Homebody

Anak rumahan itu gak gaul.

Anak rumahan pendiem  dan anti sosial.

Anak rumahan itu gak asyik. 

Stereotip anak rumahan tersebut menciptakan prasangka yang tidak benar dan membuat kata “Aneh” melekat di pribadi seorang anak rumahan. Entah mengapa mereka selalu menganggap kaum anak rumahan adalah orang yang tidak asyik untuk diajak bergaul.

Homebody/Anak rumahan yaitu seseorang yang menikmati kesenangan dan kehangatan sederhana berada di rumah.

Well, that is me. I’m the one of them.

Saya seorang introvert.  Dan saya anak rumahan. Tipe orang yang jarang keluar rumah kecuali jika ada hal penting. I love being at home. Rasanya nyaman sekali berada di rumah dan menyendiri di ruangan sendiri.  Berada di lingkup sosial kadang menguras energi bagi saya. Dan cara mendapatkan kembali energi saya yaitu dengan personal me-time. Wifi, film, buku, dan cemilan adalah hal yang perlu sedia untuk personal me-time.  Dengan menonton film dan seri favorit, bacaan buku yang perlu di tuntaskan, menulis blog, dan mengerjakan hobi lainnya. Itulah kebahagiaan yang hakiki.

Am I Anti-Social?

No. Menjadi seorang introvert dan anak rumahan bukan berarti saya anti sosial.

Sebelum dilanda pandemi, dan masih menikmati kehidupan beraktivitas sebagai mahasiswa dan anak kosan di perkotaan. Saya cukup sering keluar  dan suka bersosialisasi dengan orang baru dan mengisi waktu dengan volunteering,  kerja praktek, ikut pelatihan skill dan lainnya. Dan saya menikmati melakukan aktivitas yang berbeda setiap harinya.  Ditambah lagi harus tetap berhubungan dan bertemu Saudara saya yang masih mahasiswa baru yang masih perlu dibimbing oleh sang Kakak. Selain itu harus tetap saling komunikasi dengan teman akrab.  Setiap hari menghabiskan waktu bersama mereka dan saling berbagi cerita tentang aktifitas yang dikerjakan masing-masing. Dan  itu membuat saya kadang lupa waktu. Tidak ada waktu untuk diri sendiri.  Sehingga saya merasa berada di situasi antara social life dan personal me- time. Dan hanya bisa memilih satu. 

Dan tahun ini sejak diterapkannya karantina akibat pandemi, keadaan berubah. Sepertinya semua orang di dunia merasakan menjadi anak rumahan. Hampir semua orang hanya beraktifitas di rumah, walaupun ada beberapa juga yang harus work from office. Full jadi anak rumahan.  

Beberapa orang mungkin akan mati kebosanan jika terjebak di rumah berbulan-bulan.  Terutama bagi mereka yang ekstrovert. Tapi bagi saya, saya merasa tidak akan pernah bosan.  Selalu ada hal yang menunggu untuk diselesaikan. Foto atau ilustrasi yang perlu diedit, 3D arsitektur, postingan blog yang harus aktif tiap minggu, skripsi, dan lainnya. Kedengarannya sibuk tapi sebenarnya sebagian besar hanyalah proyek pribadi. Actually, there so much to be done at home. Saya senang melakukan sesuatu sendirian, dan jarang merasa bosan karena banyak hal yang bisa saya lakukan di rumah untuk tetap produktif.

Indonesia sekarang sudah mulai new normal dan beberapa dari mereka beraktifitas di luar. Dan saya masih di tempat yang sama. Home. Beberapa teman saya kadang merasa kalau saya aneh bisa tahan di rumah dengan waktu yang lama. Ya dengan kondisi seperti ini menurut saya kalau semua masih bisa di kerja di rumah ya tidak masalah. It’s okay to be weird. Setidaknya saya tetap bisa berkarya di rumah.

Bagi kalian para anak rumahan. It’s okay to be weird. Ekspresikan diri kalian dan kerjakan apa yang nyaman bagi kalian. Jelajahi sifat kreatif, nikmati hobi, dan mencoba berkebun. Jika beruntung, bisa jadi yang kalian lakukan di rumah menjadi sebuah karya yang menghasilkan cuan.

4 thoughts on “Homebody

Comments are closed.