Categories
belajar kenangan Kisah perjuangan Uneg-uneg Usaha

Aku, Cerita dan Angan di Tahun 2013 Silam

8 November 2013

Kelap Kelip PLN Bali Peduli Pelanggan

PT PLN yang selalu berupaya meningkatkan mutu pelayanan kepada konsumen yaitu salah satunya dengan mengadakan kegiatan program peduli pelanggan. Saya ikut serta didalam kegiatan ini yang dilaksanakan dari 7 November hingga 7 Desember 2013. Ada pun pada saat H-1 (6 November) diberikan pengarahan mengenai hal apa saja yang akan dilakukan serta pembagian peralatan dan seragam. Saya berharap dari kegiatan ini saya akan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman untuk pengembangan diri saya. Jujur saja pengalaman dilapangan saya masih sangat kurang atau boleh dikatakan minim. Sedikit curhat, walaupun saya anak elektro, saya masih awam sekali mengenai kelistrikkan baik menyangkut teori maupun praktek. Ternyata pengalaman itu penting sekali. Semakin banyak yang saya tanya, ternyata semakin banyak yang saya belum pahami. Kembali ke masalah PLN Peduli Pelanggan.

Kebetulan sekali saya kebagian tugas di PLN Rayon Kuta. Kuta yang terkenal padat dan juga tempat yang sering diadakan acara-acara penting tentunya memerlukan gemerlap kelap-kelip lampu yang tidak sedikit. cahaya lampu ataupun peralatan lainnya memerlukan aliran listrik yang disalurkan oleh PLN. Untuk menjaga agar kuta tetap bercahaya, tentunya PLN kuta terus berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga tingkat mutu pelayanan yang baik. Tidak hanya dikuta saja, Upaya ini juga dilakukan di seluruh PLN rayon.

Pada kegiatan ini, PLN peduli pelanggan bertujuan memperhatikan keselamatan dan keamanan dari pada penggunaan tenaga listrik di pelanggan. Kegitan ini meliputi kegiatan pemeriksaan APP di sisi pelanggan. APP dilihat secara visual terlebih dahulu apakah ada bagian-bagiannya yang rusak atau cacat seperti segelnya, tutup MCB serta yang lainnya atau bagian dalamnya (pengamawatan kabelnya) yang dapat membahayakan. Setelah mengecek, petugas akan membuatkan berita acara bahwa keadaan APP dalam keadaan normal/tidak normal. Jika keadaan APP tidak normal, maka petugas akan segera memperbaikinya sesegera mungkin (harus disaksikan oleh atas nama pemilik rekening listrik bersangkutan), agar keadaan bisa kembali aman dan pelanggan bisa menggunakan listrik nyaman sebagaimana mestinya.

Terimakasih sekali pada program PLN Peduli Pelanggan ini, semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar ya. Astungkara.

22 November 2013

TEAM PEDULI PELANGGAN PLN DISTRIBUSI BALI RAYON KUTA

Cerita Kegiatan :

Selamat pagi, Bali Bali Bali ! Selamat Bali Bekerja Bekerja Bekerja! Rayon Kuta Be 100% !  Slogan yang selalu dikumandangkan untuk membakar semangat kerja. Bahkan setiap pagi menjelang bekerja hingga sore hari menjelang pulang, slogan ini selalu dikumandangkan. Baik pagi, siang, sore hingga lembur pun semangat pagi tetapi mutlak berlaku tetapi tidak sekolot itu. Walapun slogannya bekerja bekerja bekerja! Tenang saja, masih disediakan waktu istirahat kok.

Categories
kenangan Kisah Menulis

Antariksa, Antartika juga Kau

5311616609db9_5311616610093.jpg

(sumber: pulsk.com)

Barangkali letakmu di situ. Di antara nyala bintang paling terang sekaligus samudra paling dingin. Tapi pesonamu tak pernah punyai batas keraguan diantaranya. Katakan! Bagaimana DNA (Deoxyribonucleic Acid) bintang melakukan reaksi fusi di dalam dirimu? Hingga kau jadi mahluk paling cemerlang di antara semua yang memiliki sinar. Matamu, adalah nyala biru dari bintang Rigel-bintang paling terang di rasi Orion si Pemburu. Isi kepalamu adalah nyala pelangi dari Sirius-bintang paling terang di langit malam yang karena kecerahan, kelap-kelip dan berubah warna dikira orang-orang sebagai UFO (Unidentified Flying Object). Ya, itu kau, isi kepala paling asing, rumit sekaligus menakjubkan. Kau telah disumpah untuk menjadi bintang paling terang di konstelasiku sendiri-tanpa sepengetahuanmu.

