Memerdekakan Diri

source: pixabay.com

Merdeka itu artinya melepaskan belenggu dan bebas dari segala gangguan atau mungkin tidak terikat oleh sesuatu apapun. Di tengah suasana yang masih berada dalam pandemi ini, beberapa dari kita mungkin masih memenjarakan diri dari perasaan takut yang berlebihan akan terserang virus corona atau merasa tersiksa karena tidak bisa bergerak seperti sebelum pandemi melanda dunia. Percayalah pada Tuhan dengan memperbanyak berdoa, doakan negara kita agar mampu bertahan dalam situasi yang serba tidak terduga pada tahun 2020 ini.

Kita harus memerdekakan diri. Memerdekakan diri dari segala gangguan baik dari pikiran dan perasaan. Merdeka dari belenggu masa lalu yang tak sudah-sudah dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan yang dimulai dari memahami diri sendiri terlebih dahulu. Karena pandemi tahun ini mengajarkan kita banyak hal, terutama tentang produktifitas dan kesiapan menghadapi segala sesuatu yang serba mendadak. Garis besarnya adalah membuat kita lebih banyak belajar. Apapun itu. Yang intinya masing-masing diri kita dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Maka sekarang mulai dari hal terkecil dahulu saja, yang sudah kita singgung di atas tentang memahami diri sendiri. Jika kita ingin maju, maka kita harus berusaha, bukan? Seperti ketika berhadapan dengan masa lalu, maka cobalah untuk memaafkan segala hal yang pilu, mengakui segala langkah yang salah, mempelajari segala sesuatu yang keliru. Ambil momen terbaik kita untuk berdamai dengan semua kesalahan itu. Masa lalu tak akan mungkin terulang kembali, juga tidak mungkin untuk dilupakan begitu saja. Masa lalu hadir sebagai pembelajaran. Tugas kita sebagai manusia yang hidup dibumi adalah melangkah. Karena waktu pun tidak akan pernah berhenti atau menunggu. Maka kita harus berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Selanjutnya, kita harus memerdekakan diri kita dari kebiasaan buruk. Dan tentulah dimulai dari yang mudah seperti bangun tidur lebih pagi dari biasanya, mulai untuk rajin beribadah kepada Tuhan, menyiapkan sarapan sendiri, membuat jadwal terinci dalam sehari yang berguna untuk perubahan yang konsisten, tidak menunda-nunda pekerjaan, perbanyak membaca buku dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa diubah mulai dari sekarang. Gunakan kesempatan berubah itu untuk membangun habits baru yang positif. Karena kata Ustad Felix Siauw dalam bukunya yang berjudul How to Master Your Habits? Ia mengatakan bahwa habits itu ada dua macam yaitu, habits positif dan habits negatif. Jika kebiasaan buruk kita sudah semakin parah, itu artinya kita sudah mempunyai habits yang negatif. Sedangkan jika kita berniat untuk berubah, maka kita juga berniat untuk membangun habits positif.

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah kita harus memerdekakan diri untuk keluar dari zona nyaman. Artinya kita harus mencoba untuk bermanfaat bagi orang lain, bisa saja dimulai dari berdiskusi dengan teman dekat tentang suatu topik hangat atau yang menggelisahkan pikiran kita. Hal tersebut adalah contoh yang mudah. Meski sebenarnya keluar dari zona nyaman ini artinya bisa banyak hal, seperti tidak terus-menerus hidup bergantung dengan orang tua, dari hal tersebut pikiran kita muncul untuk bekerja keras dan berusaha mencari tempat tinggal seperti kos atau mengontrak rumah sebagai langkah awal membangun kemandirian.

Dari beberapa hal diatas yang telah dijelaskan dengan sederhana, semoga dapat membantu kita untuk memerdekakan diri kita ya teman-teman. Semoga tulisan sederhana ini dapat membantu membuka sedikit pikiran kita.

10 thoughts on “Memerdekakan Diri

  1. Dear Imas

    Selamat untukmu karena sudah mulai menulis KETIK.

    Tulisan yang perlu dikoreksi
    1. ditengah (di tengah)
    2. diatas (di atas)
    3. do’a (doa)
    4. ?. (kalau sudah ada tanda tanya tak perlu tanda titik)
    5. situ (gantilah dengan kata lain yang lebih pas)
    5. pilih KATEGORI hanya KETIK (tidak perlu kategori lain)

    Like

Comments are closed.