Sambal Matah Ala Chef Heri

pic: bahan-bahan sambal matah

“Ma, mana sambalnya?” tanya Hani putri sulungku pada mamanya saat mau makan siang. Usai kuliah online siang hari ini ia langsung ke meja makan. Lapar berat.

“Itu di meja, kan ada sambal matah.”

“Mana? Gak ada.”

“Oh, habis, ya?. Ya sudah nanti mama bikinin.”

Melihat anakku sudah keburu mengambil nasi danย  ekspresinya kecewa banget saat kehabisan sambal, aku tak bisa tinggal diam. Sebab makan tanpa sambel ibarat mengarang cerita tanpa konflik. Halah, ngapusi! ๐Ÿ˜… Ditambah lagi perut ayahnya juga berontak. Usus-usus di dalam sini langsung bereaksi saat mendengar sambal matah buatan mama. Tapi melihat mamanya anak-anak sibuk dengan setrikaan, terbersit di pikiranku untuk mengambil alih peran sang juru masak keluarga.

“Tenang, ma. Ayah saja yang bikin. Kasih tahu resepnya aja.”

Mama setuju. Dan aku siap jadi muridnya.

Kursus kilat pun dimulai. Aku buka kulkas sambil bertanya bahan-bahannya apa aja.

Mamanya anak-anak meneriakkan resepnya dari ruang setrikaan.

“Cabe rawit 20, bawang putih 2 siung, sereh 1 batang: ambil batang dalemnya yang warna putih. Daun jeruk 3 lembar jangan lupa.”

“Lalu?”

“Potong kecil-kecil atau iris tipis semua bahan-bahannya, masukkan semua irisan ke dalam mangkuk. Tambahkan garam dan gula pasir secukupnya.”

Bahan-bahan dipotong atau diiris tipis-tipis

“And then?” tanyaku lagi pakai bahasa Hollywood.

“Panaskan 3 sendok makan minyak goreng. Tunggu sampai mendidih lalu tuangkan ke dalam mangkuk yang sudah berisi irisan bahan-bahan sambal matah. Aduk-aduk sampai yakin semua tercampur merata. “

“Gitu aja?”

“Ya, gitu ajaa.”

Ah gampang banget ternyata, batinku.

Akhirnya kalian lihat sendiri, hasilnya. Sambal matah ala Chef Heri. Haha. Mudah bukan?

pic: asli, bukan nyomot

Dan, sambal matah pun siap dihidangkan dengan nasi panas dan lauk apa saja. Karena sambal ini akan menyempurnakan kenikmatan menu apapun di meja kalian.

Ini hanyalah resep sederhana ala Chef Heri, hasil kursus kilat di hari pertama Work From Home. Kalian boleh mencoba dan berkreasi dengan bahan lain sesuai keinginan. Misalnya, bawang putih bisa diganti bawang merah atau ditambahkan perasan air jeruk nipis.

Hmmm… sedap.

Tulisan ini sebenarnya bukan untuk pamer memasak. Aku hanya ingin mengatakan seperti apa yang dikatakan Mira di artikelnya, bahwa ide menulis itu sangat melimpah. Seperti melimpahnya bahan-bahan di dapur yang bisa dikreasikan menjadi berbagai macam resep masakan.

Depok, 23 Maret 2020

21 thoughts on “Sambal Matah Ala Chef Heri

  1. “Sebab makan tanpa sambel ibarat mengarang cerita tanpa konflik.”

    Setuju iniii. Sama-sama kurang nendhang ๐Ÿ˜น.

    Belum-belum sudah ngiler duluan. Bisa nih, dicoba resepnya.

    Liked by 1 person

    1. Walah… beda sekali ya dg kebiasaan orang Batak. Soal sambel orang Sunda juga jago. Tapi anehnya temen kantorku yg orang Sunda dan cowok lagi, anti sambel. Gk bs makan pedes dikit.๐Ÿ˜‚

      Liked by 1 person

Comments are closed.