Categories
KETIK Uncategorized

Tanpa Mereka, Aku tak tahu apa itu Sahabat

Di #KETIK7 ini, Kali ini saya akan bercerita tentang Karakter Teman-teman di Lingkaran  Pertemanan Aku.

Punya Teman itu seru, Aku dan mereka sering sekali bermain di sekolah dan suka berbuat onar di kelas Aku. Saling menolong, saling kerjasama, dan sama-sama punya masalah. Apalagi punya teman sahabat itu sangat seru daripada sekedar teman fake biasa. Gak juga teman-teman Aku yang di sekolah doank, tapi di Kampus juga ada meskipun hanya sedikit dan cuman menganggap teman saja yang suka menemani aku kalau pergi ke mall hanya untuk nonton bioskop saja. Bagi aku sih, aku lebih nyaman dengan teman-teman SMA saya. SMA itu adalah hal paling indah dan seperti surga di lingkungan sekolah SMA dulu saya daripada SMP/SD sebelumnya dan masa kuliah sekarang. Di SMA itu pertama kalinya aku mempunyai teman & sahabat, dan juga aku baru mengenal apa itu sahabat.

Dan inilah sederet nama-nama teman aku yang paling dekat di SMA aku. Siapa aja sih ? Aku jabarin nih satu-satu.

  1. Tasya

Dia itu salah satu sahabat pertama aku saat awal memasuki SMA. Awal aku bertemu dengan dia kebetulan kita teman sekelas, waktu itu aku masih kaku kalau mencari teman di kelas (namanya masih polos). Dan aku pertama kalinya berkenalan dengan dia dan masih hanya teman sekelas. Sejak saat awal acara LDKS di Sukabumi, kami menjadi sangat dekat dan sering sekali teman-teman kelas aku menyebut kami adalah teman paketan/ paling couple di kelas ku. Dan Persahabatan kami jadi keliatan saat aku sering main ke rumah dia begitu juga sebaliknya. Dan akhirnya Kami jadi sahabat deh hingga akhir kelulusan SMA. Soal sifatnya Tasya, dia baik, Ramah, dan pernah suka ama Guru yang terkenal muda dan ganteng di sekolahnya, wkwkwk. Saking sukanya, Aku selalu memberitahu dia kalau ada Pak W (nama inisial) lewat di kantin. “eh.. tas. ada Pak W tuh”. Sontak saja, Tasya pun langsung senang melihat ada Guru kami yang lewat, wkwkwk. Aku jadi ikutan senang melihat Guru cogan lewat . Oh ya, Kami sering sekali nonton film bareng di kelas kalau kelasnya lagi istirahat atau jam kosong karena gak ada gurunya. Apalagi kalau filmnya satu kelas lagi. njaaay udah kayak di bioskop. Tapi sekarang, aku jarang sekali ketemu dia karena sibuk dengan kegiatan masing-masing termasuk kuliah, begitu juga kampus kami berbeda tempat. Tapi pernah Aku dan dia ketemu saat rencana untuk nonton bioskop di mall. Terakhir Kami bertemu untuk nonton bioskop akhir Desember lalu.

 

2. Salsa

Sahabat kedua ku setelah Tasya. Cuman saja, dia tidak sekelas dengan ku dan tasya karena Salsa adalah kelas IPA sedangkan aku dan Tasya kelas IPS. Awal aku kenal dia pas saat acara Mos SMA. Itupun aku belum mengenal dia, Jadi waktu itu aku lihat pertama kali dia kena hipnotis oleh gurunya pas lagi acara mos, wkwkw. Acara mos itu paling ngakak dan juga teman-teman satu angkatan ku. Jadi dia tuh di hipnotis ama gurunya terus namanya dia di ganti dengan nama soimah. Pas dia bangun dalam keadaan hipnotis, gurunya langsung nanya ke Salsa.

“Nama kamu siapa ?”. Kata Gurunya .

“Soimah”. Kata Salsa

“Lah. Di name tag kamu kan namanya salsa”. Kata Gurunya sambil menunujuk ke nametag salsa yang ia pakai.

