Arti Ikatan Kata Bagiku

Ikatan Kata adalah sebuah wadah bagi para pecinta dunia literasi, yaitu dunia membaca dan menulis. Komunitas yang diwadahi oleh media WAG (Whatsapp Group) ini, tanpa terasa sudah melewati satu tahun kegiatannya. Usia yang layak membuatku dan juga teman-teman yang lain merasa gembira. Ternyata dengan segala keterbatasan, pasang surut semangat dan jumlah anggotanya, komunitas Ikatan Kata masih terus aktif sampai hari ini, Sabtu 17 Oktober 2020.

Setahun berada di Ikatan Kata, aku merasa mendapat habitat yang pas. Karena sebelum aku bergabung di grup para blogger ini, seringkali aku merasa sepi dalam menjalani aktifitas menulis. Memang di dunia blogger kita bisa berkenalan dan berteman dengan siapa saja walau tidak bergabung dalam satu grup. Pertemanan dengan saling memfollow bisa kita lakukan dengan sesama blogger khususnya dengan sesama pengguna platform WordPress. Tetapi ada perbedaan ketika kita sudah bergabung dalam wadah komunitas. Kita merasakan suatu yang lebih dari sekedar follower atau memfollow yaitu kebersamaan, perspektif yang sama terhadap aktifitas menulis dan ada saling support yang lebih intens di dalamnya.

Tentu saja dalam perjalanannya ada saja riak-riak kecil. Masalah-masalah klasik seperti konsistensi, memelihara semangat menulis dan melawan rasa malas itu masih tetap ada. Di saat-saat seperti ini, fungsi komunitas Ikatan Kata terasa adanya. Kang Fahmi sebagai admin yang sangat aktif tak bosan-bosannya menyapa dan menanyakan kabar saat anggotanya jarang muncul. Mendorong untuk segera menulis seperti seorang guru layaknya. Maklum, anggota IK terdiri dari berbagai macam usia dan latar belakang yang beragam. Dari anak SMA sampai anak kuliahan, dari usia belasan tahun sampai empat puluhan, dari penulis pemula sampai yang sudah berhasil menerbitkan buku. Keragaman ini sebenarnya menjadi aset yang menggembirakan, karena di sana kita bisa berbagi pengalaman atau saling mengoreksi kekurangan masing-masing. Dan juga adanya saling mengapresiasi satu sama lain. Itulah yang membuat sebuah grup hidup. Ada kritik, apresiasi, silaturahmi, bermain, bercanda, dan aktifitas lainnya.

Dari uraian di atas aku bisa mengatakan bahwa Ikatan Kata memberikan arti khusus di antara whatsapp group yang kuikuti, mulai dari whatsapp group sekolah, keluarga, rekan kerja atau whatsapp group yang sekedar guyon waton. Arti khusus buat aku adalah di sini aku bisa ngobrol-ngobrol perihal dunia menulis, mulai dari tata bahasa, dunia sastra, dunia buku, dan hal-hal terkait literasi lainnya. Hal-hal yang tidak kudapatkan di WAG yang lain.

Meskipun dari diri pribadiku sendiri saat ini sedang vakum menulis di blog pribadi, tapi keberadaan IK masih bisa menyelamatkanku dari kevakuman menulis sama sekali. Salah satu contoh yang masih hangat adalah event 10 Days Challenge Menulis  yang saat ini sudah masuk hari ke-10 atau hari terakhir. Adanya event ini menjadi tantangan tersendiri buatku. Tantangan yang menarik, karena seperti dalam berolah raga, kita butuh sparing partner. Seperti berlatih tinju barangkali ya (meski aku belum pernah berlatih tinju). Saat kita menulis di event Challenge Menulis selalu ada feedback dari Admin setiap kali tulisan disetor. Adanya tanggapan, peringatan batas waktu berakhir (deadline), juga adanya penilaian, itu merupakan sebuah tantangan sekaligus feedback yang menyenangkan. Seperti dalam bertinju, ketika berlatih memukul ada lawan yang mengembalikan atau menahan pukulan kita sehingga kita terpancing untuk terus dan terus memukul. Makanya aku sendiri sedikit heran pada diriku, ketika vakum menulis ternyata bisa menulis hampir setiap hari. Bukan karena tak ada ide menulis rasanya, tapi memang kita perlu sesuatu untuk menstarter pikiran dan kehendak kita untuk menulis. Bukan juga soal sibuk ketika kita tak juga menghasilkan tulisan dalam jangka waktu yang lama. Makanya, di saat sesibuk apapun toh aku tetap bisa menulis dengan pancingan Challenge ini.

Karena itu apresiasi yang tinggi aku ucapkan kepada Admin (Kang Fahmi) yang telah bekerja mengelola event ini dengan serius. Serius membaca setiap artikel dan memberikan feedback berupa perbaikan, kritik dan saran terutama pada hal tata bahasa, ejaan, tanda baca, typo dan lain-lain di mana semua itu banyak menjadi kelemahan para penulis, apalagi penulis pemula sepertiku.

Kiranya, itulah sedikit yang bisa aku sampaikan tentang arti Komunitas yang bernama Ikatan Kata. Intinya, Ikatan Kata adalah komunitas yang buatku sudah seperti rumah ke dua. Rumah dalam hal menulis di mana aku bertemu dengan kawan-kawan dengan hobby yang sama. Sehingga jika kita masuk ke dalam rumah menulis ini, aku seperti bertemu dengan saudara sendiri. Karena di luar komunitas IK, terutama di grup selain grup menulis kita tak bisa membicarakan seputar masalah menulis. Karena orang yang suka menulis di lingkungan sehari-hari kita faktanya masih terbilang sedikit. Sehingga dunia menulis itu seperti dunia yang sunyi, karena itu orang-orang yang merasa sunyi dalam kegiatan ini alangkah baiknya jika bergabung dalam sebuah komunitas, agar rasa sepi itu bisa kita pupus.

Dan, sebagai akhir dari tulisan ini, aku ucapkan selamat ulang tahun yang pertama untuk Komunitas Ikatan Kata. Semoga makin eksis, makin menjadi tempat yang menyenangkan para anggotanya, dan membawa manfaat pada semua anggotanya. Semoga Ikatan Kata mampu menemani kita untuk terus menulis, menulis dan menulis hingga kita semua menua. InsyaAllah, aamiin.

Depok, 17 Oktober 2020

 

 

One thought on “Arti Ikatan Kata Bagiku

Comments are closed.