Mencicil Jalan-Jalan

Akhirnya setelah sekian lama tidak muncul di grup whatsapp dan tidak pernah menulis di blog, kini aku muncul lagi. Seperti pertapa yang baru keluar dari gua. Tergagap-gagap melihat dunia yang telah lama ditinggalkan. Hahaha.

Sebenarnya tidak sepenuhnya bertapa. Sesekali masih menengok aplikasi wordpress. Namun sekilas pandang saja dan kembali sibuk dengan pertapaan. Hahaha.

Sekaligus aku mohon maaf kepada seluruh rekan Ikatan Kata, beberapa minggu hingga bulan terakhir ini aku tidak pernah muncul di grup whatsaap. Terkadang ketika dalam situasi tertentu, hal menyenangkan harus disimpan terlebih dahulu karena ada hal lain yang harus lekas dirampungkan. Begitulah kurang lebih yang sedang aku alami akhir-akhir ini. Sekali lagi mohon maaf ya, rekan-rekan tercintaku. πŸ™‡πŸΌβ€β™‚οΈ

Oh ya, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan (padahal aku mempublikasikan ini di bulan Syawal akhir, hahaha). Semoga kita selalu dalam bejana hidayah dan taufik yang selalu Allah limpahkan dalam setiap detiknya. 🀲🏼

Karena Ketik#8 ini adalah blogwalking alias lenjelen kata orang madura. Hahaha. Maka aku mencicil jalan-jalan dari terakhir mengerjakan Ketik#7 hingga pos ini aku publikasikan.

Mengunjungi satu per satu blog pengikat kata ternyata membuatku merasa bahwa keberagaman memanglah indah. Dan betul, sebuah semangat yang sama mampu membuat keberagaman menjadi pemandangan yang sangat menyejukkan. Terbukti dari berdiri dan berjalannya Ikatan Kata yang sangat kita banggakan ini. Terimakasih untuk semua rekan yang selalu memberikan semangat untukku menulis di blog. Ya, meskipun sampai saat ini aku masih kurang produktif menulis di blog. 😬

Baiklah, dibawah ini aku cantumkan daftar blog pengikat kata yang telah aku kunjungi dan sedikit memberi jejak di sana. Terimakasih πŸ€—

