Meminjam Cerita Rani

Malam ini Rani terpaksa pulang sendirian di tengah guyuran hujan dan kekesalan hatinya, dia menangis sesenggukan sepanjang jalan. Biasanya dia tidak berani berjalan sendirian malam-malam seperti ini, namun karena terpaksa juga rasa kesal mau tidak mau dia memberanikan diri. Dalam hati dia mengutuk kekasihnya yang malam ini membatalkan perjanjian yang sudah direncana seminggu lalu. “Maunya […]

Read More Meminjam Cerita Rani

Teruntuk Kau di 3.650 Hari Lagi

Dear, semoga masih bertemu di tanggal 06 bulan Desember tahun 2030 mendatang. Bagaimana hari ini? Semoga senyum masih terbit di antara bibirmu meski dunia sudah berbeda seperti tahun di mana aku menulis surat ini. Berapa putra-putri yang sedang kau peluk? Juga, siapa yang bertanggung jawab atas dirimu untuk saat ini? Aku harap kau tidak menemukan […]

Read More Teruntuk Kau di 3.650 Hari Lagi

Mengingat Daster Ibu

Sibuk mengetuk-ketukdaun pintu, daun rindujuga telapak tangan kekasihyang minta disimpan ke saku.  Aku mengingat-ingat pesan Ibubahwa sibuk adalah kutukanserupa daster yang ia kenakandan ia cuci bersamaan.  Sibuk juga merupa senyum-senyum yang terlepas daribibir Ayah ketika mengingatdaster Ibu yang penuh kesibukan. Kesibukan merupa sibuk yang hariini dikenakan di mana-mana. Di kakiatau di tangan juga di matamu […]

Read More Mengingat Daster Ibu

Onomatope Sederhana

Kruku-ku-ku-ku-kuk Saya menulis ini ketika burung dara di rumah sedang bernyanyi. Ohh … tahukah teman-teman kalau bunyi-bunyian semacam yang aku tulis di atas bernama onomatope? Untuk teman-teman yang belum tahu onomatope, di awal tulisan ini saya akan sedikit mengulas mengenai hal tersebut. Secara sederhana onomatope berarti kata yang lahir dari tiruan bunyi. Kalau menurut wikipedia […]

Read More Onomatope Sederhana

Ending

Selamat di waktu apa pun kalian membaca tulisan ini kawan-kawan yang mengagumkan. Jadi di Ketik#10 ini saya akan menulis cerita menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal juga gaya tulisan implisit. Aku terkejut, saat menemukan diriku tersekap dengan mulut tersumpal kain serta tanganku ditalikan dengan kursi di dalam sebuah ruang pengap dan gelap. Aku di mana? […]

Read More Ending

Mengulas Novel Dean Koontz

Ketik#9 ini mungkin lebih ke resensi buku, ya. Jadi perintah di ketik 9 saya diminta untuk meresensi buku dengan judul Ayah milik Andrea Hirata, tetapi karena saya tidak punya buku itu dan bahkan belum pernah membaca. Maka, saya minta keringanan ke Mas Fahmi untuk mengganti buku yang akan saya resensi. Buku yang  akan saya resensi […]

Read More Mengulas Novel Dean Koontz

Berbekal Rasa Malu dan Ingin Tahu

Jadi saya sudah berada di ketik delapan dengan mengumpulkan niat selama satu bulan lebih. Jujur, alasan saya mengerjakan ini yang paling utama adalah malu. Malu karena belum bisa melanjutkan ketik padahal member baru yang lain sudah bisa sampai di tahap ini. Segala sesuatu kalau tidak diniatkan memang susah, apalagi kalo hanya di angan-angan saja, maka […]

Read More Berbekal Rasa Malu dan Ingin Tahu

Belajar Preposisi

“Percuma pacarmu good looking kalau ngechat tidak bisa bedakan di- yang dipisah dan yang digabung.” Itu hanya sekalimat yang menurut saya memotivasi agar siapa pun mau belajar yang namanya preposisi. Mau tidak mau, preposisi sudah menjadi bagian paling penting bukan hanya sebagai penulis tapi juga untuk siapa pun. Salah sambung kata bisa menjadi hal yang […]

Read More Belajar Preposisi