Kania

“Mela, Hentikan!”

Kania berlari cepat ke arah dua orang anak yang sedang memperebutkan sebuah gunting. Dalam hitungan detik, ia merampas gunting dari mereka. Suara tangis anak lelaki yang sejak tadi tarik menarik mempertahankan gunting miliknya juga tak terelakkan. Titik-titik darah menetes dari pelipis, seiring tangisannya yang memenuhi seisi ruangan.

“Bu Kania, Hidar berdarah, Bu…” Anak lainnya yang berada di dalam ruangan mencoba lapor ke guru mereka. Kania membawa Hidar ke pojok ruangan, memisahkannya beberapa meter dari Mela, gadis kecil yang membuat Kania pusing tak terelakkan. Tak ada waktu bagi Kania memikirkan kekacauan yang terjadi di dalam kelas. Baginya saat ini adalah menghentikan darah yang terus mengucur dari pelipis Hidar.

Dari awal Mela datang di kelasnya, Kania tahu ada yang tak biasa dari perilaku anak itu. Di hari pertama masuk, gadis kecil itu bahkan sudah menumpahkan dengan sengaja botol minum temannya. Terlebih ternyata botol itu berisi susu. Kania harus mengepel lantai sebanyak dua kali agar tidak lengket dan mengundang semut. Keesokan harinya seorang anak mengadu lagi pada Kania kalau Mela merobek-robek gambar temannya yang baru selesai dibuat.

Hari ini kembali Mela berulah lagi. Tapi berbeda dengan peristiwa sebelumnya, kali ini Kania sedikit merasa bersalah pada Hidar, juga pada seisi kelas. Ia merasa gagal dan lalai sebagai guru pendamping, tak mampu menghindari kejadian berdarah itu.

Setelah mengurus Hidar dan memulangkannya, Kania mendekati Mela. Ia sedikit membungkuk, mencoba mensejajarkan tubuhnya dengan muridnya itu. Masih sama seperti sebelumnya, Mela hanya bergeming, tak menanggapi sedikit pun ucapan Kania. Mungkin rasa kesal saja tak cukup untuk menggambarkan perasaan Kania saat ini. Ia marah, kecewa dan bingung. Kania tahu, besok-besok kejadian lebih parah mungkin akan terjadi kembali di kelasnya. Dan yang membuatnya sedih adalah sekali lagi Mela berulah, maka gadis kecil itu tak akan diizinkan lagi bersekolah.


Tulisan di atas adalah cerita dengan sudut pandang orang ketiga. Sebagai tugas untuk Ketik-10.

2 thoughts on “Kania

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s