Apa itu Generasi Sandwich?

Hallo, teman-teman …

Lama tak menulis di blog ini. Tanpa terasa waktu berlalu dan ternyata tenggat waktu untuk menulis pun sudah jatuh tempo. Padahal waktu yang diberikan cukup lama yaitu 90 hari, tapi bisa-bisanya juga aku menuliskan ini tepat pada hari ke-90. Benar-benar tidak bisa ditiru.

Bingung mau menuliskan apa, aku memutuskan untuk berbagi sebuah istilah yang jujur belum pernah aku dengar sebelumnya. Mungkin karena terlalu kuper dan malas update sehingga istilah ini tidak pernah mampir ke serambi otakku.

Istilah yang aku maksud adalah generasi sandwich. Aku sendiri mengetahui istilah ini karena adanya ajakan untuk nulis bareng bersama Ibu Belinda Gunawan dengan tema tersebut.

Untuk semakin memahami, sebelumnya diadakan zoominar tentang istilah tersebut dengan narasumber Ibu Belinda Gunawan. Sayangnya aku tidak bisa ikut karena ada suatu kegiatan. Namun demikian, materi tetap dibagikan kepada yang berniat ikut menulis bareng.

Jadi ternyata, yang dimaksud dengan generasi sandwich ini adalah generasi yang terjepit di tengah. Pencetus generasi sandwich ini adalah Dorothy Miller pada tahun 1981. Disebut sandwich karena digambarkan seperti posisi roti sandwich. Seperti yang kita tahu, sandwich itu ada roti di bawah dan ada juga di atas. Yang ditengah adalah isi dari sandwich, sebagai gambaran dari generasi orang dewasa yang membuat mereka harus memberi perhatian “ke atas” dan “ke bawah”. Di atas adalah orang tua, sementara ke bawah adalah anak-anak.

Untuk lebih jelasnya, ketiga generasi ini disebut dengan lebih sederhana yaitu:
1. Generasi kakek nenek
2. Generasi ayah ibu = generasi sandwich
3. Generasi anak-anak.

Generasi 1, kakek nenek, pada umumnya tidak termasuk Kelompok produktif, hidup mereka tergantung sebagian atau sepenuhnya pada generasi 2.

Generasi 2 adalah Kelompok orang yang masih produktif dan berpenghasilan. Namun belum tentu penghasilan itu memadai untuk diri sendiri dan anak-anak, apalagi kalau ditambah dengan generasi 1. Itulah sebabnya mereka disebut generasi sandwich, generasi yang terjepit di tengah.

Dengan posisi seperti itu, pastilah tanggung jawab generasi tersebut tidak ringan. Tanggung jawab untuk dirinya sendiri, mencakup pengembangan diri, kebutuhan sandang pangan maupun rekreasi yang harus dipenuhi. Juga harus bertanggung jawab kepada anak untuk merawat, memenuhi kebutuhan tumbuh kembang, menyekolahkan hingga mandiri.

Generasi ini juga bertanggungjawab kepada orangtua untuk membiayai, atau setidaknya memberikan kontribusi, menyediakan waktu dan perhatian. Apalagi mengingat generasi orangtua ini sudah mulai menurun kondisi kesehatannya.

Itulah gambaran mengenai generasi sandwich, yang pastinya banyak ditemukan di masyarakat kita. Kondisi yang mau tidak mau pasti menghadirkan gejolak dalam kehidupan, baik itu dari segi finansial maupun dari sekedar pikiran.

Oh, ya bagaimana dengan kalian? Apakah sudah pernah mendengar istilah ini sebelumnya? Atau malah adalah generasi sandwich itu sendiri?

Gassmom, 18 Januari 2022

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s