Tok-tok, Permisi

Permisi, bolehkah aku liat-liat blognya sebentar?

Ishfah Seven // QRIS // “Hidup kita semakin terasa era digitalnya ya. Bayangan jika suatu hari nanti kita ke luar rumah cukup dengan membawa telepon genggam saja semakin jelas.”

Pena HP // CERPEN| “CHEF” JUNA // “Arjunaa! Ingin rasanya menarik balik Arjuna ke arah Gadis, sebelum akhirnya membaca surat Arjuna di akhir. Cerpen yang menarik Mas, terima kasih bacaannya.”

Kampung Manisku // Pelanggan yang Menyenangkan // “Setelah selesai membaca, di pikiran saya terbayang suasana malam dengan menikmati semangkok sop daging. Saya kurang mengerti maksud dari bait terakhir mas? eheheh. Blog mas ini termasuk salah satu bacaan harian saya. Postingannya paling rajin dan teratur. Patut saya contoh. Terima kasih tulisan hariannya mas.”

 Sondang Saragih // Hanya 80 Hari // “Halo Mom Sondang, kamu sudah melakukan hal yang luar biasa! 80 hari menulis! Sebagai seorang yang pernah melakukan tantangan menulis, walaupun cuma 30 hari saja, 80 hari adalah waktu yang sangat panjang. Aku salut! Memang bisikan iblis terbesar adalah rasa malas. Ditambah dengan keseharian kita yang memberikan ide ke kepala untuk menjadikannya alasan malas menulis. Semangat buat kamu dan aku juga, semoga semangat menulis kita segera sembuh ya.”

Rufindhi // Kangen Kuliah // “Ah, jadi ikut kangen suasana kuliah juga. Atau bisa jadi aku hanya kangen suasana sebelum pandemi juga. Pandemi ini memang banyak membuat kita merindukan banyak hal normal sebelumnya. Tiap membaca kekangenan di tulisanmu, aku juga bisa membayangkan suasana kuliahku dulu. Salam kenal Kak Rifi, aku Arin. Sepertinya ini pertama kaliku berkunjung ke sini.”

Perempuan Aksara // Meregang Nyawa di Dunia yang Sedang Sakit // “Riskan ya. Beberapa waktu lalu suasana tersebut masih jadi keseharian kita yang cukup mencekam. Walaupun saat ini deru ambulance sudah berkurang, pengumuman orang meninggal dari toa masjid sudah tidak sesering dulu, tetap saja.. dunia masih dalam keadaan mengkhawatirkan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah. Sehat selalu kak Fitri.”

senorahmanto // Kebebasan Berpendapat // “Demokrasi, kata mereka yang sedari di bangku sekolah sudah menyisipkan pelajaran tersebut. Aku dengan seragam sekolah menganggapnya hanya pelajaran yang harus dihapalkan. Semakin bertumbuh dewasa dan mulai mencemplungkan kaki ke kehidupan, semakin sadar demokrasi itu banyak serba salah dan kehati-hatiannya.”

ruanghanwa // Pengetahuan Bermakna // “Wah Kak Hanifah ini tipe yang rajin dalam merekam pengetahuan yang didapatnya ya. Terima kasih sudah merangkum tugas-tugas KETIK di sini kak. Aku jadi bisa membaca ulang sembari mengingat-ingat kembali. Dengan bergabung di IK aku mendapatkan banyak ilmu yang sebenarnya sudah kita pelajari di bangku sekolah. Tapi jarang sekali aku praktikkan di sehari-hari. Semenjak bergabung di IK, penulisan ocehan di media sosialku saja kini lebih baik, ehehehe.”

atthecorner // Belum Bisa Pulang // “Aamiin, semoga badai ini segera berlalu. Saya bisa memahami betul keinginan untuk segera pulang. Sedih rasanya terpisah oleh jarak dengan orang yang disayang. Badai ini memang jahat, membuat banyak dari kita bersedih. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah, aamiin.”

febriinayah // Serunya, Bisa Bergabung di Komunitas Blogger Ikatan Kata! // “Halo kak Febri, selamat bergabung dan salam kenal. Kak Febri ternyata bergabung sedari bulan Mei ya. Tapi aku baru saja sempat menyapa, Ini pun karena misi dari KETIK ke-8 IK, eheheh. Betul, konsistensi dalam menulis cukup sulit untuk dilakukan. Maka dari itu, orang seperti aku butuh dorongan dan aturan untuk terus menulis. Semangat menulis juga kak Febri.”

anythingfrida // Pada Malam Minggu Kudengar Cinta Bercerita // “Ka Fahmi: i know. PENASARAN adalah nama tengah semua perempuan. Ahahhaha, benar sekali. Hampir semua kenalan perempuanku bernama tengah PENASARAN. Obrolan yang menarik, NEXT!”

Selesai juga kunjunganku kali ini. Perasaanku saja atau penghuni komplek Ikatan Kata kini semakin berkurang? Mungkin banyak yang sedang lelah. Maklum, pandemi ini membuat semuanya melelahkan. Semoga warga komplek ini senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, aamiin. Rembulan semakin benderang, mungkin karena langit yang semakin gelap? Sudah selarut ini rupanya. Saatnya untuk beristirahat. Selamat beristirahat dan jangan lupa untuk mengetuk balik pintu blogku.

2 thoughts on “Tok-tok, Permisi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s