produk, lebih berapi-api dan terlalu heboh bercerita, sedangkan reaksi mereka tetap tenang. Aku bisa sangat terbuka dengan mereka berdua, tidak sungkan mau curhat apa saja kepada mereka. Itulah akan selalu menyenangkan menghabiskan waktu bertiga.

Kemudian ada si Dwi yang juga teman sekelas dan kawan ngopi. Dwi yang paling sering main ke kosanku, malahan suka sampai menginap. Aku dan Dwi tingginya sama, hanya saja postur badannya lebih berisi dibandingkan diriku. Dimanapun dia selalu menggunakan rok. Katanya sudah kebiasaan dari kecil.

Sifatnya agak sedikit manja. Makanya dia ingin selalu ada temannya ke mana-mana. Paling penakut juga, jadi hal-hal yang bersinggungan dengan dosen selalu minta saran lebih dulu ke kami. Namun, dialah yang paling rajin dari kami berempat. Seringnya, tugas kuliah dia selesaikan duluan tapi lucunya tetap saja masih menunggu kami juga untuk mengumpulkannya.

Berikutnya ada Erly, sang pemecah telor karena dia ini baru saja menikah. Aku turut bahagia mendengarnya, walau sedikit kecewa karena keadaan sekarang tidak memungkinkan untuk hadir di acaranya. Erly ini mirip putri salju, lantaran kulitnya putih banget, aku sering minder sendiri jalan di sebelahnya.

Dia anak sulung sama sepertiku, jadi kami cocok mengeluhkan tanggung jawab anak sulung bersama. Dia juga yang paling responsif dari yang lainnya, lebih mudah bertanya hal mendesak padanya dan juga untuk curhat kepadanya lebih nyaman, karena dia ini begitu pengertian.

Satu lagi ada cewek cantik dan lembut, aku memanggilnya Mbak Mut. Usianya terpaut dua tahun lebih tua dariku, tapi wajahnya sangat irit, masih imut-imut kayak anak SMP. Kulinya juga putih tidak beda jauh sama Erly. Pokoknya kalau lihat parasnya itu buat adem.

Pembawaan Mb Mut yang mengayomi dan suka membantu menjadikan dia mudah disayangi. Kurasa Mbak Mut ini adalah orang yang paling sering aku repotin. Eh, bukan aku saja, tapi yang lainnya juga. Kami merasa seperti punya kakak yang dapat diandalkan saat situasi genting dan kepepet. Sangat lembut dan baik luar dalam sih orangnya.

Terakhir, ada si ceriwis, namanya Oyik. Dia punya kulit sawo mateng dan paras yang sangat ayu. Sebenarnya, kami ini setipe. Tipe anak manis yang bawel dan heboh.

Kami berdua layaknya sepasang pembuat rusuh. Bisa dipastikan ribut deh kalau sudah bertemu. Ributnya bukan kayak cekcok atau berdebat gitu, hanya saja kami ini agak kelewatan lebay kalau menanggapi sesuatu, dan terlalu bersemangat saat bercerita.

Sifat identik lainnya adalah sama-sama pemalas. Sifat yang terakhir itu menjiplak, sangat serupa kadarnya. Kami berdua sering sekali menjadi makhluk yang paling terakhir mengerjakan tugas. Paling-paling buntunya cuma menyalin tugas punya Mbak Mut.

Aku rasa cukup sudah mendeskripsikan sosok mereka dari sudut pandangku. Mereka tetap punya peran dan warna sendiri dalam hidupku. Keberadaan mereka pun kuakui begitu berarti mengisi hari-hariku. Di sudut hatiku terdalam aku tahu benar bahwa aku sangat senang memiliki mereka sebagai sahabat-sahabatku.