Puisi : Mendung Tanpo Udan

Mendung tanpo udan. (Mendung tanpa hujan. Keadaan gemuruh yang pernah saya rasakan dan mungkin pembaca juga.) Iki ati dudu dolanan. (Ini hati bukan mainan. Seringnya orang berbuat tanpa berpikir hingga perbuatannya disangka hanyalah candaan.) Iki roso kang ora biso kelaran. (Ini perasaan yang tidak bisa untuk disakiti. Dalam bait ini saya tegaskan lagi bahwa hati […]

Read More Puisi : Mendung Tanpo Udan

Perjalanan Cinta

catatan perjalanan terserak dalam lembaran-lembaran usang daun-daun kering melambai menanti turunnya hujan mengumpul setia membusuk membentuk bunga tanah potongan-potongan perjalanan terserak di sembarang tempat juga sembarang waktu terekam dalam memori sebagian membaca lembaran perjalanan helai demi helai yang terlewati menelisik kembali ayunan langkah perjalanan kehidupan demi satu kata cinta ya, hanya karena cinta perjalanan diayunkan […]

Read More Perjalanan Cinta

Memukat Kata

bagaimana aku memukat kata tak lagi kuingat seberapa dalam kulemparkan seberapa jauh kubentangkan pada senja yang semburat tembaga mengantarkan layang-layang pulang sebelum hujan benar-benar menggelandang perjalanan sungai-sungai meluapkan pada tangan-tangan kerinduan yang mungkin lupa harus menyimak siapa bagaimana cara memanggil pertemuan pada janji yang tak juga diucapkan bahkan tak juga dijanjikan tapi pernah sesekali ditagihkan […]

Read More Memukat Kata

Tanpa Makna

Menanti dan menundamemupuk asa untuk meraih sempurnaberkhayal berlimpah anugerah dari semestatanpa ada usahatak sadar sia-sia belakasebatas ilusi tak kasat matawaktu pun terbuang percumaakhirnya menuadan tiadatanpa makna Pematangsiantar, 27/ 05/2021 -Gassmom-

Read More Tanpa Makna

Pelangi dalam Aksara

Puisi adalah energiEnergi dari saripati kehidupanLarut dan luruh dalam tulisanAksara bermakna, berjiwaNyalakan renjana dalam sukmaGaungkan ragam rasa laksana pelangiIntuisi, afeksi, emosi merupakan inti Dunia terikat dan terkait kata-kataAbadikan suka nan citaLantas mengapa mesti murung meranaAksara bernyawa, berceritaMenulislah, berkisahlah, berbagilah Aral dan ujian saling berkelindanKompetisi antara rival tak terelakkanSemangat hidup adalah bahan bakarAndalkan usaha, syukur serta […]

Read More Pelangi dalam Aksara

LUPAKAN

Tak pernah kuantarkan Secuil janji tentang sebuah ikatan Tiba-tiba engkau tagihkan Lewat pesan singkat kau lesatkan Lupakan saja   Kampungmanis, 17 Januari 2021 Tiba-tiba saja ingin berpuisi 5 larik (Gogyoshi)

Read More LUPAKAN

IBU PERTIWI

Ibu,aku rindu Ibusaat merah putih masih menjadi baju seragamkuaku sering mengumandangkan lagu tentangmudengan penuh rasa harudan kala ituanak-anakmu masih nampak manis dan lucurukun dan damai selalu lagu itu masih selalu terngiang dan membekassampai hari ini:“kulihat ibu pertiwisedang bersusah hatiair matanya berlinangmas intannya terkenang Hutan, gunung, sawah, lautanSimpanan kekayaanKini ibu sedang laraMerintih dan berdoa“ kini,di tengah […]

Read More IBU PERTIWI

27 Kalimat

Konspirasi meraja lelaOpini-Nya dilihat sebelah mataBertentangan dengan ilmu manusiaSudut pandang dipisah fakta Dua manusia beradu saraBenih emosi di balik perkara Berawal mula dari kataBerakhir dengan tujuan harta Fakta, baiknya berada Disatukan oleh norma Dikaitkan oleh-Nya Dipisahkan dari kepentingan manusia Mencari arti tak berguna Dibenarkan itu percuma Disalahkan, apa daya manusia Mencari adil tak kunjung tiba […]

Read More 27 Kalimat

Kerudung Merah

Ketika kubuka jendela, kehampaan datang menyapaApakah karena hembusan lembut Sang Bayu membawa aroma embun pagi?Atau rintiknya air hujan menumpas khayalan asmara?Aku kembali berselimut menahan kebekuan di dalam hati Ketika aku berjalan sendiri mendaki gunung kebisuanApakah langkah ini kubawa ke puncak ataukah hanya diam dalam kebingungan?Gemuruh suara hati memaksaku bangkit dari keputusasaanSaat kau tiba-tiba datang memecah […]

Read More Kerudung Merah

Menanti Kedatangan Matahari

pada sebuah jamuan pagi menikmati sajian sajak-sajak usang saat sunyi menanti kedatangan matahari yang pelan mengangsurkan pecah embun selaput cahaya menelusuri celah genting membelai amben, menghangatkan pikiran secobek sambal belum tuntas digilas sebagai teman memeriahkan sajak usang jelaga hitam mengumpul di atas para-para menemani segepok jagung dalam gantungan perapian mengabarkan kematangan pembicaraan dalam seruput hangat […]

Read More Menanti Kedatangan Matahari