Dari Lembang ke Pematangsiantar

Selamat hari Selasa, Ibu Sondang.

Bagaimana kabarnya di Pematangsiantar? Pastinya Moms dan keluarga selalu diberkati Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Sebenarnya saya sempat beberapa kali menjejakkan kaki di Sumatra Utara, tapi hanya berkesempatan ke kota Medan saja.

Setelah melakukan sebuah riset kecil, saya jadi sangat penasaran dengan kemegahan patung Dewi Kwan Im yang berdiri kokoh di Pematangsiantar dan merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Saya juga ingin tahu akan Simalungun itu sendiri, baik secara historis, kultural dan tentu saja kuliner yang menjadi ciri khasnya. Semoga saja, nanti ada waktunya bagi saya untuk berkunjung ke sana.

Pada beberapa tulisan saya sebelumnya, sempat disinggung bahwa saya ini bekerja di industri pertunjukan dan penyelenggaraan acara. Maka bisa dibilang bahwa keahlian saya, selain mengkhayal dan begadang adalah menjadi seorang pengarah pertunjukan atau yang bahasa sok kerennya disebut sebagai show director.

Deskripsi dari pengarah pertunjukan adalah orang yang bertugas untuk memastikan semua yang terjadi di panggung sesuai dengan apa yang telah direncanakan, baik itu mengarahkan para penampil dan juga perangkat pendukung seperti audio, lighting dan beberapa efek khusus lainnya.

Saya memang tidak sehandal Mas Wishnutama dan Mas Jay Subiakto. Jadi dapat disimpulkan kalau saya belum ahli-ahli amat juga. Tapi rasanya, saya cukup menikmati profesi yang sudah ditekuni sejak lima tahun yang lalu.

Alasan saya mengalamatkan surat ini dari Lembang ke Pematangsiantar, sejujurnya agar saya dapat sekalian mengakui sesuatu. Saya cukup mengikuti Gassmom dan sangat menikmati cara penulisan di blog tersebut. Apalagi ketika bercerita tentang pengalaman sehari-hari. Bahkan saya cukup takjub, kejadian di ATM saja dapat dikemas menjadi sebuah materi yang sangat menarik.

Saya bukan seorang yang introvert, mungkin lebih condong ke flegmatis saja. Saya cenderung akan cukup lama untuk melakukan pertimbangan ketika hendak menerbitkan sesuatu, terutama yang sifatnya pribadi. Bahkan di Segigitabaru, mungkin saya baru dua kali membagikan bahasan yang bentuknya pengalaman pribadi.

Challenge Ikatan Kata kali ini berhasil mengintimidasi saya. Saya harus dapat membahas topik-topik pribadi, seperti doa, ketakutan, dan juga rasa syukur saya dalam jangka waktu yang sangat singkat.

Saya memang tidak terlalu sibuk. Minggu ini hanya ada beberapa kali jadwal meeting, tiga kali pertemuan pelatihan daring dan tersisa dua utang pekerjaan yang harus segera tuntas. Tapi tetap saja, begitu singkatnya jangka waktu untuk menyelesaikan challenge ini sudah cukup berat untuk saya.

Oleh sebab itu, saya harus dengan cepat mencari sumber yang dapat menjadi panduan untuk menulis dan bercerita. Dan jujur saja, tulisan-tulisan dari Moms adalah salah satu sumbernya. Harus diakui bahwa saya telah mencoba untuk ‘meniru’ gaya Moms dalam bercerita. Meski tak pelak lagi, kalau kehangatan tulisan seorang ibu tidak mungkin dapat diduplikasi oleh pemuda yang masih gemar ugal-ugalan seperti saya ini.

Cukup sekian saja surat yang tidak sempurna ini. Terima kasih Moms atas semua inspirasinya dan teruslah menulis di mana saja.

GASS POLL!

4 thoughts on “Dari Lembang ke Pematangsiantar

  1. Keren keahliannya Rakha, Keahlian bekerja di lapangan terbuka ya. Aku sendiri bingung kalau diminta menunjukkan keahlian. Ya, karena sudah nanggung sampai challenge ke-7, tulis sajalah sebisanya. hehe

    Liked by 1 person

    1. Hanya bisa karena biasa saja kok mas. Keceburnya di situ, ya mau gak mau harus bisa berenang di situ.

      Hehe.. sisa tiga lagi ini mas. 👍👍👍

      Like

  2. Terima kasih ya telah menulis untukku. Aku nggak nyangka ternyata ada yang mengikuti dan membaca tulisan2 itu,,, karena menurutku sangat receh.
    Terkait keahlian, aku sepakat dengan masHp, itu keahlian yang keren. Kalau aku sih lebih melihat ke manfaat sampingan di luar manfaat utama. Pastinya enak ya, bisa jalan2 ke daerah, juga bisa bertemu dengan tokoh dalam dunia pertunjukan begitu. He he he,,,, dasar aku, emak2 yang selalu melihat sisi enaknya saja.
    Btw, sukses selalu ya dalam pekerjaan dan semua hal juga. Semoga suatu saat bisa ke Siantar juga. Ke patung Dewi Kwan In juga …, Semua deh.

    Liked by 1 person

Comments are closed.