Teruntuk Kau di 3.650 Hari Lagi

Dear, semoga masih bertemu di tanggal 06 bulan Desember tahun 2030 mendatang.

Bagaimana hari ini? Semoga senyum masih terbit di antara bibirmu meski dunia sudah berbeda seperti tahun di mana aku menulis surat ini. Berapa putra-putri yang sedang kau peluk? Juga, siapa yang bertanggung jawab atas dirimu untuk saat ini? Aku harap kau tidak menemukan orang yang salah untuk melakukan ibadah yang satu ini.

Untukmu, tidak ada hal yang paling menarik di dunia ini untuk kau kunjungi jika dalam hati kau merasa terluka. Tutuplah rapat-rapat pintu yang masih terbuka agar tidak ada siapa pun yang masuk dan dengan sengaja duduk lalu membuatmu nyaman dan akhirnya meninggalkan. Dunia ini menyakitkan untuk dihuni sendirian, dunia ini mampu membuat dirimu keluar dari dirimu yang sebenarnya jika kau tidak penuh kehati-hatian. Aku ingin kamu menyadari hal tersebut dan mulai berpikir sejak saat ini.

Juga, aku selalu berharap kau tidak lelah belajar. Berproses, menjadi yang terbaik untukmu juga untuk kedua orang tuamu, ohh … semoga orang tuamu masih sehat, bahagia juga baik-baik saja ketika kau membaca surat ini. Juga kau, semoga tidak lupa mengistirahatkan dirimu dan mencintai dirimu sendiri.

Untuk kesekian kalinya, aku masih saja berharap bahwa kau bisa menjadi penulis besar dan dikenal oleh masyarakat. Entah sebagai apa dan siapa, yang aku ingin kau tidak putus asa dan selalu belajar. Tahukah kau bahwa cita-citamu di usia sekarang, tidak selalu bergantung kepada pekerjaanmu saat ini? Kau bisa menjadi apa pun yang kau mau jika kau sedikit saja memberi ruang untuk mengenal sekelilingmu.

Jadi, jangan menyerah. Langkahmu masih panjang, masa depanmu masih suci. Semoga apa yang disemogakan bisa aku aminkan mulai hari ini dan kau dapatkan suatu hari nanti. Amiin.

– perempuan aksara.

Sepuluh tahun itu singkat, padat dan jelas. Menyakitkan jika dilalui dengan keterpaksaan atau membiarkan hal-hal yang membuat tidak nyaman menelusup di antaranya. Lepaskan segala duka-luka yang menjebakmu di masa lalu. Hidupmu hari ini adalah sekisah perjalanan terjal yang harus kau siapkan pasokan energi agar tidak mudah terjatuh ke hal yang tidak diinginkan. Semoga semesta mencintai.[tabik]

https://pin.it/1hwTgd2

8 thoughts on “Teruntuk Kau di 3.650 Hari Lagi

  1. Koreksi:
    1. ‘Ntah (entah)
    2. taukah (tahukah)
    3. Semoga apa yang tersemoga bisa aku aminkan mulai hari ini dan kau dapatkan suatu hari nanti (tidak ada kata ‘tersemoga’. Ganti dengan kata lain yang pas)
    4. diantaranya (di antaranya)
    5. siapi (siapkan)
    6. [tabik] // apa maksud dari kata ini?

    Like

      1. Dari brainly

        Penulisan yang benar ‘diantaranya’ dan ‘di antaranya’ adalah ‘di antaranya’. Kata ‘di’ pada kata ‘di antaranya’ berfungsi sebagai kata depan. Sedangkan kata ‘antaranya’ merupakan kata nomina atau kata benda. Sehingga, kata ‘di’ di sini menyatakan arah atau tempat dan merupakan jawaban atas pertanyaan ‘di mana?’.

        Lihat lagi pelajaran preposisi, Fitri.

        Like

Comments are closed.