Bentuk – Bentuk Kalimat SPOK, Harus Paham Ya

Hai, Pengikat Kata!

Tulisan kali ini, saya ditantang untuk membuat contoh kalimat SPOK, tadinya merasa bingung banget, apalagi dulu nilai pelajaran bahasa indonesia saya waktu SMA sangat jelek. Eh malah sekarang dapat tantangan yang saya gak bisa. Hehehe.

Tapi akhirnya, saya mendapat pencerahan lewat tulisan yang dibuat oleh Mbak Arin dan Mas Ainin pada tantangan ketik4 ini, Terima kasih! Jadi ada sedikit ide yang terlintas di otak saya, karena memang menulis itu inspirasinya bisa datang darimana saja. Kalau begitu mari kita mulai.   

Menulis kalimat SPOK adalah tantangan saya di ketik4. Saya harus memberikan masing – masing 2 contoh kalimat dari 8 jenis kalimat SPOK.

Menurut KBBI, kalimat adalah “satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa.

Sedangkan frasa adalah “gabungan 2 kata/ lebih yang bersifat non predikatif (misalnya gunung tinggi disebut frasa karena merupakan konstruksi nonpredikatif)”

kalimat SPOK adalah suatu kalimat yang mengandung :

  1. subjek dan predikat
  2. penggunaan diksi yang tepat,
  3. sesuai dengan PUEBI,
  4. tidak mubazir kata dan
  5. mengandung sebuah ide pokok.

bentuk bentuk kalimat SPOK ada 8 macam, berikut macam dan contohnya:

1. Kalimat S – P (Subjek – Predikat)

  • Deni (S) + tidur (P)

Deni Tidur

  • Kucing (S) + memanjat (P)

Kucing Memanjat

2. Kalimat S – P – O (Subjek – Predikat – Objek)

  • Adit (S) + menendang (P) + bola (O)

Adit menendang bola

Jika pasif menjadi : bola ditendang Adit

  • Rina (S) + menanam (P) + biji buah semangka (O)

Rina menanam biji buah semangka

Jika pasif menjadi : biji buah semangka ditanam Rina

3. Kalimat S – P – K (Subjek – Predikat – Keterangan)

  • Adit (S) + menjenguk (P) + saudaranya di rumah sakit (K)

Adit menjenguk saudaranya di rumah sakit

  • Aku (S) + pulang (P) + bersama nenek (K)

Aku pulang bersama nenek

4. Kalimat S – P – Pel (Subjek – Predikat – Pelengkap)

  • Para warga (S) + saling beradu (P) + mulut (Pel)

Para warga saling beradu mulut

  • Ibu (S) + suka memasak (P) + menggunakan kayu bakar (Pel)

Ibu suka memasak dengan kayu bakar

5. Kalimat S – P – O – K (Subjek – Predikat – Objek – Keterangan)

  • Ibu (S) + membantu (P) + Adit (O) + mengerjakan PR (K)

Ibu membantu adit mengerjakan PR

  • Ayah (S) + mencabuti (P) + rumput liar (O) + di teras rumah (K)

Ayah mencabuti rumput liar fi teras rumah

6. Kalimat S – P – O – Pel (Subjek – Predikat – Objek – Pelengkap)

  • Buah manggis (S) + memberikan (P) + khasiat (O) + yang bermanfaat bagi tubuh (Pel)

Buah manggis memberikan khasiat yang bermanfaat bagi tubuh

  • Reni (S) + membeli (P) + makanan (O) + yang sangat enak (Pel)

Reni membeli makanan yang sangat enak

7. Kalimat S – P – Pel – K (Subjek – Predikat – Pelengkap – Keterangan)

  • Denis (S) + membersihkan (P) + sisa kotoran (Pel) + yang menempel dibajunya (K)

Denis membersihkan sisa kotoran yang menempel dibajunya

  • Bang Jarwo (S) + mondar mandir (P) + kebingungan (Pel) + karena bemonya mogok (K)

Bang Jarwo mondar mandir kebingungan karena bemonya mogok

8. Kalimat S – P – O – Pel – K (Subjek – Predikat – Objek – Pelengkap – Keterangan)

Kalimat ini adalah kalimat yang memiliki strukrur terlengkap.

  • Bu guru (S) + memberikan (O) + Chika (O) + nilai yang bagus (Pel) + pada saat ulangan kemarin (K)

Bu guru memberikan Chika nilai yang bagus pada saat ulangan kemarin

  • Adit (S) + mengecat (P) + tembok rumahnya (O) + dengan warna hijau (Pel) + dibantu ayahnya (K)

Adit mengecat tembok rumahnya dengan warna hijau dibantu ayahnya

Nah itu dia contoh kalimat mengenai SPOK, semoga bermanfaat!

4 thoughts on “Bentuk – Bentuk Kalimat SPOK, Harus Paham Ya

  1. Hai, Febri! Selamat sudah bisa mulai menulis KETIK. Semoga bisa seterusnya konsisten.

    Berikut adalah beberapa tulisan yang mesti dikoreksi:

    1. Hai Pengikat kata! (Hai, Pengikat Kata!)
    2. mbak Arin dan mas Ainin (Mbak Arin dan Mas Ainin)
    3. Terimakasih! (Terima kasih!)
    4. Konsistenlah memilih sudut pandang pertama. Misal jika di awal sudah menulis ‘saya’ maka seterusnya seperti itu. Jika menulis ‘aku’ seterusnya juga pakai ‘aku’.
    5. Dalam tulisan ini misal : Jadi ada sedikit ide yang terlintas di otakku. Sebelum masuk ke pembahasan utama, saya mau mengabarkan. (‘otakku’ dan ‘saya mengbarkan’ tidak konsisten.)
    6. Diakhir (di akhir) // pelajari PREPOSISI

    Setelah menulis tentang SPOK ini jadikan pelajaran untuk menulis berikutnya. Terutama penggunaan kalimat efektif.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s