Mengulas Novel Dean Koontz

Ketik#9 ini mungkin lebih ke resensi buku, ya. Jadi perintah di ketik 9 saya diminta untuk meresensi buku dengan judul Ayah milik Andrea Hirata, tetapi karena saya tidak punya buku itu dan bahkan belum pernah membaca. Maka, saya minta keringanan ke Mas Fahmi untuk mengganti buku yang akan saya resensi.

Buku yang  akan saya resensi kali ini buku milik Dean Koontz dengan judul The Eyes Of Darkness dari penerbit Gramedia. Sesuai dengan judulnya, buku ini terjemahan dengan genre misteri. Memiliki 396 halaman dengan ketebalan buku 20cm.

Di awal cerita saya dibawa pada kisah seorang Christina Evas yang merindukan anak semata wayangnya yang telah meninggal satu tahun silam. Satu minggu ini Tina Evas seperti dibawa ke kenyataan ketika pertama kali dia mendengar kabar kematian Danny. Mimpi-mimpi buruk yang dia alami mengarahkan kepemahaman bahwa anaknya masih hidup.

Hal-hal aneh pun mulai bermunculan di sekeliling Tina Evas, hal pertama kali yang dia alami adalah ketika dia mendengar ada benda besar yang jatuh dari salah satu ruangan di rumahnya. Karena merasa terancam, malam itu juga dia memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan menuju kamar Danny. Di sana terlihat salah satu mainan Danny terjatuh, dan ketika Tina Evas akan bangkit selepas memungut mainan tersebut, dia baru menyadari ada tulisan “Belum Mati” di papan tulis kamar. Berawal dari kejadian itu, lantas kejadian-kejadian lain pun mulai bermunculan.

Awalnya dia mengira bahwa dia sedang dipermainkan oleh seseorang, Tina juga sempat mendatangi mantan suaminya Michael Evas sebab dia mengira bahwa orang yang menerornya akhir-akhir ini adalah mantan suaminya atau bahkan orang suruhannya. Tetapi mustahil, dia tidak mendapatkan jawaban untuk itu dan malah kejadian-kejadian aneh semakin banyak muncul.

Bersama Elyot Stryker, kekasih Tina Evas. Mereka mencoba menguak semua misteri yang selama ini orang-orang sembunyikan atau bahkan disembunyikan darinya. Kematian Danny yang janggal juga kejadian-kejadian yang tidak masuk akal, membawa Tina pada titik-titik perdebatan dengan batinnya. Tetapi kejadian demi kejadian yang janggal, membuat seorang Tina Evas meyakini bahwa Danny masih hidup tetapi dia belum tahu anaknya di mana.

Semua ini berawal ketika Danny Evas melakukan kamping bersam kawan-kawan juga pembimbingnya di salah satu penggunungan Siberia. Kamping ini merupakan salah satu kegiatan sekolah yang mengharuskan siswanya untuk ikut. Tina yang sebenarnya tidak mengizinkan terpaksa memberi izin sebab anak itu juga sangat menunggu acara kamping ini. Tetapi hal buruk terjadi, Christina Evas mendapatkan berita bahwa bus yang ditumpangi anaknya mengalami kebakaran dan dipastikan semua penumpang meninggal. Hal yang janggal pun terjadi, ketika prosesi pemakaman peti jenazah Danny tidak diperbolehkan dibuka oleh keluarganya dengan alasan keadaan tubuhnya yang sudah hancur.

Semua mimpi-mimpi Tina dikumpulkan menjadi sebuah keputusan dan pemahaman ke mana dia dan Eliyot aka melangkah. Dalam perjalanannya menguak misteri ini mereka berdua mengalami banyak kendala. Seperti sudah ada orang-orang yang sengaja untuk mengacaukan semua gerak-gerik mereka. Tetapi bukan Tina Evas jika dia mudah menyerah. Diterjangnya semua rintangan tersebut sampai pada akhirnya dia menemukan Danny dalam keadaaan masih hidup di ruag isolasi Laboraturium Installasi Biologis di pegunungan Siberia, selama kurang lebih tiga belas bulan ini Danny seorang anak dua belas tahun diajadikan bahan percobaan dengan memasukkan empat belas virus ke dalam tubuhnya oleh para peneliti atau ilmuwan. Tetapi selama itu juga Danny masih bisa bertahan dan antibody di dalam tubuhnya malah semakin kuat.

Danny bisa masuk ke Laboratirium Installasi Biologis ini berawal dari kecerobohan salah satu ilmuan installasi tersebut, Rally Bollinger. Tanpa sengaja dia mengontaminasi dirinya sendiri dengan virus Wuhan-400. Wuhan-400 ini awalnya akan digunakan untuk senjata biologis karena bisa menjangkiti manusia dengan tingkat kematian seratus persen, sebab ketika terinfeksi virus ini tidak seorang pun bisa bertahan selama 24 jam. Dan seorang ilmuwan seperti Rally Bollinger melarikan diri setelah dia mengetahui bahwa dirinya terjangkiti virus tersebut.

Ketika dia melarikan diri, Mr. Jaborski yang ketika itu menjadi pembimbing kamping menemukam Rally Bollinger dalam keadaan mulai merasakan gejala-gejala awal Wuhan-400. Karena iba dan merasa kasihan kepada Bollinger, Mr. Jaborski menawarkan diri untuk mengantarnya ke pusat penelitian. Tetapi Bollinger berubah menjadi histeris dan Mr. Jaborski merasa bahwa dia adalah orang yang berbahaya. Saat itulah, tim keamanan datang dengan berpakaian seperti astronot lalu membawa mereka ke ruang isolasi. Keesokan harinya, semua orang meninggal kecuali Danny.

Di novel ini, saya seperti dibawa pada kisah dan cerita yang hari ini dunia sedang alami. Tentang kebenaran dan ketidakbenarannya mungkin masih bisa dipikirkan, tetapi secara lebih rinci saya menikmati novel ini dan saya merasa novel ini layak untuk teman-teman baca. Ada pelajaran yang bisa kita ambil, terutama soal perjuangan seorang Christina Evas untuk Danny Evas.

Terima kasih, kurang dan lebihnya saya minta kritik dan saran.

Salam.

– perempuan aksara.

14 thoughts on “Mengulas Novel Dean Koontz

  1. Koreksi:
    1. dipermainakan (dipermainkan)
    2. mengharsukan (mengharuskan)
    3. gerak gerik (gerak-gerik)
    4. keadaaan (keadaan)
    5. tigabelas (tiga belas)
    6. duabelas (dua belas)
    7. empatbelas (empat belas)
    8. Laboratirium (Laboratorium)
    9. ilmuan (ilmuwan)
    10. seorangpun (seorang pun)
    11. 24jam (24 jam)

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s