Durian Runtuh

Kabarnya akan ada panen dadakan di desa sebelah. Itulah mengapa, kemarin datang orang yang meminta jasa kami dengan sangat tergesa. Tanpa tawar-menawar, tanpa banyak pertanyaan. Tentu saja kami terima pesanan tersebut dengan penuh sukacita. Selama kampung kami berdiri, belum pernah ada pekerjaan borongan seperti ini. Ibarat durian yang runtuh, bukan hanya sebuah tapi sekebun. Siang […]

Advertisement

Read More Durian Runtuh

Mawar Berdarah

Bagaimanapun juga, ini adalah kisah cinta yang tragis, bagi sosok tuan yang nyawanya tersurai dalam tangkup lenganku. Darah masih hangat di atas kulitnya, kelembutan di antara jemarinya, menyerasikan warna yang begitu indah, seperti tuangan anggur murbei pada cawan pualam sewarna susu. Mudah saja bagiku untuk melihat alpanya denyut yang melalui nadi lelaki itu, serta kulit […]

Read More Mawar Berdarah

Fajar Terbit Tepat Waktu

Dari balik trali besi sang penganjur tampak duduk bersandar pada dinding tembok yang sudah beluwek warnanya, persis seperti peta ataupun pulau-pulau, ia terus memandangi tembok lusuh itu seakan mengingatkannya pada daratan-daratan yang pernah disinggahinya, mungkin kusamnya tembok dinding penjara itu disebabkan oleh rembesan air hujan yang sedikit masuk pada lubang dan retakan tembok tersebut, atau […]

Read More Fajar Terbit Tepat Waktu

Ukiran di Bibir

Hari ini Mamaku dibawa ke rumah sakit. Perutnya mulas hebat, dia kesakitan. Awalnya aku mengira Mamaku sedang sakit perut biasa. Namun setelah aku melihat banyak orang berjas putih memasuki kamar Mama, aku yakin itu bukan sesepele yang kuduga. Aku menunggu, terus menunggu di kursi panjang sebelah kamar Mamaku ditangani.

Read More Ukiran di Bibir

Pergi

Susunan buku-buku itu mengingatkanku pada Okta orang yang ingin mengenalkanku pada dunia, mengajak keluar dari zona yang nyaman untuk kutinggali. Mengenalkanku pada teman-temannya, pada jiwa sosial yang tinggi.

Read More Pergi

Kehilangan

Rumah itu telah kehilangan jantungnya. Rumah tanpa canda, tanpa tawa, hanya ada kekosongan. Anak-anak merindukan Ibunya yang telah berpulang menghadap Sang Pencipta. Sementara Sang Ayah, berduka ditinggal belahan jiwa.

Read More Kehilangan

Saya Berhenti Mengonsumsi Kopi

Sabtu itu, ketika hari masih saja hujan seperti hari-hari sebelumnya. Saya dan sahabat saya memutuskan untuk mampir ke kedai kopi tradisional langganan kami. Saya hanya bertugas untuk menemani hari itu. Maklum, beberapa hari ini saya putuskan untuk tidak mengonsumsi kopi setelah dokter memperingati saya tentang “tanda-tanda kebanyakan mengonsumsi kopi”. Saya akhirnya memutuskan untuk belajar mengurangi […]

Read More Saya Berhenti Mengonsumsi Kopi

Sisanya Soal Rasa

Insiden ketiga akan terjadi beberapa saat lagi dalam cerita ini. Hari itu Sabtu sore, ketika Ai pergi ke suatu tempat ke salah satu sudut kotanya yang ia senangi; tanah kelahirannya yang ramai. Mendung terlihat menggantung tebal-tebal di seluruh langit. Andaikata mendung tak setebal sore itu, mentari senja tentu akan terlihat di barat, menyembul di atas […]

Read More Sisanya Soal Rasa