Filosofi Santan (dalam Film Wedding Agreement)

Menonton film Wedding Agreement, ada satu hal yang menarik perhatianku. Sewaktu Btari Hapsari — tokoh utama dalam film ini, sedang memberikan motivasi dalam kelas pelatihan bisnis.

Kelas pelatihan bisnis ini merupakan salah satu kesibukannya sebagai wanita pengusaha yang sukses dengan usaha roti gorengnya.

Pada salah satu kelas, Btari mengatakan selalu memakai filosofi santan dalam berbisnis. Bagaimana untuk menghasilkan santan yang bermanfaat pasti membutuhkan proses panjang. Bahkan setelah menjadi santan pun, masih ada proses yang harus dilalui sehingga dapat bermanfaat.

Karena merasa hal tersebut cukup menarik dan masuk akal, aku sengaja mengulang menonton bagian kelas itu. Aku juga mencatat kalimat demi kalimat yang diucapkan Btari, untuk kemudian ditulis ulang dan bagikan di blog ini.

“Jadi dalam berbisnis itu, saya selalu memakai filosofi santan.
Santan itu tidak terjadi begitu saja. Jadi ada proses panjang yang terjadi di belakangnya.
Mulai dari Kelapanya diambil dari pohon, dibelah, diparut, kemudian dikasih air sehingga menjadi santan.
Untuk menjadi manfaat, santan itu harus dimasak. Rendang, gulai ayam, opor ….
Nah, santan itu adalah kita. Jika kita mau potensi kita keluar, maka kita harus banyak melalui proses yang panjang dan ujian yang bertubi-tubi.
Dan ujian yang Allah kasih itu bukan karena Allah benci sama kita. Tapi karena Allah sayang sama kita. Allah mau kita menjadi santan yang bermanfaat untuk orang lain.”

Memang filosofi santan ini dibagikan Btari terkait bagaimana dia melakukan bisnisnya. Tetapi sebenarnya filosofi santan ini bukan hanya tentang bisnis. Tetapi terkait dalam perjalanan kehidupan, termasuk dalam kehidupan pernikahan Btari dan Bian.

Pernikahan perjodohan yang memerlukan proses panjang dan ujian terutama bagi Btari. Apalagi dengan rencana Bian yang ingin mengakhiri pernikahan pada waktu yang telah ditentukan karena ingin menikah dengan Sarah, kekasihnya. Termasuk dengan kontrak pernikahan yang dibuat Bian. Hal yang membuat Btari harus melalui proses demi proses untuk memenangkan hati suaminya.

Judul film: Wedding Agreement
Tahun : 2019
Pemeran : Indah Permatasari, Refal Hadi, Aghniny Haque

Wedding Agreement

Gassmom, 17 April 2022

Tulisan ini dipos juga di Blog Gassmom

3 thoughts on “Filosofi Santan (dalam Film Wedding Agreement)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s