Categories
kenangan Kisah Puisi sajak Uncategorized

Selalu Kuingat

silhouette of man
Photo by Pixabay on Pexels.com

selalu kuingat
perjumpaan
dalam diam
di perpustakaan

di sudut rak buku
yang tak banyak dituju
pada sunyi yang kutemu
tapi, berisik gemuruh
di sekujur tubuh

pada kalimat padat
kupastikan sempat
banyak halaman kulumat
kisah yang berlipat-lipat
selalu ada semangat

bersimpuh luruh
pada kalimat teduh
diksi yang kadang keruh
sampai aku berpeluh
tak ada sekelumit keluh

perasaan melayang-lanyang
tenggelam dalam buaian
banyak kisah yang bisa dikenang
kudapatkan di perpustakaan

hanya seorang yang tahu
guru Bahasa Indonesia saat itu
katanya goresanku ditunggu

09.00 16/11/2019

Categories
KETIK Kisah sajak

Preposisi Bercerita

Menjawab tantangan #Ketik6 tentang preposisi, saya ingin merangkainya menjadi sebuah kata-kata bertema semacam kepedulian sosial yang seharusnya ada di tengah masyarakat kita.

Mereka yang telah dibungkam suaranya
Mereka yang telah dihantam semangatnya
Mereka yang telah dikikis daya juangnya

Bergeraklah di tengah kerumunan agar terasa getarannya
Bangunkan setiap orang yang tertidur di atas peraduannya
Bila perlu berteriaklah di ujung jalan agar bisik menjadi riuh

Katakan kepada mereka yang tak peduli: pedulilah!
Kemudian suruhlah keluar menuju bekas tempat anak-anak menangis
Usaplah kedua mata mereka melalui tanah yang masih terasa basah

Bayangkan ke mana lagi mereka harus berlari
Apakah merangkak ke lapangan hijau
Atau hanya mampu ke dalam kesedihannya sendiri

Tengoklah anak ke-10 yang berdiri di baris terakhir
Ia mencoba memberi tahu anak ke-9 bahwa ia sedang merintih
Mengapa tidak anak ke-1? Sebab ia berpikir itu terlalu jauh, sama seperti harapannya

Meskipun keras ia berteriak, tak ada yang mendengar
Bagaimanapun ia berusaha, hasilnya nihil
Kalaupun ia berdarah di tempat, niscaya tak ada yang tahu

Apa pun yang terjadi, kalau kepedulian tak pernah ada, kepedihan merajalela
Boleh jadi tindakan manusia pun sebatas kata-kata
Itu pun kalau manusia masih bisa berbicara

Kepada yang telah berjuang meski tak dipedulikan kepeduliannya
Kepada yang telah bersuara hingga sesak tenggorokannya
Kepada yang telah mati-matian mengalahkan lelahnya, bersabarlah!

Sebab catatan perjuangan telah tertulis dalam kitab-Nya
Sebab balasan baik ada di tangan-Nya
Dan tempat kembali terbaik ada di sisi-Nya

Categories
Kisah

Penerimaan Diri

Menjelang petang, di sebuah lapangan, masih terdengar riuh riang anak kecil sedang bermain. Mereka abai pada celoteh langit yang sudah berwarna kemerahan.

Categories
Kisah

Perdebatan Antara Ibu dan Anak

Gambar : di pinjam dari : Jon Tyson

Beberapa waktu yang lalu aku melihat dan mendengar kejadian perdebatan antara anak dan ibunya. Secara lengkap aku nggak tau pasti apa yang mereka permasalahkan. Yang aku ingat saat itu mereka bersitegang untuk saling mempertahankan pendapatnya. Si anak ngeyel dan si ibu juga, masing-masing saling serang argumen tanpa memikirkan lokasi perdebatan mereka yang berada di stasiun pengisian minyak, salah satu tempat yang mudah ‘terbakar’.

Categories
Kisah

Pahlawan

Tantangan kali ini cukup rumit, tapi ini membuat saya berpikir untuk menuntaskannya.

