Menulis dengan Niat Berbagi

Aku menulis karena, eh tunggu dulu …

Sebelum melanjutkan tulisan ini, ada satu pertanyaan yang mendadak muncul. Apa aku memang sudah menulis? Pertanyaan yang muncul begitu saja, seiring penolakan dalam hati untuk kata menulis. Apakah yang aku lakukan selama ini sudah termasuk menulis? 

Ada beberapa pengertian menulis yang aku temukan di mana intinya menulis adalah suatu kegiatan mengungkapkan gagasan, pikiran, pengalaman dan pengetahuan ke dalam bentuk catatan dengan menggunakan aksara, lambang atau simbol yang dibuat secara sistematis sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh orang lain.

Untuk beberapa poin mungkin sudah aku lakukan yaitu mengungkapkan gagasan, pikiran dan pengalaman dalam bentuk catatan. Tetapi untuk poin sistematis dan mudah dipahami orang lain, aku tidak yakin kalau sudah melakukan itu. Itulah sebabnya selama ini aku mengganggap segala sesuatu di blog pribadiku itu hanya receh yang jauh dari sistematis dan dipahami orang lain.

Jadi, apakah itu sudah dianggap menulis?

Namun demikian banyak juga pendapat yang membesarkan hati. Yang mengatakan bahwa apapun bentuknya, selama sudah menuangkan dalam bentuk tulisan dan di mana pun, itu sudah dianggap menulis. Jadi termasuk menuangkan tulisan di blog pribadi.
Oke kalau begitu, berarti aku sudah bisa dimasukkan dalam kategori menulis.

Jadi, kembali ke kalimat awal tadi. Aku menulis karena ingin menulis, eh  … apa sih? Tapi, itu benar adanya. Paling tidak sampai saat ini. Aku tidak akan bisa menulis bila tidak ingin. Dengan kata lain semuanya tergantung mood.

Terus terang, sampai pada paragraf di atas,  aku masih belum bisa memutuskan tujuan dalam  menulis. Tulisan ini pun menjadi proyek mangkrak beberapa waktu lamanya, lebih kurang 4 bulan. Untung ada tenggak waktu yang harus dipenuhi sehingga mau tidak mau, proyek harus dilanjutkan dan tidak bernasib sama dengan proyek mangkrak Hambalang, eh apa sih? Maafkan diriku yang melantur melibatkan dirimu wahai Hambalang, hanya itu yang terpikir saat ini. Kalau ada contoh lain, mungkin aku akan memilihnya.

Sekarang, stop ketidakseriusan dan kembali ke topik awal, “tujuan menulis”.

Jadi, lewat perbincangan dengan beberapa teman di Komunitas Ikatan Kata beberapa waktu lalu terkait “aku menulis karena …”, akhirnya aku memutuskan menuntaskan tulisan ini sesuai dengan yang jawaban dalam perbincangan kami tersebut.

Aku menulis karena memiliki niat ingin berbagi, berharap bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Aku juga terkadang menulis untuk menuangkan rasa negatif yang sedang bergejolak di hati. Mengubah negatif dengan pelampiasan positif, misalnya puisi.

Pict. Akun IG Ikatan Kata

Setidaknya sampai saat ini, itulah tujuan yang terbersit. Tidak mustahil bila suatu hari mengalami perubahan, karena bagaimana pun aku masih manusia biasa dengan segala sesuatu yang bisa berubah seiring waktu. Sebagai insan hanya mampu berharap, bila ternyata berubah, semoga sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.

Gassmom, 061120

10 thoughts on “Menulis dengan Niat Berbagi

  1. Saya kadang belum berani menyebut diri penulis, Ito. Karena masih menulis suka-suka, entah bermanfaat atau tidak. Walaupun kadang ada keinginan berbagi, tapi belum tahu apakah yang membaca tulisanku merasa dibagi. 😀

    Yang penting menulis dulu, Ito. Rasanya setiap tulisan selalu ada manfaatnya, asalah bukan tulisan hoax dan diniatkan untuk kejahatan.

    Liked by 1 person

Comments are closed.