“Bukan pak! nama saya soimah”.

Sontak saja, seisi teman satu angkatan kelas aku di ruangan itu tertawa terpingkal-pingkal melihat kepolosan Salsa yang keadaan tidak sadar alias di hipnotis. Di situlah aku baru melihat Salsa di situ. Dan akhirnya Aku kenalan dengan Salsa saat sedang istirahat. Kebetulan dia lagi ada di balkon sekolah. Waktu itu masih cuman menyapa doank dan sejak acara LDKS kami menjadi sangat dekat dan kujadikan sahabat keduaku setelah Tasya. Aku, tasya, dan salsa bisa di bilang adalah sahabat paling dekat dan setia di sekolah. Dia itu baik, alim, dan juga ramah. Sering sekali di jadikan tempat curhat termasuk aku, hehehe. Aku dan Salsa sering banget lo main terus dan sampai-sampai aku suka main ke rumah dia. Sampai sekarang saja Aku masih ketemu dia dan main ke rumah. Sekarang dia jadi anak rantau di Tangerang karena ia kuliah di UIN.

 

court-cook-DWaiEFt9VT4-unsplash

 

3. Nivan

Habis bahas sahabat aku, sekarang aku akan bahas teman kelas aku yang terkenal kocak dan juga teman cowok aku. Nivan, dia adalah teman kelas aku kocak dan kadang ngeselin juga sih padahal cuman bercanda. Dia salah satu paling aktif dalam organisasi, seperti ikut ekskul pecinta alam, rohis , dan pernaj ikut japan club. Dia ini paling deket ama aku dan Tasya di kelas. Kadang suka bikin kelompok sama saku dan sahabat aku kalau ada tugas kelompok. Oh ya dia juga kenal ama abang aku karena abang aku sekaligus senior di sekolah dan sama-sama satu organisasi ekskul sama Nivan. Dan sampai saat ini dia masih aktif ikut organisasi di kampus, seperti ikut menwa karena ngikut jejak abang aku dan jadi pengurus organisasi BEM UIN dan UIN jabodetabek. Semangaatt boyyy !!!

 

4. Faizah

Teman kelas ku yang terkenal baik dan ramah. Cewek penyuka Kpop ini adalah teman baik ku, tapi agak dekat sih. Pernah aku ngasih hadiah berupa merchandise kpop seperti sticker boyband korea ke dia karena dia emang suka kpop sampai teman kelas aku ada yang minta sticker dari aku, wkwkw, Aku juga pernah kasih hadiah loh ke dia pas dia lagi ulang tahun. Lupa aku waktu itu beli barang buat hadiah ke dia itu apa ya, lupa aku. Sekarang dia satu kampus denganku meskipun berbeda jurusan dan jarang sekali bertemu dengan dia.

 

5. Dhani

Teman kelasku juga yang terkenal berisik, heboh,suka makan, dan kocak deh. Dia suka sekali bermain bola dan pernah main bola di kelas bersama teman-temannya sampai bolanya kena jam dan pecah dan itu membuat kelas tetangga sebelah langsung kaget dan menuju ke kelas aku, wkwkw. Waktu itu kan Kelas aku sama Kelas sebelah di batasi dengan rooling door. Kebetulan kelas ku dan kelas sebelah itu tempat audiotorium yang sering sekali di jadiin tempat acara gitu.

Kembali ke topik dhani, dhani tuh sering nanya ke aku kalau aku punya film bagus di laptop dan suka ikutan nonton film, wkwkwk. Kini, dia masih aktif bermain bola dan juga rutin main futsal dengan klub nya.

 

6. Sukma

Teman kelasku selanjutnya yang terkenal badannya besar, tinggi, dan nyebelin juga sih. Dia cowok, dia emang berisik suka nyanyi-nyanyi gak jelas di kelas. Dia juga gak sabaran mau nonton film di laptop aku. Dulu saat pertama kali kenal dia, dia dulunya nakal, pernah bolos, dan bahkan bikin usil di kelas sampai membuat gurunya merasa jengkel. Sekarang dia berubah dan jadi pintar di kelas. Tapi tetap aja masih nyebelin ke aku. Seperti pernah nyabetin minuman anak kelas pakai sapu tangan dan pernah ngejek ke aku.