  1. Ishfah Seven//Memiliki Rumah//Semoga lekas tercapai cita-citanya mas. Amiin. 🀲🏼 Ngomongin soal resolusi di tahun 2021, aku sendiri tidak pernah membuat resolusi mas. Baik di tahun 2021, apalagi di tahun-tahun sebelumnya. Setelah membaca pos panjenengan yang ini, aku merasa ada motivasi yang semakin kuat ketika kita betul-betul membuat/menulis resoslusi setiap tahunnya. Mungkin itu juga yang bikin aku nggak jelas arahnya mau kemana. Umur udah segini, diombang-ambing mulu. 😌😌😌 eeh maaf jadi curhat.
  2. PenaHP//Witing Trisno Jalran Ora Ono Lio//Kita bisa jatuh cinta berkali-kali dalam seumur hidup. Tapi untuk mencintai sepertinya kita perlu tenaga ekstra, karena β€˜mencintai’ itu sebuah kata kerja yang konsisten seumur hidup. Sepasang suami istri, bisa jadi keduanya pernah β€˜jatuh cinta’ pada seseorang lain. Akan tetapi yang menbuat mereka berdua tetap utuh dalam arti setia pada pasangan adalah pekerjaan mencintai. Ora ono liyo kuwi mau, tur yo amergo kulino. Hahaha.
  3. Kampung Manisku//Terperangkap//ikTerlepas dari puisi yang njenengan tulis. Hal yang aku salutkan dari njenengan ini kok bisa dengan konsisten menulis puisi setiap hari kang. Aku sendiri meski mencintai puisi, belum sampai ke taraf istikamah nulis puisi setiap hari. 😌 sepertinya kebiasaan memang harus dibangun dengan susah payah ya kang.
  4. Sondang Saragih//Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Tere Liye//Nah aku juga udah baca buku ini Mbak. Tapi nggak tahu kenapa ya, rasanya aku belum menemukan jawaban pasti apa yang membuat Tania pergi setelah mendengar siapa itu laki-laki namanya, aku lupa. Kan dibisikin gitu kan ya pas di akhir ceritanya. Sebenernya apa sih yang dibisikin. Kok sampe Tania kaget dan memutuskan pergi sekaligus membuang jauh harapannya. πŸ˜… coba bagaimana menurut kamu Mbak πŸ˜…
  5. Hai Fiska//Diam yang Menyebalkan//Secara psikologis seorang laki-laki akan banyak diam ketika dia sedang menghadapi problem. Meski tidak semua begitu, tetapi rata-rata sih diem-diem bae kaya ngelamun. Badannya di mana, pikirannya ke mana-mana. Lain halnya dengan perempuan. Pada umumnya ketika perempuan berhadapan dengan sebuah problem, akan cenderung mencari teman yang mau mendengar cerita keluh kesahnya dengan penuh empati. πŸ˜… Berbaik sangka saja, Mbak. Siapa tahu orang tersebut sedang banyak masalah di tempat kerja dan rumah. Jadi satu-satunya tempat yang nyaman untuk merenungkan semuanya adalah di dalam kereta. πŸ˜…
  6. Maria Frani Ayu//(Review Buku): Toxic Relationsh*t, karya Diana Mayorita//Aku sering liat kover buku itu berseliweran di beranda instagramku. Sempet tertarik ingin beli. Namun belum juga beli, mungkin dalam waktu dekat akan beli buat kuhadiahkan ke teman dekatku. Ngomongin soal pola asuh. Aku jadi teringat sama beberapa video di youtube yang ngebahas soal inner child. Aku merasa kegagapanku saat ini menghadapi dunia adalah bentuk terikat dengan rentetan-rentetan masa kecilku. Yang artinya berkaitan erat dengan pola asuh orang tuaku saat aku masih kanak-kanak. Aku juga bersyukur atas keterbukaan sumber belajar di zaman ini yang sangat jelas akan berdampak positif bagi kita yang nantinya juga akan menjadi seorang figur pengasuh, terutama bagi anak kita sendiri. Mantap!!! Semangat membaca, Mbak!
  7. Rufindhi//Ibu dan Masakan Sehat//Uuuuuuuwuw deh baca tulisan kamu, Mbak. Rasanya kaya membuka pintu kemana saja dari Doraemon dan membawaku ke masa lalu ketika aku masih kanak-kanak. Soal micin, ih, kok sama, ya. Apa memang orang tua kita dulu itu diedukasi sama entah siapa gitu, yang menarasikan bahwa micin itu nggak baik buat kesehatan. Almarhum ibuku sangat anti micin. Apalagi soal mi instan. Sangaaaat mewanti-wanti anak-anaknya untuk tidak mengonsumsi mi instan. Tapi ya namanya aku bandel, diem-diem ya beli dari uang saku yang dikumpulin beberapa hari 🀣 dan dimasak ketika beliau sedang ada acara salawatan di rumah tetangga. 🀣 😌 Mengenang ibu memang sangat membahagiakan ya, Mbak.