Pahlawan itu ialah “gelar untuk seseorang yang dianggap berjasa untuk orang banyak dan berjuang mempertahankan kebenaran“. kiranya seperti itu tampilan halaman awal Wikipedia.

Categories
Kisah

2 RESOLUSI SAYA TERWUJUD, 1 BONUS DARI ALLAH SWT

“Gak terasa ya, sudah mau akhir tahun 2019.”

Kita selalu membuka pernyataan dengan kata “gak terasa” karena perputaran waktu yang menurut kita begitu cepat.

Google

Padahal kita tahu, bahwa sejatinya waktu memang akan terus bergulir dan berjalan dengan atau tanpa persetujuan kita.

Saya juga selalu demikian, ketika memasuki awal bulan, saya selalu merasa “Ah, masih lama kok.” Eh, ketika memasuki minggu ke empat, saya selalu kocar-kacir menyusun planning yang belum terselesaikan.

Dan kebiasaan buruk saya yang selalu berulang-ulang (tapi tidak selalu, ya) ialah saat ada waktu senggang, saya selalu menunda pekerjaan (terutama dalam menyelesaikan bacaan dan tulisan). Alhasil, ketika ingin bersemangat menulis atau membaca, pasti terhalang dengan aktivitas berikutnya.

Saya memang penikmat waktu yang buruk. Hehhe…jangan ditiru ya. Don’t try at home.

Apatah lagi sekarang kita hampir berada diujung akhir tahun 2019. Auto saya langsung flashback pencapain apa yang telah saya lakukan. Meski tak seluruhnya, namun ada satu hal keinginan saya yang telah terwujud. Baca di sini.

Dan yang begitu teramat sangat bahagianya ialah satu resolusi yang diluar ekspektasi saya. Bonus dari Allah swt. Resolusi ini benar-benar terwujud, meski tak sama persis.

Bonus yang sangat luar biasa dari Allah. Alhamdulillah…

Ketika mengutarakan resolusi tersebut, tiba-tiba saja saya merasa siap membersamai (calon imam) saya, yang pada saat itu saya belum ada bayangan. Entah siapa dan dari mana asalnya, yang jelas saya hanya berkata kepada Allah demikian.

FYI: Kisah Pertemuan Kami

Alhamdulillah, Allah beri segala yang saya utarakan bersama do’a.

Saya ingat, di tahun 2018 akhir. Saya pernah bilang ke Bu Ijah (istri dosen) saya di Batam, “Caca mau balik dulu Bu, mau istirahat. Setelah itu lanjut mau ke Malaysia atau ke Aceh Bu.”

Iya, sebelumnya saya memang merasa letih dan butuh suasana baru. —Baca alasannya di sini

MasyaAllah… dengan Kuasa Allah tentunya, apa yang saya katakan pada beliau terwujud di tahun 2019; pergi ke Malaysia, kemudian saya (singgeLillah) ganti status. Hehehe… dan bonusnya, calon suami saya tinggal di Aceh, auto saya juga akan ke Aceh. Hehehe

MasyaAllah… Tabarakallah

Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah.

Semua memang atas Kuasa Allah. Yang awalnya saya bingung, mau ke Malaysia atau ke Aceh terlebih dulu. Dan dengan skenario Allah yang luar biasa, saya bisa mengunjungi ke dua bumi Allah tersebut.

Nah, buat kamu, jangan pernah ragu untuk mengutarakan apa yang menjadi keinginanmu, baik kepada Allah (paling utama) maupun kepada manusia.

Ayooo persiapkan resolusimu di akhir tahun 2019 ini untuk menyongsong tahun 2020, dan semoga di tahun depan nanti bisa terwujud.

Aamiin…

Langkat, 7 Nov 2019

Categories
Kisah pahlawan perjuangan Uncategorized

Semua Bisa Jadi Pahlawan

Beberapa waktu lalu Om saya menemukan sebuah dompet. Karena ia bingung bagaimana mencari pemiliknya, akhirnya beliau menyerahkannya kepada saya. Isi di dalam dompet tersebut ada STNK, kartu ATM sebanyak dua buah, kartu NPWP, kartu SIM A dan kartu SIM C. Hampir keseluruhan merupakan kartu-kartu yang penting dan bisa saja disalahgunakan oleh orang yang menemukannya. Ketika saya tanya kapan ditemukan dompet ini, Om saya mengatakan kalau dompet ini sudah beliau simpan selama hampir satu bulan. Karena beliau sendiri juga tidak punya keinginan lebih jauh untuk melacak siapa pemiliknya.

