Tentang Gratitude Journal dan Semua Yang Bisa Melejitkan Dirimu (Bag-1)

gratitude

Hai Ikers dan Sahabat Ikers semuanya, apa kabar kamu hari ini? Alhamdulillah kalau kamu baik-baik saja, aku juga baik-baik saja terima kasih sudah menanyakan kabarku juga. Oh ya, hari ini kamu sudah membaca apa? Wah itu bagus! Yeah… kamu memang keren. No no no… Whatever you read, My Dear, That’s good, yeah very good. My Dear, listen to this: “It’s not matter what you read; good books, garbages, articles, essays… whatever! Remember…the only matters is you still reading.” Understood? Well. Oh tidak apa-apa kalau cuma sebentar, yang penting masih membaca. Oh kamu masih belum menemukan semangat dan ritme membaca? Hemm.. kapan-kapan carilah suasana yang nyaman, nanti kamu akan menikmati, atau kamu perlu membaca tulisan ini dulu sampai habis… dan kalau bosan jangan paksa; nikmati saja hari-harimu. Oh aku? Apa ya, hari ini… aku… cuma membaca status kamu hehe.

Oh iya, kamu sudah menulis apa hari ini? Oh baguslah kalau begitu. Kalau aku sih, mau menulis tentang Gratitude Journal di Ikatan Kata ini. Iya menarik sekali, makanya simak terus sampai habis dan nanti kamu tinggalkan komentar saja di kolom yang tersedia di bawah ya. Well, sebelum saya menulis, ijikan saya bertanya lagi, sudahkah kamu ngopi? Bagus. Oh kamu tidak suka kopi? Baiklah sudahkah ngeteh? Alhamdulillah! Kamu yang gak suka ngopi atau ngeteh… selamat menikmati apapun yang kamu suka. Salam.

Jadi mari… Oh! Kamu penasaran siapa Ikers dan Sahabat Ikers? Ya betul hampir mirip dengan mantan kiper Real Madrid dan timnas Spanyol itu (Iker Cassilas). Well… well… well… karena kamu menyebut Ikkers, sebelum lanjut menulis Gratitude Jurnal, biar kuterangkan dulu. Jadi begini, anggota komunitas Ikatan Kata sering dipanggil sebagai Para Pengikat Kata. Nah kalau Ikatan Kata bisa disingkat sebagai IK, maka para peng-IK, dalam Bahasa Inggris disebut Ikers. Oh bukan, Ikers bukan nama resmi, nama resmi dari member Ikatan Kata ‘Para Pengikat Kata’. Iya begitu, oke jadi bisa dimengerti ya Ikers dan Sahabat Ikers? Kalau begitu ijinkan aku melanjutkan tulisan mengapa aku menulis Gratitude Jurnal ini dan apa manfaatnya bagi kita yang ngaku suka menulis khususnya dan bagi Ikers dan Sahabat Ikers umumnya, terutama bagi mereka yang merasa kesulitan untuk memulai apa yang ingin ditulis. Semoga tulisan ini bisa membantumu.

Menulis jurnal adalah suatu cara yang sangat luar biasa untuk menunjang produktifitas, menjaga fokus dan melejitkan ide. Menulis jurnal adalah cara yang murah untuk berbicara pada diri sendiri dan menulis jurnal dapat membantu seseorang untuk melewati periode traumatis dengan aman. Ada banyak tipe jurnal di luar sana. Jurnal-jurnal itu dibedakan berdasarkan format atau bentuk, jenis dan kegunaannya. Di antara banyak jurnal itu hanya tiga yang sering saya gunakan setiap hari—sisanya hanya pernah saya coba-coba—untuk menunjang produktifitasku dalam menulis dan bekerja; Writing Journal, Bullet Journal dan Gratitude Journal. Pada kesempatan kali ini mengapa Gratitude Journal yang aku angkat sebagai topik? Jawabannya karena paling mudah dipraktikkan tetapi hasilnya sangat luar biasa.

Gratitude journal, sebagaimana artinya adalah jurnal yang berisi tentang hal-hal yang membuat kamu merasa bersyukur. Setiap hari kamu akan menuliskan apa saja yang membuat kamu bersyukur. Bisa dalam bentuk daftar yang sederhana ataupun kalimat-kalimat pendek. Juga bisa ditulis dalam paragraf-paragraf dan prosa. Berikut ini adalah contoh apa yang bisa dilakukan atau ditulis dalam latihan menulis Gratitude Journal versiku:

  1. Lakukanlah 15 atau 10 menit setiap pagi untuk menulis hal-hal yang disyukuri yang terpikirkan saat itu. Seperti aku bersyukur sebentar lagi aku akan pergi bekerja. Lalu aku berfikir seandainya aku jobless, apa yang akan terjadi dalam hidupku? Aku pun menuliskan kemungkinan-kemungkian terburuk yang bisa menimpaku. Di saat itu aku bersyukur dan bersyukur dengan hidup yang kumiliki. Kemudian aku bangkit dengan semangat untuk pergi bekerja. Jadi kemungkinan-kemungkinan terburuk itu, paling tidak, tidak akan menimpaku sekarang.
  2. Tuliskan daftar pendek tentang hal-hal yang kamu syukuri tentang apa yang kamu lakukan hari itu. Tuliskan saja saat waktu luang atau kapan pun kamu ingin menuliskannya, paling bagus ditulis saat malam hari. Kamu bisa menuliskan semua hal yang membuat kamu merasa begitu positif dan memberikan tambahan energi. Semacam evaluasi harian. Ibn Arabi dan gurunya pun sering melakukan hal ini. Beliau biasa mencatat hal-hal baik dan hal buruk yang dilakukan pada hari itu. Kalau hal baik yang dilakukannya beliau bersyukur dan memuji Allah, semoga Allah menambah nikmat itu dan menghindarkannya dari kesombongan. Sebab semata-mata semua itu adalah karunia Allah. Dan jika hal buruk yang dilakukan, beliau beristighfar dan mohon ampunan.

  3. Lakukan kegiatan menulis bebas dalam 10 menit. Tuliskan apa saja yang bisa ditulis. Biarkan jemari menari dan ikuti saja alurnya. Setelah 10 menit selesai berhentilah. Lupakan sejenak, boleh ditinggal makan, mandi, jajan di warung, pergi ke halaman dan menghirup udara segar… apa saja; lalu kembalilah dan baca lagi tulisan itu dengan tenang. Pelajari apa yang kamu dapatkan dan bisa membuatmu bersyukur dari tulisan yang baru saja ditulis itu. Jangan lupa catat di Gratitude Journal-mu.

Nah Ikkers… saya rasa tulisan ini sudah terlalu panjang, insyaallah akan saya sambung lagi tulisan ini dengan keunggulan Gratitude Journal dan tips-tips untuk memulai dan trik agar betah untuk terus menuliskannya. Mohon do’anya. Saya Andy Riyan dari Desa Hujan.

13 thoughts on “Tentang Gratitude Journal dan Semua Yang Bisa Melejitkan Dirimu (Bag-1)

  1. Keren, keren. 👍 Aku udah mulai menulis gratitude journal sejak awal tahun 2020, di google docs sih, hahaha. Tapi, mandek sejak Februari…. Dasar aku.

    Testimoninya: Recommended. Patut dicoba.

    Like

    1. Waduh, komentnya kenapa hanya jadi tautan ya? Padahal di awal link itu tadinya aku sudah mengetik kalau aku sudah memulai menulis semacam jurnal bersyukur gitu sejak 1 February kemarin. Diawali dengan tulisanku di👆

      Liked by 1 person

Comments are closed.