Onomatope Sederhana

Kruku-ku-ku-ku-kuk

Saya menulis ini ketika burung dara di rumah sedang bernyanyi. Ohh … tahukah teman-teman kalau bunyi-bunyian semacam yang aku tulis di atas bernama onomatope? Untuk teman-teman yang belum tahu onomatope, di awal tulisan ini saya akan sedikit mengulas mengenai hal tersebut.

Secara sederhana onomatope berarti kata yang lahir dari tiruan bunyi. Kalau menurut wikipedia onomatope berasal dari bahasa Yunani yang berarti kata atau sekelompok kata yang menirukan bunyi dari sumber yang digambarkannya. Seperti yang saya tulis di atas, saya menulis suara burung dara yang saya dengarkan. Cara penulisannya dipisah dengan endash (-)

Misalnya : krik-krik-krik, Tok-tok-tok

Jika menggunakan narasi, maka narasi ada di bawahnya. Tetapi onomatope tidak bisa selalu dipergunakan, sebab akan lebih baik diganti dengan narasi agar pembaca lebih bisa memahami.

Mungkin itu sedikit ilmu yang saya juga baru tahu ketika mengikuti kelas menulis online, saya mendapat materi ini sekitar bulan Oktober 2018.

“MENULIS”

Berangkat dari kalimat itu, hingga akhirnya mengenal dunia dengan cara yang berbeda. Menulis yang kata orang sederhana, bukanlah isapan jempol jika kita kupas sampai ke akar-akarnya. Saya suka sekali puisi, dari awal membuat blog niat saya memang untuk membagi tulisan puisi-puisi saya. Sebagai ajang memantaskan diri agar karya saya bisa dinikmati juga dikenal oleh semua orang dengan cara yang berbeda. Hingga pada akhirnya saya menemukan atau lebih tepatnya diseret seseorang untuk belajar menulis puisi atau prosa dengan lebih baik. Blog saya inilah yang menjadi saksi bagaimana tulisan saya, empat tahun bagi saya bukanlah waktu yang singkat untuk menjadikan blog sampai sekarang. Ada pasang surutnya, ada susah dan senengnya, ada rasa bangga dan bahagia, tapi yang jelas saya menikmati semuanya.

Hingga sekarang di detik ini ketika teman-teman membaca tulisan ini, blog saya sudah berulangtahun yang keempat kalinya, saya mengingat itu karena beberapa hari yang lalu saya mendapatkan notifikasinya. Saya juga tidak menyangka kalau sudah selama itu hidup di sini, haha.

Baiklah, jadi apa pelajaran yang saya dapat dari Ikatan Kata atau dari pelajaran saya di tempat yang lain?

  1. Di Ikatan Kata, saya mendapat pelajaran ketelitian. Hampir semua postingan saya di IK sampai Ketik#10 ada koreksi dari Mas Fahmi, kenapa? Karena saya ceroboh dan kurang teliti. Juga buru-buru mengepos, padahal tulisan masih belum rapi.
  2. Tidak boleh malas menulis, kalau malas ketinggalan teman-temannya yang sudah sampai KETIK sekian. Di sini rasa malu menjadi taruhannya. Meski Mas Fahmi selalu bilang, “Di bawa santai saja.” Tetap saja rasanya tidak enak kalau sudah terlambat banyak.
  3. Dari sekian lama saya belajar puisi, saya tahu cara mengenakkan puisi. Memilih diksi yang sesuai, menulis metafora yang pas, menciptakan cerita singkat di puisi yang saya buat. Juga melebur ke puisi yang saya tulis. Kalau mau baca puisi saya, boleh mengunjungi situs saya, ya. Jangan sungkan.
  4. Prosa, saya belum bisa menakhlukan yang satu ini. Sekian lama belajar hanya tau teorinya kalau untuk eksekusi masih belum bisa. Mungkin itu kelemahan yang harusnya saya lawan bukan saya ninabobokan.

Tapi, keluar dari semua itu saya mendapat pelajaran bahwa menulis adalah ajang untuk mengenal diri sendiri dengan lebih baik. Kenapa? Karena menulis adalah kejujuran, meski yang kita tulis tidak selalu tentang diri kita, tapi apa yang ditulis adalah kiasan kisah yang terkadang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Jadi bersyukurlah karena kita diciptakan dengan keterampilan ini, sebab semua orang bisa menulis tapi tidak semua orang bisa mengenakkan tulisan.

Salam-

-perempuan aksara.

by. pinterest

3 thoughts on “Onomatope Sederhana

  1. Koreksi:
    1. Sisipkan satu gambar pada pos
    2. narsi (narasi)
    3. online (dicetak miring)
    4. hinga (hingga)
    5. ini lah (inilah)
    6. ada susah senengnya ada rasa bangga (ada susah dan senangnya, ada rasa bangga)
    7. ke empat (keempat)
    8. posting (mengepos)
    9. menakhlukan (menaklukkan)
    10. tau (tahu)
    11. hanya tau teorinya saja (hapus kata ‘saja” karena sudah diwakili oleh kata ‘hanya”)
    12. ketrampilan (keterampilan)
    13. mengenakan (mengenakkan)
    .
    Note : Kapan Perempuan Aksara bisa menulis KETIK tanpa typo?

    Liked by 1 person

Comments are closed.