d o a

Aduuuh ya amplop. Jika saya bilang saya enggak bisa bikin puisi, itu betul. Tepatnya, saya bisa bikin puisi, tetapi biasanya ngasal. Hahahahahaha. Dari awal lihat daftar ketik, rasanya sudah deg-deg ser menanti KETIK 12 tiba. Dan ini pertama kalinya saya bikin ketik dalam balutan rasa tidak percaya diri.

d o a

demi kebangkitan rongga semesta
ada secarik asa
yang ditiupkan bersama mega-mega merah muda
ke lintasan langit yang mulai terbuka

demi sebongkah daging yang menyemai darah
menggeleparlah denyut-denyut resah
melepaskan anak-anak panah basah
kemudian teruap oleh Ra yang bertakhta megah

demi lelah yang menggerogoti jiwa
ia telah larut dalam lirih kata-kata
menggiring tergelincirnya penguasa
hingga membawa teduh ke dalam dada

demi angkasa yang telah menua
melayang sudah jutaan karsa
yang berangkat menembusi gegana jingga
menunggu untuk dipungut Sang Maha segera

dan, demi gelap yang memadamkan temaram
lisan-lisan lirih menggumam
menghantarkan puja-puji yang membalam
sebelum akhirnya rebah terpeluk malam

9 thoughts on “d o a

  1. Ternyata bukan cuma aku yang deg deg ser pas liat KETIK 12. ๐Ÿ™ƒ Bahkan ini sempat bikin progresku ketunda lama sampe yang 13 muncul dan kelar, lol.

    Btw, puisinya bagus tau, Mbak Mir! Variasi diksinya top. ๐Ÿ‘๐Ÿผ Soalnya aku payah soal puisi, wkwk.

    Liked by 1 person

    1. Astaga aku menemukan teman seperkakian yang senasib juga :’D Tapi untunglah tantangan ini sudah kita selesaikan wqwqwq

      Terima kasiiih, ya :” aku merasa pusing-pusingku dalam menyusun ini jadi terbayar dengan apresiasi Rifi :”

      Like

    1. Terima kasih, Mas Heri.๐Ÿ‘€ Sebetulnya itu kubikin lima larik dan keterangan waktunya menunjukkan 5 waktu sembahyang dalam Islam. Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, Isya ๐Ÿ˜น

      Liked by 1 person

Comments are closed.