Pengetahuan Bermakna

Assalamu’alaikum.

Setelah bergabung dengan IK sejak Desember 2020 tentu ada beberapa hal yang telah saya pelajari. Di KETIK 11 ini saya akan membagikannya, yaitu:

  1. Kata yang Digabung dan Dipisah

Sejak gabung di IK, saja jadi lebih berhati-hati menggunakan kata yang digabung dan dipisah. Kata-kata tersebut seperti: terima kasih, tanggung jawab. Sebelum publish KETIK, saya mengoreksi tulisan saya apakah yang benar suatu gabungan kata itu digabung atau dipisah. Saya mencari melalui google search engine lalu menemukan beberapa artikel yang bisa untuk referensi saya.

cinderamata -> yang benar: cendera mata

tanggungjawab -> yang benar: tanggung jawab

terimakasih -> yang benar: terima kasih

kosakata -> yang benar: kosa-kata

lengkapnya bisa dilihat di situs PUEBI daring berikut ini: PUEBI daring gabungan kata

2. Penulisan Kata yang Sesuai KBBI

Sebelum bergabung di IK, saya sudah mengetahui bahwa ada KBBI daring dan sering menggunakannya. Saya tidak memiliki aplikasinya di ponsel saya. Saya membukanya lewat browser di ponsel saya. Saya juga kadang iseng-iseng mencari arti kata atau mencari kata yang sesuai dengan KBBI.

Nah, setelah bergabung dengan IK ini, saya lebih sering lagi mengecek KBBI daring. Salah satu yang saya perhatikan adalah penulisan kata yang sesuai dengan KBBI. Misalkan apakah yang benar itu sekedar atau sekadar? Rabu atau rabo? Gua atau goa? Meskipun kata-kata itu tidak ada di KETIK yang saya kerjakan, namun saya juga tetap suka mengecek di KKBI Daring.

3. Aplikasi typo checker

Saat mengerjakan ketik 4, saya menemukan aplikasi cek typo bernama typo checker di internet. Typo checker membantu mendeteksi typo di tulisan kita. Cara menggunakan typo checker ini adalah dengan cara meng-copy paste tulisan kita di kolom sebelah kiri, lalu di kolom sebelah kanan akan dikoreksi jika ada kata yang salah. Sepintas mirip seperti menggunakan google translate.

Typo checker sangat membantu saya untuk meminimalisasi typo pada tulisan saya. Meski begitu, setelah menggunakan typo checker, saya juga tetap mengoreksi lagi barangkali masih ada typo yang terlewat.

Sekadar berbagi pengalaman saja, saya biasanya masih sering terlewat typo jika membaca sebelum mengetik publish. Entah mengapa kalau di halaman itu, typo sering tidak nampak, namun jika sudah di publish typo biasanya tiba-tiba terlihat. Maka, saya menyiasatinya dengan mem-publish tulisan saya di blog sendiri, lalu membacanya. Saat membaca di tampilan blog, saya bisa menemukan beberapa typo dibandingkan saat membaca di dashboard blog. Setelah menemukan typo, saya  kemudian mengedit kembali tulisan tersebut. Memang hal ini membutuhkan waktu lama, namun bagi saya sangat membantu untuk memperbaiki tulisan khususnya dalam hal cek typo.

4. Kata yang digabung dan dipisah

Sejak menulis KETIK, saya sering mengecek di google apakah suatu gabungan kata ditulis terpisah atau digabung. Misalkan, kata terima kasih, kosa-kata. Saya juga sering melihat perbaikan atau koreksi yang dilakukan admin tehadap KETIK para pengikat kata sebelumnya. Dari situ, saja berusaha untuk belajar dari koreksi yang dilakukan oleh admin di kolom komentar. Beberapa koreksi yang sering terdapat di kolom komentar tentang typo yaitu penulisan. Contoh:

Disana -> di sana

Dimana -> di mana

Di IK ini kita bisa belajar dari tulisan sesama pengikat kata dan juga belajar dari kolom komentar koreksi oleh admin. Seru sekali, kan.

5. Tentang preposisi

Pelajaran preposisi sudah saya dapatkan sejak SD/MI. Alhamdulillah, saya masih ingat dan menerapkan penggunaan preposisi di-. Saat pelajaran di MI, tidak menggunakan istilah preposisi. Waktu itu dijelaskan oleh guru Bahasa Indonesia saat kelas 4 MI bahwa di- jika diikuti oleh keterangan tempat, maka dipisah. Jika di- diikuti oleh kata kerja maka harus digabung. Pada saat saya bergabung di IK, saya menemukan hal preposisi di- ini. Saya merasa bisa mengingat kembali pelajaran yang saya dapatkan saat MI.

Nah, ini ada tambahan dari saya. Sebuah ilmu yang saya dapatkan saat di SMA. Ilmu tentang tata Bahasa Indonesia, yang saya dapatkan dari guru Bahasa Jerman, yaitu aturan menulis koma sebelum kata ‘dan’. Jadi, dalam Bahasa Indonesia, misalkan ada kalimat: Dina membeli buku, pensil, dan penghapus. Manakah penulisan yang tepat? Dina membeli buku, pensil dan penghapus atau Dina membeli buku, pensil, dan penghapus.

Yang benar adalah Dina membeli buku, pensil, dan penghapus.

Kata guru Bahasa Jerman saya, dalam Bahasa Inggris tidak menggunakan koma sebelum kata ‘dan’ untuk 3 kata atau lebih, misal: Dina buys book, pencil and eraser. Sedangkan dalam Bahasa Jerman itu menggunakan koma sebelum kata ‘dan’. Jadi, dalam hal penggunaan koma sebelum kata ‘dan’ untuk 3 kata atau lebih, aturan pada Bahasa Indonesia sama dengan aturan dalam Bahasa Jerman.

lengkapnya bisa dilihat di situs PUEBI daring berikut ini: PUEBI daring tanda koma

dan mengenal fungsi koma (,).

Di BTS 18 juga sudah dijelaskan tentang penggunaan tanda koma.

3 thoughts on “Pengetahuan Bermakna

Leave a Reply to Fahmi Ishfah Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s