What I Learn From IK

Foto : via Ikatan Kata

Dunia maya, cukup besar manfaatnya bagi saya. Karena selain sebagai media komunikasi dan informasi, juga bisa dijadikan sebagai media belajar banyak hal.

Tahun ini saya resmi bergabung dengan Komunitas Ikatan Kata, sebuah komunitas Blogger yang saya temukan di internet secara tidak sengaja. Tak hanya silaturahmi saja yang saya dapatkan dari IK, melainkan juga pelajaran bermanfaat terutama untuk tulisan saya.

Saya akan mengulas sedikit pelajaran tentang penulisan yang saya dapat dari IK, seperti berikut ini :

-Penggunaan huruf kapital pada judul

Yang ini, sama benar-benar tidak tahu sama sekali sebelum bergabung dengan IK, mungkin karena sayanya juga yang tidak berinisiatif mencari tahu, karena tidak pernah terpikirkan. Setelah dikoreksi oleh Kang Fahmi, ternyata menulis judul itu tidak hanya huruf kapital di awal kata saja, melainkan kata di belakangnya juga harus diawali kapital. Misal judul seperti ini : Aku suka martabak dan ayam goreng.

Ternyata, penulisan yang benar adalah Aku Suka Martabak dan Ayam Goreng.

-Penggunaan gaya teks miring pada kata tertentu atau kata khusus

Yang ini juga saya masih harus belajar lagi. Soalnya masih sangat awam. Contoh ketika saya menulis kata supel di salah satu tugas tantangan Ketik, saya menulisnya dalam gaya miring. Dan setelah dikoreksi oleh Kang Fahmi, ternyata salah. Kata supel tidak perlu dicetak miring, tadinya dikira perlu karena istilahnya agak berbeda, seperti bahasa gaul.

Saya pernah mengintip ke akun blog milik mba Sondang Saragih yang mendapat 100 poin di Challenge Day 8 dalam rangka ulang tahun IK yang pertama. Saya lihat posnya adalah meneruskan kalimat dan beliau membuat cerita berjudul Bidadari. Saya tertarik untuk mengintip tulisannya yang ternyata tanpa typo. Di sana saya menemukan beberapa contoh pemakaian kata yang ditulis miring. Nah, ini menjadi salah satu pelajaran bagi saya.

-Penggunaan huruf untuk menyebutkan tempat atau instansi

Yang ini didapat dari kak Sunarno yang memberitahu saya bahwa menulis kata suatu fasilitas umum memakai huruf kecil saja, kecuali disebutkan namanya. Contoh waktu tanggal 14 oktober 2019, saya mengetik kata Rumah Sakit di WAG IK, dan ternyata itu salah. Yang benar adalah rumah sakit, berarti harus memakai huruf kapital di awal jika nama rumah sakitnya disebutkan. Ini menjadi catatan bagi saya.

Dan masih banyak lagi pelajaran kepenulisan dari IK, dan mungkin kalau dibahas semua takut terlalu panjang. Bergabung dengan IK, sangat bermanfaat. Selain ilmu kepenulisan, para membernya pun cukup ramah-ramah untuk menjalin perkenalan baru. Dan sekarang saya rindu notifikasi dari WAG IK yang sudah seminggu tidak menghiasi aplikasi whatsapp.

Semoga Ikatan Kata semakin berkembang dan bermanfaat. Dan terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman member dan juga owner yang telah mengizinkan bergabung dengan komunitas ini.

One thought on “What I Learn From IK

  1. Koreksi :
    1. What I Learn From IK (What I Learn from IK)
    2. Dunia maya, cukup besar manfaatnya bagi saya. (Dunia maya cukup besar manfaatnya bagi saya.)
    3. Subjudul pada pos sebaiknya diberikan HEADING atau beri cetak tebal sebagai pembeda dengan paragraf biasa. Dan hapus tanda sambung di subjudul.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s