  8. Anything Frida//Terimakasih Diriku//Membaca kalimat awal pada pargraf pertama, aku langsung inget lirik lagunya Kunto Aji, β€œSebelum kau menjaga, merawat, melindungi, segala yang berarti. Yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri.” Nah, lagu Kunto Aji ini bertajuk Sulung dan juga Bungsu. Karena kedua judul lagu ini liriknya mirip. Hanya di Bungsu liriknya lebih lengkap ketimbang di Sulung. Sampean tahu kan mbak sama laginya? Album Mantra-Mantra. Masa nggak tahu, ih. 🀭 Oh ya, albumnya Kunto Aji yang itu rilis tahun 2018 seingatku. Menurut beberapa wawancara yang udah aku simak, dia bikin lagu terkhusus album Mantra-Mantra emang buat self-healing gitu, Mbak. Kalo sampean belum pernah dengerin, coba deh dengerin πŸ˜… tapi masa iya belum tahu lagunya Kunto Aji, ih 🀭
  9. Perempuan Aksara//Perpisahan Paling Panjang//Aaaah, peron, gerbong, suara rel yang bebenturan dengan roda kereta, ruang tunggu stasiun, aaaahh, mbak fit, kenapa puisimu ini mengingatkanku dengan kejadian itu. πŸ€¦πŸ»β€β™‚οΈ Aku juga punya puisi yang idenya seputar stasiun kereta. πŸ˜… Ini tautannya. Hehe. Maaf numpang promosi puisiku sendiri. Wkwkwk. https://catatanainin.wordpress.com/2020/05/26/stasiun-pagi/
  10. Iamnuva//Potluck ala Tim Youth CafΓ© Program//Potluck, kaya piknik pada umumnya. Kalau ditilik di KBBI pun sebetulnya piknik intinya juga bepergian yang membawa bekal makanan. πŸ˜… tapi konsepnya disini dengan menerapkan zero waste. Mantap πŸ‘ Btw, nama Potluck ini mirip kaya nama siniar. πŸ˜… nama siniarnya Podluck 🀣 coba deh cari di sptotify, nanti pasti ketemu siniar yang namanya Podluck. πŸ˜… Kalau pengalaman serupa, pernah banget lah. Masa kecil adalah muara kenangan. Salah satunya ya kayak begini. πŸ˜… piknik bawa bekal sendiri. Pas itu aku sendiri yang inisiatif mengajak beberapa teman buat main ke alas. Alas itu bahasa daerah kami yang artinya tempat yang mirip kaya hutan. Lahan luas milik perorangan yang dibiarkan begitu saja. Banyak pohon dan tumbuhan liar. Ada lajur jalan setapak yang bisa dilewati untuk menuju pertigaan sungai penghubung antara sungai dari sisi timur ke sungai sisi utara menuju selatan(laut). Jalan2 di alas. Bawa tikar dan bekal makan siang. Pas hari minggu. Mantap betul to 🀣 Kalau aku telusuri. Kampanye zero waste selalu beriringan dengan organic farming, natural farming, pemaculture, tiny house, dll. Ya, memang semestinya generasi muda harus punya inisiatif kaya gini. Biar tidak lupa, bahwa bumi ini juga diwariskan untuk anak cucu cicit kita nanti. πŸ™ƒπŸ™ƒ Btw, kapan wisudanya? 🀭🀭🀭
  11. Imasjamil//(Jika) Menjadi Guru adalah Tantangan Berat//Njenengan ini ngajar anak SMK sederajat kan ya? Bagaimana jadinya jika njenengan ngajar anak PAUD atau TK, Mbak? Pasti akan menemukan banyak hal yang memang semestinya dikuasai, dipahami, dipelajari ulang, jika itu berkenaan pendidikan anak di usia dini. Karena pendidikan anak di usia dini adalah pondasi. Sebagai guru memang sudah semestinya menjadi sosok yang terus bergerak mengikuti perkembangan zaman nggeh, Mbak. Setiap zaman punya problematikanya sendiri-sendiri. Sedangkan anak didik akan menghadapi zamannya masih beberapa tahun atau puluh tahun ke depan. Kiranya apakah mampu seorang guru secara subtil menanamkan dasar-dasar karakter yang nantinya bisa bermanfaat ketika anak didik itu tumbuh dewasa kelak?Dan itu sepertinya bukan sekadar tanggung jawab guru semata. Justru tanggung jawab kita semua. Bukankah kita akan menjadi orang tua, yang bisa jadi dianugerahi seorang anak(meskipun saat ini sedang tumbuh pemikiran ttg child free). Bukankah kita akan menjadi salah satu komponen pelengkap dalam masyarakat yang semestinya bisa menjadi nyala lilin bagi sesamanya. Ya, begitulah. Kehidupan. Hanya dengan muhasabah segala hal esensial bisa kita sentuh. Semangat mengajar nggeh, Mbak. πŸ€—πŸ€—πŸ€—
  12. Mas Tasim//Tak Mengapa Jadi Orang Biasa//Ketika membaca tulisan njenengan, saya jadi teringat dengan prinsip pareto 20:80. Di muka bumi ini hanya ada 20% manusia yang luar biasa dan 80% sisanya adalah orang yang biasa saja. πŸ˜‚ Dan prinsip pareto ini bisa diaplikasikan dalam berbagai hal. Mantap πŸ‘ Secara pesan, tulisan njenengan ini sangat menyentuh hati saya, Mas. Maturnuwun, nggeh πŸ™‡πŸΌβ€β™‚οΈπŸ™‡πŸΌβ€β™‚οΈπŸ™‡πŸΌβ€β™‚οΈ
