Erni, Preposisi dan Mimpi

Di sekolah tadi, Erni mendapat tugas untuk membuat puluhan kalimat dengan menggunakan preposisi yang berbeda. Gurunya meminta tugas ini untuk segera dikerjakan, agar dapat dikumpulkan besok, saat mata pelajaran yang pertama. Meskipun begitu, masih ada waktu selama 16 jam lagi, bagi Erni untuk menyelesaikannya. Itu pun kalau ia tidak terlambat besok. Motor ayah sudah sangat […]

Read More Erni, Preposisi dan Mimpi

Sebuah Opini Tentang Pahlawan

Sampai sekarang, penulis agak kurang sreg dengan definisi dari kata pahlawan, yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Wikipedia. Menurut KBBI, “Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani”. Sedangkan kalau menurut Wikipedia, “Pahlawan berasal dari bahasa sansekerta, phala-wan yang adalah orang yang menghasilkan buah ( […]

Read More Sebuah Opini Tentang Pahlawan

Seperti Kapten Sadewa

” Tidak usah menjadi seorang penangkap petir, jadilah penanam benih hujan saja. Seperti ayahmu, kakekmu, dan kakek buyutmu.” Pesan itu yang menjadi ucapan ibu tadi, saat aku pamit untuk menjemput ayah pulang. Perusahaan ayahku memang sebuah bisnis keluarga yang turun temurun. Sehingga cukup wajar, bila ibu ingin anaknya yang melanjutkan perusahaan ini. Tapi aku benci, […]

Read More Seperti Kapten Sadewa

Bu Jasmin

Aku masih ingat betapa beratnya tas yang kugendong waktu itu. Ya. Tas merah bergambar Tamiya. Aku ingat betul, meski bukan berat tas itu yang terpenting, tapi akan aku ceritakan lebih lanjut. ***

Read More Bu Jasmin

O,

Ada seikat kembang di pupil mata seorang perempuan, yang menaburi Pusaranya sendiri, di pipinya kolam ikan warna-warni Adakah sebuah jalan untuk menghilang tanpa kematian ? O, ingatan. Menggantung di lobus otak, memberatkan pundak.   Perempuan menatap matanya sendiri Kanan Kiri Kanan Kiri Adakah jalan pulang selain pada ingatan ? O, Tidak. Mengingat adalah bunuh diri […]

Read More O,

Yang Paling Tulus Berkorban

Jejak-jejak kenangan masih bersisa, seolah ia baru saja berlalu kemarin siang. Seringkali, ketika memanggil kembali memori masa silam, saya selalu merasa jarak bertahun-tahun yang sudah lewat menghilang entah ke mana. Seolah saya baru saja disuruh tidur siang, dan terbangun dengan wujud dewasa. Kamu bisa saja bilang saya gagal move on atau terlalu mellow karena keseringan […]

Read More Yang Paling Tulus Berkorban

Sisanya Soal Rasa

Insiden ketiga akan terjadi beberapa saat lagi dalam cerita ini. Hari itu Sabtu sore, ketika Ai pergi ke suatu tempat ke salah satu sudut kotanya yang ia senangi; tanah kelahirannya yang ramai. Mendung terlihat menggantung tebal-tebal di seluruh langit. Andaikata mendung tak setebal sore itu, mentari senja tentu akan terlihat di barat, menyembul di atas […]

Read More Sisanya Soal Rasa

Cerita Dalam Kue Satu

“Kenapa satu? Kenapa gak dua? Kok bisa satu?” Itu adalah pertanyaan yang pertama kali terlintas di kepalaku, ketika dulu masih seorang bocah SD, setiap melihat Kue Satu muncul di toples-toples tetangga saat Badhan di hari raya Idul Fitri. Kue Satu, yang warnanya putih dan kerasnya seperti batu itu, ternyata bukan sembarangan kue apalagi untuk Zuraida […]

Read More Cerita Dalam Kue Satu

Bertetangga Dengan Bintang

Akhirnya judul itulah yang terpilih dari berbagai judul yang sudah ada untuk tulisan kali ini. Pada mulanya sempat kuberi judul Blogwalking 111, ia begitu saja muncul, tanpa alasan. Pernah juga kuberi judul Arti Sahabat, terinspirasi dari lagu Nidji. Karena memang tak mudah untuk melewati rintangan silih berganti. Namun kita masih di sini, kita masih berdiri, […]

Read More Bertetangga Dengan Bintang