 

7. Vina

Aku mengenal dia dan udah temenan udah lama banget sejak SD. Sampai SMA masih satu sekolah sama aku meskipun beda kelas. Gak terlalu dekat sih sama dia pas di SMA. Dia sebenarnya punya sahabat di kelas sejak SD. Dan kini Aku jadi dekat dengan dia dan sejak aku dan dia saling curhat berbagai masalah terutama masalah kuliah dan pertemanan. Sekarang aku malah lebih sering curhat ke dia daripada salsa, soalnya salsa udah sibuk kuliah dan agak jarang sih saling chat di whatsapp lagi. Bahkan, malah aku lebih nyaman ke dia, wkwk. Vina itu baik, ramah, dan jago gambar loh. Gambarnya aja udah bagus dan agak juga suka nonton anime.

 

papaioannou-kostas-tysecUm5HJA-unsplash
“Teman tetaplah teman, yang membedakan adalah teman pada masanya dan teman selamanya”
Arief Subagja

 

 

Dan itulah adalah deretan teman-teman aku di lingkaran pertemananku. Tanpa mereka, Aku tidak tahu apa itu teman dan juga sahabat. Sejak mereka ada di kehidupan ku, Aku mulai meresakan Persahabatan dan pertemanan.

 

Sampai Jumpa di Ketik selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories
KETIK

Blog Keluarga Ikatan Kata

Sudah sekitar empat bulan aku bergabung bersama Komunitas Ikatan Kata. Sejak permulaan tanggal 13 November 2019 hingga hari ini, aku telah menyerap banyak pelajaran dan pengajaran yang bermanfaat dari anggota komunitas, baik dari tulisan-tulisan mereka di blog maupun dari chatting harian yang ambyar! di WhatsApp Group (WAG). Ikatan Kata adalah rumah bagi keluarga, dan keluarga itu adalah anggota yang saling support satu sama lain. Pendek kata, aku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga Ikatan Kata, berada di antara keluarga yang luar biasa. Hiks.. Terharu akutu…

Categories
KETIK

Romansa atau Bucin?

MIMPI

Categories
KETIK Uncategorized

Catatan Dasar untuk Kamu Calon Jurnalis

Sebenarnya ada banyak pelajaran yang telah kudapat selama kuliah di Jurusan Bahasa Indonesia yang tentu saja menarik untuk kubagikan pada teman-teman, terlebih tantangan ketik kali ini meminta ilmu yang berkaitan dengan bahasa.

Categories
KETIK

Ada ‘Orang Ketiga’ tapi Bukan ‘Pelakor’

Apa itu?

Yaa… sudut pandang.

Categories
KETIK Uncategorized

Kalian Istimewa

Di KETIK7 ini, semua sahabat pengikat kata diberi challenge untuk mendeskripsikan 7 orang terdekat dalam circle kehidupan mereka. Okay, waktunya berpikir keras untuk menentukan siapa yang pantas mendapatkan posisi di dalam tulisan ini. Membosankan rasanya jika aku harus mencantumkan “tentang” keluargaku di sini. Lagipula hampir separuh umurku kuhabiskan di luar lingkungan rumah. Jadi, siapa yang harus kudeskripsikan? Temanku banyak, tapi yang kuanggap “benar-benar teman” mungkin hanya hitungan jari. Mereka yang benar-benar memiliki peran dan singgasana khusus dalam kehidupanku.

