Belajar Preposisi

Seharusnya sebagai pecinta dunia literasi, Preposisi tak luput dari pandangan. Karena preposisi  adalah hal yang sangat dasar dari dunia tulis menulis. Seringkali para penulis maupun bloger masih banyak yang belum memahami preposisi. Contoh nya saja saya sendiri.

Menurut Wikipedia preposisi berasal dari Bahasa Latin: prae, “sebelum” dan ponere, “menempatkan, tempat” atau kata depan adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya diikuti oleh nomina atau pronominal. Preposisi bisa berbentuk kata, misalnya di dan untuk, atau  gabungan kata, misalnya Bersama atau sampai dengan.

Rules dari ikatan kata harus membuat total 27 kalimat yang berisi preposisi.

Kata di yang disambung (jika menyatakan kata kerja pasif)

  1. Martabak yang semalam dibeli Ayah, dimakan Musa dengan lahap.
  2. Ketika Musa memakan martabak suapan terakhir, tiba-tiba suapan tersebut direbut Maryam.
  3. Karena tidak terima, rambut panjang Maryam ditarik Musa.

Kata di yang dipisah (jika menyatakan tempat atau arah)

  1. Bunda yang melihat kelakuan Maryam dan Musa hanya tertawa di balik pintu.
  2. Berbeda dengan Bunda, Ayah datang untuk melerai keduanya dan berada di tengah-tengah antara Musa dan Maryam.
  3. Musa dan Maryam diperintah Ayah duduk berdampingan di ruang makan dengan bergandengan tangan.

Kata ke yang disambung (jika menyatakan kata kerja atau kuantitas)

  1. Ayah menyuruh kedua anaknya untuk saling meminta maaf.
  2. Setiap kelima anaknya bertengkar, Ayah akan selalu menyuruh mereka bergandengan tangan.
  3. Bunda melambaikan tangan kepada Musa dan Maryam.

Kata ke yang dipisah (jika menyatakan kata arah atau tempat)

  1. Seketika  Musa dan Maryam lari ke arah Bunda.
  2. Mendapat pelukan kedua anaknya membuat Bunda terdorong ke samping, hingga terhuyung.
  3. Tawa mereka terdengar ke seluruh penjuru rumah.

Kata pun yang disambung (jika menyatakan penegasan)

  1. Meskipun Ayah hanya seorang guru honorer, keluarga mereka cukup bahagia.
  2. Bunda dan Ayah memang satu profesi, namun itu tidak membuat mereka mengeluh, sekalipun gaji tidak seberapa.
  3. Terkadang Ayah juga ikut mengurus kebun tetangga, walaupun upah hanya diberi hasil panen.

Kata pun yang dipisah (jika menyatakan juga atau saja)

  1. Maryam bergegas tidur, Musa pun menyusul kakaknya kemudian.
  2. Mereka berjejer seperti pindang, tak ada satu pun yang berbicara.
  3. Semua khidmat mendengarkan cerita Ayah, bahkan suara nyamuk pun tak terdengar.

Kata nya yang disambung (jika menyatakan kepemilikan orang ketiga atau menunjukan sesuatu atau sufiks murni)

  1. Seperti tersihir oleh kata-kata Ayah, wajah kedua anaknya tampak serius.
  2. Rupa Ayah pun berubah-ubah ikut mengekspresikan sesuai karakter tokoh dalam ceritanya.
  3. Musa selalu ingin bertanya, namun peraturannya adalah dilarang bertanya ketika Ayah bercerita.

Ditulis – Nya yang (jika menyatakan kepemilikan Tuhan)

  1. Ayah tersenyum melihat anaknya tertidur, dia selalu berharap dapat menjaga titipan-Nya dengan baik.
  2. Tuhan selalu bermurah hati terhadap hamba-Nya yang meminta kepada-Nya.
  3. Hanya kepada-Nya lah kami meminta.

One thought on “Belajar Preposisi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s