BTS 35 – Diftong

Mengutip dari buku Bahan Ajar Fonologi Bahasa Indonesia oleh Akhyaruddin, dkk., diftong adalah vokal yang berubah kualitasnya pada saat pengucapan. Dalam penulisan, diftong dilambangkan oleh dua huruf vokal dan tidak dapat dipisahkan. Misalnya, bunyi “aw” pada kata harimau. Grafem pada suku kata -mau, tidak dapat dipecah menjadi ma-u. Penggunaan diftong juga berbeda dari setiap deretan […]

Read More BTS 35 – Diftong

Verba Suara Binatang

Verba Suara Binatang : Anjing menggonggong Ayam berkotek/berkokok/menciap Babi menguik Bebek meleter Burung berkicau Kambing mengembik Katak menguak Kucing mengeong Kuda meringkik Macan mengaum Merpati berdekur Sapi melenguh Serigala melolong Tikus mencicit Ular mendesis SUMBER : IG Ivan Lanin ### Yuk belajar tentang sastra lainnya di sini.

Read More Verba Suara Binatang

BTS 33- Kerenyahan dan Kegurihan

Pada bagian ketiga ini, Khrisna Pabichara memberikan ilmu lain dari trik swasunting yaitu tentang bagaimana bloger mesti memperhatikan sisi kerenyahan dan kegurihan sebuah tulisan. Bukan hanya makanan, tulisan pun mesti enak saat dilahap oleh para pembacanya. Sebuah pos yang baik adalah yang telah melalui proses swasunting. Beliau berkata, “Di sinilah pentingnya seorang bloger, termasuk Kompasianer, […]

Read More BTS 33- Kerenyahan dan Kegurihan

BTS 31 – Kejernihan Gaya dan Tata Bahasa

Trik Swasunting selanjutnya yang dibahas oleh Khrisna Pabichara adalah mengenai kejernihan gaya dan tata bahasa yang digunakan dalam tulisan. Beliau mengajari kita bagaimana cara menghasilkan tulisan yang baik. Sebuah tulisan akan enak dibaca dan mudah dipahami apabila di dalam penulisannya tidak ada kesalahan. Sebagai blogger, kita mungkin berpikir bodo amat dengan semua metode swasunting ini. Tapi bukankah kita […]

Read More BTS 31 – Kejernihan Gaya dan Tata Bahasa

BTS 30 – Sindrom SAR

Sindrom SAR (singkatan dari “sindrom sindrom akronim redundan”), juga dikenal sebagai PNS syndrome (“PIN number syndrom syndrome”, yang justru berarti “personal identification number number syndrome syndrome”), merujuk pada pemakaian satu kata atau lebih yang membentuk akronim atau inisialisme yang bertabrakan dengan bentuk singkatnya, sehingga menciptakan perulangan satu kata atau lebih yang mubazir (redundan). Istilah Sindrom […]

Read More BTS 30 – Sindrom SAR

BTS 29 – Konsistensi Kata dan Tanda Baca

Belajar itu seharusnya memang kepada yang ahli di bidangnya. Dalam hal tulisan, seorang Khrisna Pabichara mengajari para narablog atau blogger tentang bagaimana melakukan trik self-editing atau swasunting untuk tulisan di blog. Pertama kali aku mengenal sosok jenius ini adalah ketika mengikuti kompetisi menulis blog yang diadakan oleh Bang Nodhi (Adhi Nugroho). Daeng Khrisna ini merupakan salah satu juri pada […]

Read More BTS 29 – Konsistensi Kata dan Tanda Baca

BTS 27 – Tanda Petik Tunggal

1. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain. Misalnya: Tanya dia, “Kaudengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?” “Kudengar teriak anakku, ‘Ibu, Bapak pulang!’, dan rasa letihku lenyap seketika,”ujar Pak Hamdan. “Kita bangga karena lagu ‘Indonesia Raya’ berkumandang di arena olimpiade itu,” kata Ketua KONI. 2. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, […]

Read More BTS 27 – Tanda Petik Tunggal

BTS 26 – Tanda Petik

1. Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Misalnya: “Merdeka atau mati!” seru Bung Tomo dalam pidatonya. “Kerjakan tugas ini sekarang!” perintah atasannya. “Besok akan dibahas dalam rapat.” Menurut Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, “Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan.” 2. Tanda […]

Read More BTS 26 – Tanda Petik