Bicara mengenai pertemanan, tak akan pernah ada habisnya jika kutuliskan di halaman kosong ini. Terlalu banyak hal yang telah mengisi relung kehampaan hidupku, walau hanya segelintir orang yang kuizinkan memasuki zona yang menurutku agak sensitif ini. Dalam real life, “kerewelanku” yang sehari-hari memenuhi beranda notifikasi takkan kalian temukan. Aku yang nyata, lebih suka berdiam diri, mengamati, lantas berdialog dengan diri sendiri. Tak ada yang bisa mengusikku ketika aku tenggelam dalam duniaku. Asap yang memenuhi kepala ini telah menenggelamkan aksara, hingga membuatku sulit bersuara. Sudah cukup basa dan basinya, huh! Dengan ini, kuputuskan merekalah yang terpilih.

1- Ola

Manusia pertama yang kukenal saat kakiku menginjak dinginnya lantai asrama perkuliahan untuk pertama kali. Kulit pucat, wajah datar, dan rambut pirangnya sempat membuatku bergidik ngeri saat itu. Namun tak kusangka, kita menjadi teman dekat di hari-hari setelahnya. Ia selalu antusias jika aku mengajaknya berdiskusi mengenai warna rambut. Bahkan aku menjadi kelinci percobaannya dalam bereksperimen. Kita bertiga sangat terlampau dekat. Kita? Ya, aku, ola, dan satu lagi wanita bermata dua, berhidung, bertelinga, dan bermulut yang akan kujelaskan setelah ini. Senyum mereka sudah menjadi senyumku, begitupun tangisnya. Kok jadi melow si! Ola memiliki sedikit permasalahan dengan “diri dan pikirannya“, begitulah yang aku rasakan. Aku dapat membaca pikiran, perasaan, bahkan gerak-geriknya. Ketika ia menyimpan sebuah rahasia, aku dengan santai berbicara “Aku tahu la! Tahu!” Begitulah, bocah bertubuh mungil, yang bercita-cita menjadi dokter, tapi mundur karena tahu passionnya berada di dunia salon. Sayang sekali, ia tak bisa membersamaiku hingga kelulusan nanti. Dimanapun kamu berada, jaga selalu senyummu okay!

2- Alya

Wanita asal kota Bekasi yang kebetulan dipertemukan denganku dalam naungan asrama yang menyenangkan. Di awal pertemuanku, satu kata yang seolah menjadi label di wajahnya “jutek“. Astaga Al, sungguh aku tak bergurau, aku benar-benar benci wajah itu. Tapi, yang ada setelahnya malah pelukan hangat dirinya saat aku hanyut dalam keputusasaan. Manusia berhidung mancung, dan berparas manis ini menjadi teman dekat keduaku. Beberapa kegemarannya yaitu, bermain game online, selfie, dan mengacau waktu rebahanku. Ia sangat piawai menyimpan perasaan dan suasana hatinya. Di saat dirinya sendiri membutuhkan motivasi agar tetap kuat, ia selalu mampu menebar tawa khasnya. Kamu kuat Al!

3- Maryam

Namanya mirip dengan nama ibunda Nabi Isa alaihissalam, begitu pula sifatnya. Wanita kelahiran tahun 1999 ini telah menciptakan banyak kebersamaan denganku. Parasnya yang ke-arab-araban selalu membuatku berdecak kagum. Tubuhnya yang mungil membuatnya terlihat lebih muda dibanding usianya yang sudah menginjak kepala 2 itu. Setelah Ola memutuskan untuk pergi menyisakan kami berdua, Mayam pun menyelinap masuk menggantikan sosoknya. Pemikirannya yang dewasa selalu menjadi penengah di antara huru-hara kemalasan para kaum rebahan. Berbeda dengan aku dan Alya yang selalu asik berkutat dengan gawai, ia dapat memanfaatkan waktunya dengan baik. Selalu mengingatkan kami saat waktu makan tiba, menegur kami saat terlena dengan kesalahan, dan begitu sabar menghadapi diriku dengan segudang egonya. Thank you for being my unpaid therapist mayam!

