Deskripsi Sekali Duduk

corat-coret via pixabay

Rupanya ada yang lebih menantang dari membikin contoh-contoh kalimat ber-preposisi. Pada Ketik#7 kali ini kami semua diminta mendeskripsikan 7 orang terdekat dengan minimal kata 50 kata per orang. Hemm … rasanya ini lebih membikin malas ketimbang bercengkerama dengan Pak Preposisi yang banyak saudaranya itu kemarin. Kalau Pak Deskripsi, istrinya Bu Narasi yang pintar mendongeng itu, susah diajak kerjasama. Dia mudah bosan orangnya dan adakalanya melantur kalau diajak ngobrol. Saya harus memimpin obrolan supaya tak ditanyai macam-macam olehnya. Tapi, okelah. Mari kita coba bercengkerama dengan Pak Deskripsi bersama 7 teman saya.


Halo Pak Deskripsi. Perkenalkan, ini teman-teman saya. Coba dihapal namanya ya, Pak. Yang tinggi dan bertahi lalat seperti Bu Megawati ini Ariska. Dia dulu atlit panahan, lho. Padahal badannya kurus begini, ya. Haha. Pak Deskripsi jangan manggut-manggut saja. Coba diingat. Siapa coba tadi namanya? Ariska ini teman konyol saya, Pak. Dia asli Ponorogo dan saya pernah diajak nonton festival reog di dekat rumahnya. Keren. Oiya, Ariska ini punya pacar sekelas waktu kuliah, lho. Saya suka sekali menjahili mereka. Pacarnya Ariska suka anime, jadi saya dan dia cukup nyambung juga. Kami suka ngobrolin anime Hunter x Hunter. Ariska sampai pusing mendengarnya karena dia gak ngerti. ๐Ÿ˜…

Nah, yang ini namanya Dana. Dia asli dari Raja Ampat. Sama-sama teman kuliah saya. Kebiasaan Dana ini juga sama seperti saya, baca buku. Dia teman ngomongin buku yang asyik. Meski tidak terlalu ekspresif, dia baik kok. Dana dulu aktif di lembaga dakwah. Saya sempat ikut, tapi berhubung saya agak mbeling, jadi out saja lah. Hehe. Dana ini suka wacana-wacana feminisme. Skripsinya saja tentang gender budget. Dia teman diskusi menyenangkan. Oiya, Dana ini punya kembaran namanya Dani. Sama-sama kuliah di Yogyakarta, tapi beda kampus. Saya kenal baik Dani, tapi lebih dekat dengan Dana. Dani kurang bisa diajak konyol. Dani itu si kakak yang serius, sedangkan Dana si adik yang cengengesan. Tiap kali kenal anak kembar, entah kenapa saya lebih dekat ke adiknya.

Yang ketiga ini namanya Yeni. Sama juga teman kuliah dan sama-sama penyuka anime. Kami biasanya berisik kalau ngobrol soal anime. Ngeributin para karakternya lah, plot ceritanya lah, musiknya lah, voice actor-nya lah dan banyak hal. Dia penggemar anime Tokyo Ghoul, sedangkan saya penggemar anime Ajin. Yeni ini sesama pejuang skripsi dulu sama saya karena Ariska dan Dana, sialannya, lulus duluan. Haha. Maaf, Pak Deskripsi. Melihat teman dekat wisuda duluan memang nyebelin.

Terus yang bertiga lagi ini teman-teman kerja saya. Mereka orang Salatiga semua. Yang paling kecil sendiri ini namanya Hera. Dia maniak boyband BTS, sampai-sampai album dan merchandise-nya punya banyak. Tahu banner raksasa yang biasa di pinggir jalan raya? Kan ada tuh banner Tokopedia ber-BTS. Setiap kali lewat sana dia pasti memfoto banner itu dan teriak histeris. Ada-ada saja, ya. Karena sama-sama belum berkeluarga seperti saya, Hera jadi teman ngobrol hal pribadi yang asik. Apalagi Hera ini bisa diusili dengan mudah. Saya makin senang. Haha.

Kalau yang ini namanya Mbak Eva. Sudah berkeluarga. Setiap pagi pasti dia video call ke orang rumah. Mbak Eva ini orangnya pengayom, tapi juga pengatur. Kadang saya sebal. Tapi, terlepas dari itu dia penyuka film horor. Hampir setiap weekend kami nonton ke bioskop. Rencananya, weekend nanti kami mau nonton film Ratu Ilmu Hitam. Hehe. Pak Deskripsi mau ikut, gak? Oiya, Mbak Eva orangnya bisa diajak berbuat asik dan konyol. Biasanya saya dan dia bekerjasama menjahili Hera.

tumpengan akhir bulan ala Mbak Inez

Nah, kalau yang berwajah Melayu ini namanya Mbak Inez. Dia juga sudah berkeluarga. Setiap hari pasti dia menelpon orang rumah. Oiya, kami bekerja di tempat yang sama dan tinggal bersama di sebuah kontrakan. Mbak Inez inilah koki kami. Dia jago masak. Kesehatan saya jadi terjamin sebab dia. Soalnya, tak seperti ketika jadi mahasiswa yang hobi makan mie instan, bersama Mbak Inez kami semua memasak. Artinya, bisa mengontrol makanan. Juga mengontrol pengeluaran. Mbak Inez suaranya merdu. Dia suka main Smule dan bernyanyi dangdut atau campursari. Kadang saya suka request lagu sama dia.

Nah, yang terakhir ini adik saya, Dela. Dia masih SMA. Maaf agak malu-malu, tapi sebenarnya dia bisa diandalkan. Dela ini suka main bola voli. Meski badannya besar, dia terbilang aktif, kalah sama saya. Karena saya bekerja di luar kota, sekarang jadi jarang bertemu. Kemarin waktu pulang kami main sepuasnya ke pantai. Tapi, yang kurang asyiknya dia penakut kalau diajak renang. Maunya di pinggir saja. Padahal saya suka ke tengah mengejar ombak. Huh. Sayang. Dela ini suka seblak dan makanan pedas.

Bagaimana Pak Deskripsi? Bisa diingat, tidak nama-nama teman saya ini? Omong-omong mereka semua sedang tertarik dengan aktivitas Bapak, lho. Kalau di buku, kan Bapak suka cerewet dan banyak tahu berbagai hal. Nah, mereka-mereka ini punya pertanyaan menarik yang ingin diajukan ke Bapak. Nanti mohon dijawab, ya. Saya dan Dana boleh main ke perpustakan Bapak? Seperti biasa. Akan saya tunjukkan koleksi buku Bapak yang segambreng itu ke teman saya ini. Pasti dia suka. Apalagi di perpustakaan ada rak khusus wacana feminisme dan keperempuanan. Dana suka tema-tema begitu, Pak.

Ya sudah. Mohon undur diri. Pak Deskripsi minta tolong dibantu teman-teman saya. Terima kasih sebelumnya. Pamit.

10 thoughts on “Deskripsi Sekali Duduk

Comments are closed.