Saat saya melihat isi dompet ini, saya memperhatikan beberapa baru saja diperpanjang masa berlakunya. Saya mulai berpikir bagaimana kalau saya yang berada di posisi orang yang kehilangan tersebut. Pasti saya berharap orang yang menemukannya berusaha menghubungi saya dan mengembalikan dompet itu. Apalagi isinya adalah surat-surat yang bisa merugikan dan butuh waktu serta biaya lagi untuk mengurusnya.

Akhirnya saya coba mencari di sosial media seperti Instagram dan Facebook. Tapi hasilnya nihil. Lalu saya coba bantuan Google. Saya coba membuka beberapa laman hingga akhirnya saya menemukan nama yang sama yang berada di kartu dan juga foto yang mirip. Menurut hasil pencarian Google orang tersebut adalah seorang agen properti. Saya coba menghubungi nomor kontak yang tertera, tapi tidak aktif. Lalu saya lihat di bawah ada nomor atas nama Jonathan. Saya coba kirim pesan via WA ke orang tersebut. Bertanya apakah ia mengenali orang yang kehilangan dompet. Saya bersyukur ternyata ia kenal.

Setelah melalui uji kepemilikan kartu dengan cara mencocokan alamat dan tanggal lahir, akhirnya saya berhasil menemukan pemilik yang sebenarnya.

Lalu dengan cerita seperti ini apakah saya pantas disebut sebagai PAHLAWAN?

Tentu bukan.

Karena dalam hal ini saya tak mengorbankan apapun dengan nilai yang mahal. Walaupun saya harus meluangkan waktu dan sedikit usaha mencari siapa pemiliknya, juga mengeluarkan uang untuk ongkos kirim, saya masih tidak pantas disebut Pahlawan. Karena…. Ya karena saya tidak merasa “berkorban”. Lain hal kalau di saat itu saya sangat sibuk dan tak punya waktu mengurus hal yang bukan urusan saya. Atau saya tak punya uang, dan saya harus pinjam uang ke sana-sini dalam rangka mencari tahu dan mengembalikan dompet tersebut. Ya, saya bukan pahlawan.

Dalam kondisi kita kekurangan, atau berada di situasi yang berat dan kita rela berkorban untuk melakukan sesuatu yang benar, sesuatu yang seharusnya, maka kita pantas disebut PAHLAWAN. Pahlawan tidak harus berjuang dengan otot atau seperti prajurit tempur yang siap mati. Tidak harus. Ya, siapa saja bisa jadi pahlawan. Pahlawan sesungguhnya beraksi bukan karena imbalan. Materi atau apapun itu. Ia berkorban karena sesuatu yang bernilai, memang pantas untuk diperjuangkan.

 

 

 

Categories
Kisah

Pelajaran Kebiasaan

Xavier Mouton Photographie

Tulisan ini aku buat setelah melihat persoalan yang tadi sore aku saksikan dengan mata kepalaku, seorang ibu yang terkesan membiarkan anaknya lari dari masalah yang dia buat.

Pada Umum nya setiap manusia yang di bekali akal dan fikiran, pastilah memiliki beban di dalam hidupnya, mulai dari beban internal, beban eksternal dan beban-beban lain, yang hampir selalu di rasakan setiap orang. Manusia pun demikian berbeda kadar kesulitan nya, dan hal ini harusnya dihadapi dengan cermat untuk tidak melepas dan membiarkan beban bebas begitu saja, karena ada pelajaran berharga dibalik itu semua.

Sebagai manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, kita juga cendrung untuk lari dari masalah. Banyak manusia yang menghadapi hal ini. Contohnya saja di sekeliling kita, banyak anak kecil yang tidak mau di suruh jika mendapatkan perintah dari kedua orangtuanya, terlebih perintah tersebut merupakan perintah untuk melakukan hal yang tidak ia sukai, seperti belajar setiap hari, dan ada juga anak yang menghindar jika di tanya siapa yang memecahkan gelas di dapur, padahal sianak sendirilah yang melakukannya. Di sini sudah mulai terbentuk wadah karakter yang sudah ditanamkan sejak kecil oleh lingkungan, sehingga naluri anak sudah tertanam pada dirinya untuk lari dari beban yang akan mendatangi.