4- Farah

Aku dan kawan sekamar sepakat untuk memberinya sebutan “Umi”. Kami menobatkannya menjadi ketua kamar. Dan memang ia berhasil menyulap kamar kami menjadi “The Cleanest Room” yang terpilih untuk lokasi shoot profil Ma’had. Seorang sosok yang memiliki kepribadian dewasa, agamis, dan ramah. Entah aku tak tahu rahasia di balik pertemuanku dengannya, mungkin Sang Pencipta ingin aku kembali ke jalan yang benar. Seluruh kalam yang tercipta dari lisannya merupakan perkataan yang bermanfaat. Tak ada waktu yang sia-sia terlewati dalam hidupnya. Kalian takkan pernah menyangka, di balik tubuh mungilnya terdapat sebuah jiwa kedewasaan yang menghiasi. Ia selalu kujadikan panutan utama ketika tercebur dalam sebuah hal yang sia-sia. Thanks for being my motivator umi!

5- Qonita

Anak perempuan dari seorang ustadz sekaligus penulis buku yang pernah kubaca ini kebetulan mendapat jatah ranjang di kamarku. Sungguh beruntung nasibnya, disatukan dengan diriku yang sama-sama memiliki kegemaran rebahan hehe. Rambut keritingnya selalu menjadi bualanku setiap hari. Aku gemash dengan rambutmu qonit! Dan jangan lupakan wajah ke-arab-araban yang merupakan warisan dari Abi dan Umi tercintanya. Pembawaannya yang santai membuatku enjoy berkawan dengannya. Ia gemar membuat humor recehan yang mengundang gelak tawa dan sorakan riuh kami. Di balik diamnya, ia menyimpan banyak keahlian selain membuat humor recehan yang tadi telah kusebutkan. Ia juga memiliki tangan yang sangat lihai menciptakan karya seni khas pelukis ala-ala. Nice to meet you qonit!

6- Aida

Aku tak pernah sanggup bercerita tentang dirinya. Sudah begitu banyak hal yang tercipta antara kami. Perempuan berparas manis yang memiliki lesung pipi ini telah menemani perjalanan hidupku sejak aku menginjak masa remaja. Ia juga gemar menulis dan berkata-kata sama sepertiku, bahkan aku belajar darinya. 7 tahun bukan waktu yang singkat untuk mampu mengenal dirinya. Sosok perempuan yang teguh pendirian, baik hati, dan ramah. Ketulusan kata-katanya bahkan mampu menggedor pintu batinku demi menyadarkanku akan kesalahan. Di balik ketegaran penampilannya, aku ingat bagaimana ia menangisi dirinya sendiri atas kesalahannya di pundakku. Hubungannya dengan keluarga sedang tidak baik kala itu, dan aku terus memotivasinya untuk terus berdiri kokoh. Ia yang sekarang bahkan lebih mengagumkan dari dirinya yang dulu. Aku yang tumbuh bersamanya sangat menyadari hal itu. Thanks for being my best friend ever da!

7- Arya

Kali ini, yang ingin ku ceritakan adalah seorang pria. Tidak, tidak, ia bukan pacar, atau TTM, atau apapun itu sebutannya. Benar-benar murni seorang teman. Tak perlu kusampaikan bagaimana pertemuanku dengannya. Ia tinggal di negara yang bersebelahan dengan negeri tercinta kita ini, Malaysia. Aku mengenalnya setahun yang lalu. Pekerjaan kedua orang tua membuatnya terpaksa harus tinggal berpindah-pindah negara. Ia berkebangsaan Indonesia, tapi sepertinya sudah mulai menetap di negara tetangga kita itu. Berbeda dengan kita yang akrab dengan aroma bangku sekolah, ia menghabiskan masa pendidikannya di rumah “home schooling“. Pria berwajah manis ini, berumur setahun lebih muda dariku. Aku menyukai kepribadiannya yang unik. Seluruh percakapanku dengannya berisi diskusi-diskusi seru, tentunya di tengah kesibukannya yang sangat padat. Satu hal yang membuatku sempat heran, kenapa ia tak pernah menggunakan emoticon ketika mengobrol via chat? Dan jawabannya sederhana, “ribet milihnya” haha. Gemar membantu orang tua, mulai dari memasak, beres-beres, dan kegiatan rumah lainnya. Hey Arya, pulanglah ke negeri asalmu nak! Haha.

