Akibat Pemahaman Tak Utuh

Ada rasa yang meluap-luap ketika beberapa waktu yang lalu ramai diperbincangkan di medsos sebuah pencabutan peraturan. Itulah yang kutangkap lewat obrolan di beberapa group whatshap. Ada yang melontarkan kata-kata yang tak semestinya tentang pembuat kebijakan. Padahal, ah padahal tak seharusnya demikian.

Diriku bagaimana? Tadinya tersulut juga, tapi sumbunya berbeda. Arahnya berbeda. Bagiku tersulutnya justru mengarah pada mereka yang kesulut duluan. Tapi lama-lama, permakluman yang justru muncul dariku. Akhirnya senyumin saja dulu, sambil nanti jika tepat suasananya untuk mendinginkan.

Nah, akhirnya ada juga yang melalui jalur pribadi menanyakan padaku, “benarkah berita yang beredar itu, mapel PAI dan Bahasa Arab dihapuskan?”

Kujelaskan saja bagaimana yang namanya sebuah peraturan baru isinya mengubah peraturan yang sebelumnya pastilah memiliki implikasi hukum yang harus mencabut peraturan sejenis yang berlaku sebelumnya.

Beliau ternyata belum juga paham dengan penjelasan yang sederhana itu. Padahal tidak serumit puisi juga tidak sesingkat puisi.

“Tapi itu tidak hanya di group teman-teman, juga ada dari koran” tambahnya lagi.
Kulacak juga koran yang dimaksud. Astaghfirullah. Judulnya terlalu. Bagaimana tidak akan menyulut sumbu-sumbu menjadi tergoda meluapkan gejolaknya kalaulah media massa cetak beredar luas di masyarakat isinya begini. Super bombastis, tidak hanya judul tapi juga sampai pada isi.

Judulnya Kemenag Resmi Hapus Mapel Agama dan Bahasa Arab di Madrasah. Judul dan isinya memang tidak salah. Tapi itu hanya menampilkan sepotong saja. Heran aku pada media massa yang memberitakan ini, kenapa tidak memberitakan yang utuh, setelah KMA (Keputusan Mentri Agama) itu dicabut kemudian bagaimana. Ini yang tidak diberitakan. Secara logika sebenarnya juga kacau, jika sebuah peraturan dihapus begitu saja tanpa ada peraturan yang baru.

Sumbu-sumbu kadung tersulut. Aku tidak akan bisa mendinginkan yang diakibatkan dari media massa tersebut. Sebisaku hanya menjelaskan kepada yang telah bertanya kepadaku. Sederhana saja kemudian kuajukan sebuah pertanyaan

“Bukankah jika diangkat mudir yang baru maka artinya juga mudir yang lama harus diberhentikan.”

Kenapa kuambil contoh pegangkatan mudir (pimpinan pondok pesantren di tempatku). Belum lama berselang di pesantrenku terjadi pergantian mudir. Sekretaris Yayasan begitu jelas membacakan Surat Keputusan Pemberhentian Mudir lama yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Pengangkatan Mudir yang baru.

Pemberian contoh nyang langsung dekat dengan permasalahan yang sedang ramai ternyata membantu memudahkan teman tadi untuk memahami, bahwa berita yang beredar itu tidak benar.

(Ini adalah sebuah tugas tentang marah tapi tidak boleh mencantumkan kata-kata marah. Semoga dengan keterlambatan yang cukup parah ini tidak membuah marah yang membuat tugas tentang kata marah).
kma

6 thoughts on “Akibat Pemahaman Tak Utuh

  1. Kata2 yang paling berkesan di post ini: “Ini adalah sebuah tugas tentang marah tapi tidak boleh mencantumkan kata-kata marah. Semoga dengan keterlambatan yang cukup parah ini tidak membuah marah yang membuat tugas tentang kata marah”
    😀😀😀😀
    Si pemberi tugas mungkin takkan marah Pak,,, tapi itu … takutnya kelamaan post,… kita out😀😀🤭🤭🤭

    Liked by 1 person

  2. Saya berharap 2 mapel itu tidak dihapus, Mas.

    Sedikit koreksi ya

    1. group whatshap (grup Whatsapp)

    2. “benarkah berita yang beredar itu, mapel PAI dan Bahasa Arab dihapuskan?” (“Benarkah …)

    3. Kujelaskan saja bagaimana yang namanya sebuah peraturan baru isinya mengubah peraturan yang sebelumnya pastilah memiliki implikasi hukum yang harus mencabut peraturan sejenis yang berlaku sebelumnya. (Kalimat ini terlalu panjang. Bisa diberikan tanda koma atau dipilah pakai tanda titik. Terasa ngos-ngosan bacanya)

    4. “Tapi itu tidak hanya di group teman-teman, juga ada dari koran” tambahnya lagi. (Tambahkan tanda koma di antara tanda petik akhir dan kata ‘tambahnya’.

    5. Kenapa kuambil contoh pegangkatan (pengangkatan)

    6. Pemberian contoh nyang (yang)

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s