Keliling Dunia dengan Kartu Pos

Buat yang bertanya, “Apakah masih ada orang yang berkirim kartu pos?” Jawabannya: ya. 😉

Aku mau mengajak sebagian dari kawan-kawan untuk bernostalgia, juga sebagian lainnya untuk berkenalan dengan kegiatan yang satu ini; ketika kita bisa keliling dunia dengan secarik kartu pos! Melalui sebuah situs bernama Postcrossing.

Di kalangan para pecinta kartu pos, situs ini sangat akrab di telinga kami. Namanya merupakan singkatan dari dua kata: Postcard (kartu pos) dan Crossing (persilangan; perlintasan). Terjemahan bebasku: kirim kartu pos lintas negara. Kami, para anggotanya, disebut postcrosser. Di Indonesia ada komunitasnya lho, namanya Komunitas Postcrossing Indonesia. Ada grupnya di Facebook, dan masih aktif sampai hari ini. Nah di bawah ini adalah tampilan beranda dari situs yang sejak tadi kubicarakan:

Tampilan Muka Halaman Utama

Di bagian atas ada menu-menu yang bisa dieksplorasi (seperti blog dan forum), lalu ada jumlah kartu pos yang sudah kuterima dan kukirim, status kiriman kartu pos yang sedang dalam perjalanan (di gambar ini aku sedang tidak ada kirim, jadinya kosong), informasi terkait Postcrossing dalam angka, aktivitas terakhir kirim-terima kartu pos para anggota, foto-foto kartu pos yang terakhir diterima, dan beberapa foto akun anggota yang sudah memberi dukungan (donasi, dsb.) untuk Postcrossing.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Situs Postcrossing ini menawarkan siapa saja untuk bisa mengirim kartu pos ke negara lain, kemudian juga akan mendapat giliran untuk menerima kartu dari seseorang. Hanya anggota yang sudah terdaftar saja yang bisa melakukannya. Untuk bisa menjadi anggota, hanya butuh mendaftar saja. Caranya juga sangat mudah, seperti membuat akun Facebook. Nanti, jika ingin mengirim kartu pos, tinggal tekan tombol Send A Postcard, dan kita akan menemukan mesin khusus yang akan memberikan alamat anggota Postcrossing secara acak. Setelah membaca syarat dan ketentuan yang berlaku, tinggal tekan request address, deh. Nanti tahu-tahu dapat alamat orang Amerika, Jepang, atau negara lainnya. Sangat acak dan tidak bisa ditebak.

Dalam proses request address ini, kita juga akan mendapat kode unik (Postcard ID) yang wajib ditulis di kartu pos. Si pemilik alamat tidak tahu akan mendapat kartu pos dari siapa sampai kartu itu ada di tangannya dan ia mendaftarkan kode unik di kartu tersebut ke Postcrossing. Di saat yang sama, kita sebagai pengirim juga tidak akan tahu kartunya sudah tiba atau belum; sampai si penerima mendaftarkan kode unik tadi ke situs Postcrossing. Surprise, surprise! 😄

Tombol Send A Postcard dan Register A Postcard.

Kapan Kita Dapat Kartu Pos?

Tidak lama setelah si penerima melaporkan ke situs bahwa ia sudah menerima kartu kita, giliran alamat kita yang akan masuk ke mesin undian alamat tadi. Kita tidak tahu kapan alamat kita keluar, pun siapa yang akan mengirimkannya. Sebenarnya bisa saja jika orang yang mendapat alamat kita sengaja memberitahu lewat pesan pribadi di situs, tetapi umumnya memang tidak dikabari. Jadi, nanti tahu-tahu ada kartu pos dengan kode khas Postcrossing yang datang ke rumah kita. Setelah itu tinggal kita daftarkan deh kodenya di situs melalui tombol Register A Postcard. Jika sukses, situs akan memberi notifikasi e-mail ke pengirim kartu pos bahwa kirimannya sudah sampai dengan selamat.

Apakah Pengiriman Tetap Berjalan Selama Pandemi?

Layanan kiriman pos udara (dengan prangko) ini juga salah satu yang terkena dampak pandemi. Saat ini, pengiriman dibatasi hanya bisa ke beberapa negara saja (bisa cek di sini, tabel paling kanan). Negara lain sebenarnya tetap bisa dikirimi kartu pos, tetapi memang akan lebih lama sampai, dan sifatnya hoki-hokian (karena pada dasarnya pengiriman via prangko ke negara tersebut masih ditutup). Tapi, situs Postcrossing ini entah bagaimana ceritanya akan otomatis memberikan alamat yang bisa dikirim oleh Pos Indonesia berdasarkan tautan yang kuberikan barusan. Jadi, kartu kita masih punya jaminan yang cukup besar untuk tetap tiba di tujuan walau pandemi masih berlangsung.

Tapi ya ada kalanya kartu pos itu tetap saja lama tibanya, atau malah hilang, kalau memang bukan rezeki kita (dan calon penerima). Itu bukan masalah besar sih, toh sudah jadi rahasia umum di antara orang-orang yang memahami bagaimana kerja kiriman berprangko, hehe.

Begitulah situasi kirim-mengirim kartu pos di era modern sekaligus saat pandemi begini. Apakah di sini masih ada yang berkirim kartu pos juga? Atau mungkin pernah melakukannya di era yang berbeda? Aku ingin tahu bagaimana situasi berkirim kartu pos di masa lampau. Jangan sungkan untuk bercerita di kolom komentar! 😄

.

rufindhi

3 thoughts on “Keliling Dunia dengan Kartu Pos

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s