Puku dan Tiga Kawan Barunya

Hay … namaku Puku, sore ini aku sedang melihat Chiku berlari-lari bermain bersama teman-temannya, ada Roki si kucing hitam, Piu si kucing oren dan satu lagi temanku Chiku si kucing abu-abu. Sedangkan aku adalah seekor kupu-kupu yang sangat iri dengan kucing yang bisa berlari ke sana dan ke mari dengan bahagia dan memiliki ekor lucu. […]

Read More Puku dan Tiga Kawan Barunya

Perjalanan ini Kembali Ke Awal

“Jangan bengong, Arila. Katakan saja apa yang sedang kamu pikirkan.” Beni melangkah mendekati Arila yang sedari tadi tebengong sembari membawa nampan berisi teh. “Kenapa tiba-tiba kamu ada di sini, duduk di sini dan melakukan pekerjaanmu di sini? Aku benar-benar tidak paham dengan sikapmu, Ben.” “Oke … aku jelaskan. Tadi aku ke kantor sebenarnya, terus aku […]

Read More Perjalanan ini Kembali Ke Awal

Sebelum Terlepas

“Ini maksudnya apa?” Perempuan dengan rambut sebahu yang sudah menunggu sekitar tiga puluh menit di taman sore ini, mengeluarkan suara setelah menerima map hijau dari seorang laki-laki yang baru saja datang. Dengan mukanya yang merah padam, dia membuka map tersebut dan membacanya beulang. “Bisa-bisanya kamu memberikan aku surat seperti ini setelah tiga tahun pernikahan kita, […]

Read More Sebelum Terlepas

Meminjam Cerita Rani

Malam ini Rani terpaksa pulang sendirian di tengah guyuran hujan dan kekesalan hatinya, dia menangis sesenggukan sepanjang jalan. Biasanya dia tidak berani berjalan sendirian malam-malam seperti ini, namun karena terpaksa juga rasa kesal mau tidak mau dia memberanikan diri. Dalam hati dia mengutuk kekasihnya yang malam ini membatalkan perjanjian yang sudah direncana seminggu lalu. “Maunya […]

Read More Meminjam Cerita Rani

Teruntuk Kau di 3.650 Hari Lagi

Dear, semoga masih bertemu di tanggal 06 bulan Desember tahun 2030 mendatang. Bagaimana hari ini? Semoga senyum masih terbit di antara bibirmu meski dunia sudah berbeda seperti tahun di mana aku menulis surat ini. Berapa putra-putri yang sedang kau peluk? Juga, siapa yang bertanggung jawab atas dirimu untuk saat ini? Aku harap kau tidak menemukan […]

Read More Teruntuk Kau di 3.650 Hari Lagi

Mengingat Daster Ibu

Sibuk mengetuk-ketukdaun pintu, daun rindujuga telapak tangan kekasihyang minta disimpan ke saku.  Aku mengingat-ingat pesan Ibubahwa sibuk adalah kutukanserupa daster yang ia kenakandan ia cuci bersamaan.  Sibuk juga merupa senyum-senyum yang terlepas daribibir Ayah ketika mengingatdaster Ibu yang penuh kesibukan. Kesibukan merupa sibuk yang hariini dikenakan di mana-mana. Di kakiatau di tangan juga di matamu […]

Read More Mengingat Daster Ibu

Onomatope Sederhana

Kruku-ku-ku-ku-kuk Saya menulis ini ketika burung dara di rumah sedang bernyanyi. Ohh … tahukah teman-teman kalau bunyi-bunyian semacam yang aku tulis di atas bernama onomatope? Untuk teman-teman yang belum tahu onomatope, di awal tulisan ini saya akan sedikit mengulas mengenai hal tersebut. Secara sederhana onomatope berarti kata yang lahir dari tiruan bunyi. Kalau menurut wikipedia […]

Read More Onomatope Sederhana

Ending

Selamat di waktu apa pun kalian membaca tulisan ini kawan-kawan yang mengagumkan. Jadi di Ketik#10 ini saya akan menulis cerita menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal juga gaya tulisan implisit. Aku terkejut, saat menemukan diriku tersekap dengan mulut tersumpal kain serta tanganku ditalikan dengan kursi di dalam sebuah ruang pengap dan gelap. Aku di mana? […]

Read More Ending

Mengulas Novel Dean Koontz

Ketik#9 ini mungkin lebih ke resensi buku, ya. Jadi perintah di ketik 9 saya diminta untuk meresensi buku dengan judul Ayah milik Andrea Hirata, tetapi karena saya tidak punya buku itu dan bahkan belum pernah membaca. Maka, saya minta keringanan ke Mas Fahmi untuk mengganti buku yang akan saya resensi. Buku yang  akan saya resensi […]

Read More Mengulas Novel Dean Koontz