Akhirnya aku dapat menamatkan cuap-cuap ini. Yeaay! Mereka yang telah kusebutkan adalah sosok manusia-manusia yang kuizinkan masuk ke dalam zona nyamanku. Terima kasih kalian, terlebih yang telah sabar menghadapi segudang egoku. Sekian, see you soon!

Categories
KETIK

Basa Basi Preposisi

Hai guys! Aku kembali di sini, untuk melanjutkan progress KETIK yang bahkan belum mencapai setengah dari total seluruhnya. Sad 😥 Tulisan kali ini dikhususkan untuk mengandung beberapa unsur preposisi yang telah ditentukan. Kalian bisa mempelajarinya langsung di sini. Selamat menikmati basa dan basi, Let’s check it out!

Sebuah karya akan semakin lezat untuk dinikmati apabila penyajiannya sesuai dengan resep yang sudah tertera dalam panduannya. Begitu pun tulisan, ia memiliki beberapa kaidah yang harus terealisasi di dalamnya. Kaidah yang telah ada jauh sebelum aku dilahirkan. Salah satu di antaranya, menempatkan preposisi sesuai dengan kegunaannya. Tulisan akan semakin enak dibaca dan mudah dipahami bila ia sesuai dengan kaidah penulisan bukan? Di antara semua sahabat Pengikat Kata, satu-satunya orang yang paling jeli terhadap hal ini adalah Ka Fahmi. Dengan ketelitian dan kehati-hatiannya yang super duper ajaib, ia dapat menemukan kesalahan sekecil apa pun dalam sebuah tulisan. Bagai mencari jarum di dalam tumpukan jerami, begitulah aku menyebutnya.

Perjalanan awalku menemukan Ikatan Kata bermula saat jari-jemariku tak sadar telah bertandang ke Blog milik Ka Frida. Aku selalu suka dengan gaya yang digunakan olehnya saat menulis. Kaidah penulisan, penempatan tanda baca yang tepat, dan bahasa yang mudah dipahami merupakan beberapa hal yang membuatku menyukai tulisannya. Ia merupakan orang kedua yang membuatku candu untuk menyambangi jejak ceritanya setelah Ka Fahmi. Tentunya sebelum aku mengenal tulisan para pengikat kata yang lain. Karena setelah mengenal mereka, aku bagai dihadapkan oleh pelbagai macam nuansa warna yang menghiasi dunia tulis-menulis. Kupikir, ini akan menjadi tulisanku yang berisi tentang Ikatan Kata untuk kesekian kalinya. Aku sangat bersyukur atas anugerah-Nya yang telah mengutus kalian ke dalam hidupku yang fana ini. Hidup yang membawaku pada sebuah permainan yang sungguh identik dengan kelalaian, lantas membantingku keras pada kenyataan hingga lupa apa tujuan diciptakan.

Keputusanku untuk menjadi seorang blogger membuat ketertarikanku terhadap tulisan tumbuh dengan sangat pesat. Walaupun tulisanku masih jauh dari kata ‘sempurna‘ -karena memang tak ada yang sempurna di dunia fana ini- aku telah menjadikannya salah satu dari rentetan rutinitas wajibku. Selain menulis aku juga gemar membaca, bahkan sejak kedua kaki mungilku dapat berdiri dengan kokoh. Meskipun tak paham dengan apa yang kubaca, buku sudah menjadi teman akrabku saat itu. Mungkin Sang Pencipta Alam Semesta ini telah memberikan ilham-Nya padaku untuk mencintai buku di usiaku yang terhitung belia. Setiap gerombolan huruf yang tertangkap oleh pandanganku, dengan segera bertransmisi ke setiap sel yang ada di dalam aliran darahku lantas diterjemahkan menjadi sebuah kata. Tahukah kalian tulisan berjalan yang ada di layar TV? –aku tak tahu apa namanya hehe– Deretan huruf berjalan itu selalu menjadi favoritku ketika ayah dan ibu asik menelan mentah-mentah berita yang dipaparkan oleh para wartawan kurang kerjaan. Haha oops 😀