  13. Mintpapers//Bisikan//Mantap, memang akan selalu relate sama kehidupan kita. Asalkan kita mau jeli merenung. Heee ***Catatan : sayangnya banyak pos yang diatur privasi pribadi, jadi aku nggak bisa banyak baca post dari Mbak Tyas. Sekilas pandang dari judul sebenarnya sangat menarik untuk dibaca. Dan ada juga pos yang privasi publik, namun kolom komentar dinonaktifkan. Entah apa yang mendasari Mbak Tyas mengatur sedemikian rupa. Sepertinya biar lebih konsen tulis saja. Hahaha
  14. Gerry Septiano//Masih Negatif //πŸ˜‚ Kalau aku nggak paham. Tapi suka aja sama pertanyaan apa kabar. 🀣 Soalnya aku nggak pernah ditanyain kabar sama siapapun mas. 🀣
  15. Seno Rahmanto//Jika Hari ini adalah Hari Terakhir(ku) Hidup di Dunia//Mas, ketika baca tulisan njenengan yang ini, saya langsung membayangkan diri saya di posisi sebagai seorang yang mendapat hukuman mati atas sebuah kejahatan. Sejak keputusan sidang bahwa saya akan dihukum mati, entah dengan cara apa, yang jelas saya pasti merasakan mati sebelum mati. Merasa bahwa sisa waktu tunggu tanggal dan jam eksekusi adalah waktu yang sia-sia. Hukuman harus diterima dengan lapang dada. 😌 Ngomongin soal mati, bukankah kematian adalah nasihat yang paling bijak? 😌
  16. Atthecorner/Setengah Dirimu//😌 nggak tahu kenapa pas baca ini naluri bujangku dikoyak-koyak.
  17. Sosisproject//Kau yang Datang Tanpa Menyapa dan Pergi tanpa Kata//Ada rasa karena terbiasa. Ibarat rutinitas yang sudah menjadi pola. Sekali pola itu tidak muncul maka yang muncul adalah perasaan ganjil. 😬😬😬
  18. Roludyta//Review Sunscreen SPF 50//Mbak Lody, aku mau tanya nih. Bagaimana pandangan kamu kalau cowok pake produk perawatan tapi ya yang kaya gini. Wardah. πŸ˜… soalnya aku pake facewash sama scrub wardah mbak. 🀣
  19. Chaudyme//Si Hitam//Bagiku yang hidup di pedesaan. Warna kulit tidak begitu menjadi masalah. Karena intensitas kegiatan luar ruangan cukup tinggi pasti berbanding lurus dengan rona kulit yang ya bisa dibilang menghitam. Tapi akan jadi masalah kalo aku lagi deket sama cewek. 🀣 kalo lagi jalan jadi kaya yin dan yang. 🀣 Sabrang MDP pernah bilang kalau kita merasa gusar karena diejek kulit kita yang berwarna hitam ini jelek. Hal tsb secara alam bawah sadar kita setuju dengan asumsi bahwa kulit hitam itu jelek. Padahal Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai warna kulit. Dari yang putih kaya nasi yang dipoles dengan derajat sosoh sampai 95% hingga hitam legam seperti lumpur. Padahal padi dan lumpur itu sahabat karib lho. Jadi menurutku sih beauty standard itu hal konyol. 🀣 Kaya yang pernah dibahas sama Gitasav di kanal youtubenya soal beauty standard 😁
  20. Porapippam//My Love Language You Can Check Yours//Lima bahasa kasih 😁😁😁Sekarang udah banyak kreator konten yang ngebahas beginian, seputar relationship. Kata bang Gery Ardian di podcastnya sih, bahasa kasih ini perlu kita pahami agar kita bisa memberikan bahasa kasih yang tepat kepada pasangan. Ketika kita memberikan bahasa kasih yang tepat maka pasangan akan merasa sangat dicintai. Namun jika tidak hal tsb masih tetap menjadi pemahaman bahwa kita dilahirkan berbeda2. Jadi bagaimanapun pasangan kita mengungkapkan bahasa kasihnya kpd kita, kita tetap bisa merasa dicintai. 😁😁😁
  21. Ruang Hanwa//Tiga Gadis Remaja//Jadi ingat bagaimana usahaku dulu buat bisa berangkat ke warnet di desa sebelah naik sepeda. Hari pertama, sore, hampir sampai lokasi tapi ban bocor. Akhirnya uang yang semestinya bisa dipakai untuk biaya warnet malah kupakai buat nambal ban. 🀣 Hari kedua kucoba lagi pantang menyerah. Akhirnya sampai juga di warnet. Masuk ke bilik salah satu komputer dan menyalakan komputernya. Bingung 🀣 nggak paham soal billing. Akhirnya tanya ke mas mas yang jaga warnet. Diajarin lah sama beliau. Ealah cuma gitu 🀣. Namun sial datang lagi. Baru buka web browser dan belum ngetik apa-apa karena bingung mau nyari apaan. Tiba-tiba komputer mati total. Semua komputer mati total. Dan ya, pemadaman listrik 🀣 Akhirnya di hari ketiga semua lancar. 🀣 Tahun 2007 pas masih kelas 1 SMP. 😌😌😌 zaman dimana bermain di sawah dan kebon mulai beralih ke warnet.
  22. Seseduh Kata//Sebelum Padam//Kutub positif dan negatif bisa menyatu tetapi perlu piranti lain. 😬😬😬 ponsel bisa dipakai kalau baterainya terisi dan tentu kutub positif dan negatifnya tersambung secara benar. 😬😬😬

