Puku dan Tiga Kawan Barunya

Hay … namaku Puku, sore ini aku sedang melihat Chiku berlari-lari bermain bersama teman-temannya, ada Roki si kucing hitam, Piu si kucing oren dan satu lagi temanku Chiku si kucing abu-abu. Sedangkan aku adalah seekor kupu-kupu yang sangat iri dengan kucing yang bisa berlari ke sana dan ke mari dengan bahagia dan memiliki ekor lucu. […]

Read More Puku dan Tiga Kawan Barunya

Halo, Preposisi

Saat aku beranjak ke Ketik berikutnya, aku terdiam. Preposisi tertulis sebagai judul. Jujur saja pertama kali aku membacanya, aku sudah hampir menjadi asing dengan preposisi. Aduh, malu rasanya. Mengaku sebagai seorang yang memiliki hobi menulis, tetapi hal dasar saja sudah lupa. Pelan-pelan yuk mengingat si yang terlupakan ini. Tujuh menit waktu yang dihabiskan oleh manusia […]

Read More Halo, Preposisi

Kemana Anak-anak Itu

Mei yang panas dan jarang hujan Batang-batang payar menengadah ke langit Berujung bulu-bulu lembut abu-abu Anak-anak memetiknya untuk bermain perang-perangan dan raja-rajaan Klorenkim basah-masnis Disusun Mempersiapkan Oktober panen raya Para petani berduyun Menebang batang-batang tebu merah Siap diangkut dengan truk-truk ke pabrik Di Bulan Oktober Tanah dialiri air diesel Segar, basah, menyejukkan Tanah dibalik bergantian […]

Read More Kemana Anak-anak Itu

Letter for 10 Years

Pada tanggal 20 Juni 2021 surat ini aku tulis untuk diriku di tahun 2031 mendatang. Aku tidak memiliki mimpi yang terlalu tinggi karena mimpi hanya untuk kalangan-kalangan tertentu saja yang fleksibel dalam menentukan jalan hidup. Untuk Aku yang hidup di 2031. Semoga kamu bisa hidup mandiri tanpa menyusahkan orang lain dan berkecukupan, sehat selalu dan […]

Read More Letter for 10 Years

Pandemi, Cinta dan Alat Pelindung Diri

“Sudah sampai di mana?” Kevin membaca pesan yang baru masuk ke smartphone-nya dan langsung berhenti sejenak, membalas pesan yang masuk tersebut. “Belum berangkat…Sorry! Last minutes job sebelum go!” Kevin mengetik, lalu mengirimkan pesan tersebut dengan sangat tergesa-gesa. Ia tidak sadar menjatuhkan beberapa dokumen yang ada ditangannya, lalu terburu-buru merapikan berkas-berkas yang berhamburan di tangan. “Hati-hati, […]

Read More Pandemi, Cinta dan Alat Pelindung Diri

Review Novel Rindu

Lagi-lagi saya harus tertatih-tatih memenuhi tugas wajib sebagai seorang “Pengikat Kata”. Kali ini saya terseok di Ketik-9. Tidak sulit sebenarnya, hanya me-review novel. Sesuatu yang sangat saya sukai sejak dulu. Apalagi novel yang harus di-review adalah novel Andrea Hirata yang berjudul Ayah. Sejak dulu ingin sekali saya membaca novel ini. Tapi entahlah, hingga di batas […]

Read More Review Novel Rindu

Nilai Merah

Aku duduk berlutut di hadapan Ayah dengan kepala menunduk. Nilai-nilai yang kudapat semester ini sedang tak bagus. Bisa dibilang sangat buruk. Ada dua angka tertera dengan tinta merah di sana. Mungkin buat sebagian anak yang terbiasa tak mendapat peringkat di kelas, hal itu akan terasa biasa saja. Tapi buatku yang sebelumnya selalu mendapat peringkat tiga […]

Read More Nilai Merah

Mencicil Jalan-Jalan

Akhirnya setelah sekian lama tidak muncul di grup whatsapp dan tidak pernah menulis di blog, kini aku muncul lagi. Seperti pertapa yang baru keluar dari gua. Tergagap-gagap melihat dunia yang telah lama ditinggalkan. Hahaha. Sebenarnya tidak sepenuhnya bertapa. Sesekali masih menengok aplikasi wordpress. Namun sekilas pandang saja dan kembali sibuk dengan pertapaan. Hahaha. Sekaligus aku […]

Read More Mencicil Jalan-Jalan