Baiklah, sang surya telah pulang ke peraduannya. Waktunya aku menamatkan basa dan basi ini. Rasanya detik terlalu cepat menjelma menit. Ia akan terus berlari sekalipun kamu berlutut memohon padanya untuk berhenti. Senja yang datang hanya sekejap mata, namun dirindukan kehadirannya. Aku pun seperti itu, singgah dalam jejakmu sebagai seorang tamu. Yang cepat atau lambat, pasti kembali ke pangkuan-Nya, Sang Pencipta Dunia yang fana.

Categories
belajar KETIK Menulis Uncategorized

Mengenal Kalimat Preposisi

aaron-burden-Hzi7U2SZ2GE-unsplashDi #KETIK6 selajutnya ini akan membahas tentang Kalimat Preposisi. Jujur saja, Saya belum tahu meluas tentang Kalimat-kalimat ini. Saya belum mengerti paham tentang Preposisi. Karena saya selalu diberi tahu oleh member IKATAN KATA untuk menyelesaikan semua tugas Ketik ini sampai habis. Maka terpaksa saya harus menyelesaikan KETIK ini meskipun dengan seadanya aja yang saya tahu tentang Preposisi ini belum terlalu luas. Saya hanya menjelaskan sedikit tentang Kalimat-kalimat Preposisi.

Sebelum belajar Preposisi, Saya akan menjelaskan pengertian dulu tentang Preposisi. Preposisi (atau yang di sebut Kata Depan) adalah sebuah kata yang merangkai kata-kata dan di susul oleh Nomina dan Pronomina. Versi bahasa latinnya adalah dari kata “Prae” dan “Ponere”.

Prae : Sebelum

Ponere : Menempatkan atau tempat

 

Ciri-ciri nya 

  • Arah asal; dari
  • Arah Tujuan ; Kepada, ke, akan & terhadap
  • Akibat ; hingga sampai
  • Pelaku; oleh
  • Demi dan menurut
  • Dll.

Terdapat juga jenis-jenisnya, seperti di,ke, dan dari. Misalnya :

  • Di manarumah Bapak Mario ?
  • Atta mendapat hadiah Jaket Supreme dari  pemberian Fans nya
  • Keluarga Raffi berwisata ke Negara Amerika

 

Fungsi Kata depan :

  • Penunjuk arah asal
  • Penunujuk pelaku
  • Penunjuk arah dan tujuan
  • Penunjuk tempat keberadaan
  • Penanda sebab-akibat
  • petunjuk tujuan dan maksud

 

Contoh Kalimat Kata Depan : 

  1. Kata “Di”

A. Sebagai Kata Keja Pasif (Di tulis, Di hapus, Di ambil, Di Akhir, Di makan)

  • Akun Youtube Paul dihapus oleh pihak Youtube akibat video kontroversinya
  • Buku paketnya sudah diambil oleh ketua kelas
  • Buah mangga warganya diambil oleh pencuri tanpa izin

B. Untuk menunjukkan arah atau tempat (Di penjara, Di sekolah, Di mana, Di sana, Di sini)

  • Kini Ericko dipenjara karena tersandung narkoba
  • Tara mengadakan pentas kelas di sekolah
  • Di mana Wahyudi bekerja jadi Programmer ?