Pada akhirnya ….

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Beginilah jadinya jika jalan-jalan ke blog rekan-rekan Ikatan Kata dengan cara mencicil. Padahal aku mencicil dari sebelum bulan puasa, sampai menjalani puasa, hingga bulan puasa sudah habis pun belum juga kelar.

Di lain kesempatan akan aku ceritakan mengapa kakiku sangat berat untuk berjalan-jalan. Dengan penuh rasa hormat kepada seluruh rekan Ikatan Kata, mohon maaf lahir batin ya. Salam.

4 thoughts on “Mencicil Jalan-Jalan

  1. Wah komennya panjang ya kak, pengen banget balas komentar Kak Ainin soal Potluck tapi kok ga ada muncul di postingan Potluck saya.. 😬 Apa mungkin WordPress saya bermasalah ya?

    Like

    1. Nah kayanya ada pengaturan di wordpress kamu. Jadi setiap ada komentar harus menunggu persetujuan dari kamu dulu baru bisa muncul di kolom komentar. Hehehe

      Like

  2. Congrat, Ainin! Akhirnya selesai juga blogwalking. Semoga setelah KETIK8 ini Ainiin bisa lebih rajin lagi mengunjungi blog teman-teman.

    Beberapa kata yang mesti dikoreksi:
    1. pengikat kata (Pengikat Kata) // ada lebih dari satu
    2. Terimakasih (Terima kasih) // ada lebih dari satu
    3. dibawah (di bawah) // ingat Preposisi, Ainin.

    Like

Leave a Reply to Minimintlism Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s