 

2. Kata “Ke”

A. Sebagai kata kerja atau kuantitas ( kepada, kemari, kedua anak , kelima orang)

  • Rektor menyerahkan Cinderamata kampus kepada Mery sebagai ucapan terima kasih sudah diundang ke kampus untuk mengisi acara seminar
  • Hasil presentasi karya ilmiah itu, akan di presentasikan oleh kelima orang saat lomba nanti
  • Kedua anak itu berhasil memenangkan juara robotik kelas internasional

B. Untuk menunjukkan arah atau tempat ( ke mana, ke sini, ke sana, ke lapangan, ke   samping, ke Bandung)

  • Ewing dan teman-temannya menelusuri ke tempat angker di bandung
  • Ke mana Mario pergi sekarang ?
  • Madun pergi ke lapangan untuk latihan main bola

C. Untuk menyatakan nomor urut

  • Rusia adalah negara kedua mempunyai militer terbesar setelah Amerika
  • Rani rangkin ke-10 besar ujian try out SMP
  • Jess masuk juara kedua turnament e-sport internasional

 

3. Kata “Pun”

A. Untuk menyatakan penegasan (adapun, meskipun, bagaimanapun, sekalipun, kalaupun)

  • Seluruh murid tetap belajar dan mengikuti kelas online di rumah meskipun sekolah di liburkan akibat wabah virus
  • Walaupun Orangtuanya telah meninggal dunia, Jean masih tetap bersemangat membanting tulangnya demi kebutuhan sehari-hari dan kakaknya.
  • Bagaimanapun juga, Sohee telah berusaha semampunya untuk mengejar mimpi menjadi Aktris

B. Untuk menyatakan juga atau saja

  • Kate pun harus melakukan hal yang sama dengan gurunya untuk berusaha menjadi Pemanah terbaik
  • Sama seperti kakanya, Krystal juga seorang Artis dan juga penyanyi
  • Wendy sudah berusaha bekerja mejadi barista di cafe dan hasil upahnya cuman segitu saja

 

4. Kata “Nya”

A. Untuk menyatakan kepemilikan orang ketiga atau menunjukkan sesuatu (anaknya, pamannya, semuanya, miliknya, biasanya, rupanya, misalnya)

  • Pamanya adalah seorang Petualangan hebat dan suka menelusuri hutan di belahan dunia
  • Anaknya Titie, Stephanie. Juga seorang penyanyi yang terkenal di indonesia dan seluruh dunia
  • Ternyata beberapa negara dunia terkenal dengan ramah dan toleransi nya tinggi. Misalnya saja negara Indonesia

B. Untuk menyatakan kepemilikan Tuhan

  • Semua makhluk hidup dan isinya merupakan milik tuhan
  • Tuhan selalu menerima permintaan dari hambanya ketika hamba berdoa
  • Tuhan bersama dengan hamba-hamba yang sabar dan sholeha

 

 

alvaro-serrano-hjwKMkehBco-unsplash
“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”  Seno Gumira Ajidarma

Demikian isi penjelasan tentang Kalimat Preposisi. Beberapa contoh yang saya buat di Preposisi ini hanya semampunya saya yang tahu. Gak papalah namanya aja kita juga lagi belajar, gak usah khawatir.

 

Sekian dari #KETIK6 ini dan mohon maaf nya jika saya ada kesalahan katanya. Saya akhiri sampai di sini

Sampai jumpa di ketik selanjutnya 🙂

 

 

 

 

 

 

Categories
KETIK

doa

Aduuuh ya amplop. Jika saya bilang saya enggak bisa bikin puisi, itu betul. Tepatnya, saya bisa bikin puisi, tetapi biasanya ngasal. Hahahahahaha. Dari awal lihat daftar ketik, rasanya sudah deg-deg ser menanti KETIK 12 tiba. Dan ini pertama kalinya saya bikin ketik dalam balutan rasa tidak percaya diri.

Categories
KETIK

Semua Orang Bisa Menjadi Penulis Keren

Ada satu hal yang membuat saya kagum pada para tenaga didik, yakni kemampuan dan keterampilan dalam mengajar serta mendidik orang lain, atas apa yang telah mereka serap selama sekian lama makan bangku sekolah. Di luaran, ada segelintir kalangan yang bisa menyerap segala sesuatu, tetapi tidak tahu bagaimana caranya mengajarkannya kembali. Saya sudah menjadi salah satu di antaranya. Jadi, saya mohon maaf jika pembahasan saya di bawah ini tidak memenuhi kriteria atau tidak mampu dimengerti.